ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Setya Novanto Dipindahkan Dari RSCM Ke Rutan KPK

Tersangka Setya Novanto tiba di kantor KPK dengan rompi orange. 
(Foto: Syafril Elain, Tangerangnet.com/Kompas TV)   
NET – Tersangka korupsi proyek elektro Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) Setya Novanto yang kini masih menjadi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dipindahkan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (19/11/2017) malam.

Pemindahan Setya Novanto dari RSCM ke rumah tahanan KPK setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan. “Seteah dilakukan serangkaian pemeriksaan sejak hari Jumat, kondisi kesehatan sampai hari Minggu sudah tidak diperlukan lagi untuk perawatan inap,” ujar   Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) dr Heriawan Sudjono kepada wartawan, Minggu (19/11/207) malam.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, kata Heriawan,lalu disampaikan kepada KPK. Atas hasil pemeriksaan tim doketer yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang bekerjasama dengan KPK, keputusan untuk memindahkan tersangka Setya Novanto pun segera dilakukan.

Pada malam itu, juga sejumlah mobil dari kantor KPK meluncur ke RSCM. Keberangkatan sejumlah mobil dari kantor KPK ke RSCM menimbulkan kepercayaan kepada wartawan akan adanya Setya Novanto akan dipindahkan dari ruang perawatan.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif kepada wartawan mengatakan beliau (Setya Novanto-red) sudah tidak memerlukan perawatan inap. “Ini hasil dari pemeriksaan tim dokter seperti yang disampaikan Pak Herian Sudjono, Dirut RSCM. Namun, tidak semua hasil pemeriksaan dokter dapat disampaikan kepada masyarakat,” ujar Laode.

Dengan menggunakan kursi roda dan mengenakan rompi orange, Setya Novanto pun dibawa ke kantor KPK. Dalam tempo setengah jam Setya Novanto sampai di gedung KPK lalu selanjutnya untuk proses administrasi dan selanjutnya ditahan di Rutan KPK. Saat dibawa ke kantor KPK, Setya Novanto yang juga Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) itu masih terliaht lemas. (ril)

Wakil Walikota Tangerang Buka Latihan Gabungan Paskibra

Wakil Walikota Tangerang H. Sachrudin memberikan ucapan 
selamat kepada  salah seorang peserta pelatihan Paskibra. 
(Foto: Man Handoyo, Tangerangnet.com)  
NET – Sedikitnya 1.495 pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Sekolah mengikuti latihan gabungan Paskibra di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang.

Para pelajar yang berasal dari Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan  (SMA/SMK) Negeri dan swasta se-Kota Tangerang tersebut sejak pukul 07:00 WIB mulai memadati pelataran Puspem Kota Tangerang. Para peserta yang terdiri atas 540 peserta laki-laki, dan 946 peserta perempuan  berbaris rapi di seputar Puspem. Kemudian bergerak menuju lapangan apel Puspem dengan bimbingan para senior  dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tangerang.

"Kalian adalah generasi penerus bangsa, dan kalian adalah orang-orang pilihan," ujar Wakil Walikota H. Sachrudin saat memberikan arahan kepada para peserta, Minggu (19/11/2017).

"Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Untuk itu, ikutilah kegiatan ini dengan disiplin dan penuh semangat," imbuhnya.

Wakil Walikota  mengingatkan kepada para peserta yang merupakan perwakilan sekolah SMA/SMK se-Kota Tangerang untuk terus mengembangkan diri dengan cara belajar dan terus belajar.

"Bagaimana generasi saat ini betul-betul menjadi generasi yang bermanfaat yang menjadi harapan orang tuanya dan harapan bangsanya".

"Generasi yang hebat adalah generasi yang tahu memanfaatkan momentum termasuk saat ini, karena kita lihat rata-rata orang yang sukses adalah orang selalu memanfaatkan momentum dan terus mau belajar," paparnya.

Sementara itu, Kabid Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Achmad Suhaely menyampaikan bahwa latihan gabung ini merupakan bagian dari pra-seleksi Paskibraka yang dilakukan secara rutin setiap tahun.

"Selain baris berbaris, para peserta juga mendapatkan pelatihan pengembangan bakat dan pelatihan pengembangan diri lainnya seperti kedisiplinan dan cara berpakaian dengan rapih," tutur pria   yang  pernah menjadi lurah teladan tingkat nasional di tahun 2015. (man)

Walikota Resmikan Kampung Bekelir Sebagai Kampung Wisata

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah saat mendatangani prasasti yang 
 disaksikan oleh Sekda Dadi Budaeri, dan Wakil Walikota H. Sachrudin. 
(Foto: Man Handoyo, Tangerangnet.com)   
NET - Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah, Minggu (19/11/2017) meresmikan Kampung Bekelir RW 01, Kelurahan Babakan sebagai Kampung Wisata di Kota Tangerang.

Walikota yang hadir bersama dengan Wakil Walikota H. Sachrudin mengatakan terwujudnya Kampung Bekelir sebagai Kampung Wisata tidak terlepas dari sinergitas yang terbangun antara Pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.

"Saya menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi semua pihak yang terlibat, yang telah berhasil menjadikan kampung yang dulunya masuk kampung kumuh sedang menjadi Kampung Bekelir," ujarnya.

"Mereka adalah orang-orang luar biasa yang telah mewujudkan wacana menjadi realita," tutur  Walikota sambil menunjuk para pemrakarsa Kampung Bekelir, mulai dari camat, lurah dan juga Ibnu Jandi dan pihak sponsor.

Oleh karena itu, Walikota berharap agar keberadaan Kampung Bekelir ini bisa menginspirasi "kampung-kampung" lain di Kota Tangerang untuk bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi kesejahteraan warganya.

"Dan itu semua berkat partisipasi masyarakat semuanya, kampung ini menjadi luar biasa dan menjadi percontohan buat masyarakat Kota Tangerang," tuturnya.

Kampung Bekelir berlokasi di RW 01, Kelurahan Gerendeng, akses untuk menuju kampung wisata pertama di Kota Tangerang tersebut sangat mudah, mengingat lokasinya yang sangat strategis di pinggir Jalan Protokol Perintis Kemerdekaan. Masyarakat yang ke sana akan disuguhkan pemandangan menarik perkampungan khas Kota Tangerang. Dengan jajaran rumah yang dicat warna-warni, bahkan di beberapa sudut banyak rumah dan tembok yang dihias dengan mural dan gambar tiga dimensi yang sangat menarik untuk dijadikan objek fotografi. Terlebih posisi Kampung Bekelir juga berada di samping Kali Cisadane yang memang menjadi destinasi wisata bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.

Masuk ke lokasi Kampung Bekelir, saat ini pengunjung tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Setiap Minggu pagi pengunjung juga akan dimanjakan dengan festival kuliner khas Tangerang yang dibuat oleh warga asli Babakan, mulai dari nasi ulam, kemudian juga empek-empek Bekelir dan juga keripik jengkol yang harganya cukup murah.

Sementara itu tokoh masyarakat Babakan, Abu Sofyan mengungkapkan jumlah rumah yang diwarnai di Kampung Bekelir ini ada 300 rumah.

"Selain melibatkan masyarakat, proses pengecatan juga melibatkan para seniman, dari yang direncanakan sekitar 23 orang menjadi 120 orang dari seluruh penjuru NKRI (Negara Kesatuan Repbulik Indonesia-red)," terangnya.

"Untuk jumlah gambar kurang lebih ada 1.121 mural-grafiti yang menghiasi rumah-rumah warga," tandas Abu Sofyan yang juga Lurah Babakan..(man)

Pengelolaan PAUD, Kemendikbud Apresiasi Pemkot Tangerang

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah (dua dari kiri) saat mengikuti 
seminar PAUD tingkat nasional beberapa waktu lalu. 
(Foto: Pemerintah Kota Tangerang)  
PERHATIAN Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terhadap dunia pendidikan khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur PAUD Kemendikbud R. Ella Yulaelawati, MA, PhD, saat memberikan laporan pelaksanaan Seminar dan Lokakarya Nasional dengan tema PAUD Berkualitas Universal Kunci Keberhasilan Masa Depan yang dilaksanakan di Ruang Akhlakul Karimah Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Minggu (19/11/2017).

"Insentif Rp 650 ribu per bulan itu luar biasa," ujarnya.

Dan ini tentunya, lanjut Ella, berkat komitmen Walikota yang sangat perhatian terhadap dunia pendidikan terutama Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD. Sehingga enggak menutup kemungkinan Kota Tangerang bisa menjadi barometer tingkat nasional.

"Ada sharing komitmen agar Kota Tangerang menjadi barometer di Indonesia," jelasnya.

Ella juga menyampaikan rencananya untuk membangun Perpustakaan Mainan di Kota Tangerang.

"Ada lima nanti, di Bogor ada enam, tapi semuanya masih rintisan," cetus Ella seraya menyampaikan bahwa perpustakaan mainan ini akan diisi dengan berbagai permainan edukatif dan wahana bermain gratis.

"Orang tua juga bisa menyumbangkan mainan bekas yang tidak terpakai ke perpustakaan ini," jelasnya.

Sementara itu, Walikota Arief R. Wismansyah menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia telah lama menjadi bagian dari fokus pembangunan di Kota Tangerang.

"Kita telah memberikan insentif bagi guru PAUD Formal sebesar Rp 650 ribu per bulan," jelasnya.

"Ada sekitar 5.725 guru yang mendapatkan, kita setahun menganggarkan Rp 38 miliar untuk PAUD," terangnya.

"Dan mudah-mudahan tahun depan bisa dinaikkan lagi," ujar Walikota yang langsung mendapat tepuk tangan dari para peserta. (Adv)

Potensi Besar Banten, Siswa SD Borong Kompetisi Robotik Internasional

Tim Ulaya saat menampilkan robotik di depan tim juri Kemenrsitekdikti.
(Foto: Istimewa)  
NET -  Provinsi Banten patut berbangga, pasalnya nama Provinsi Banten kembali harum di kancah nasional. Kali ini putra-putri Banten kembali menorehkan prestasi dalam dunia pendidikan khususnya dibidang sains. 

Setelah rombongan tim Sekolah Dasar (SD) YPWKS I berhasil memborong piala juara I dan III Kompetisi Robotik 2017 yang digelar oleh Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK), Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Robotik memang bukan merupakan hal baru di Indonesia, namun perpaduan berbagai mata pelajaran mulai dari matematika, IT hingga elektronik tersebut membuatnya terlihat lebih eksklusif, karena membutuhkan ilmu pengetahuan khusus yang memadukan ilmu sains dan teknologi robot. Tidak heran apabila masih jarang kompetisi dalam bidang robotik, kalaupun ada rata-rata diikuti oleh pelajar SMA hingga mahasiswa dari perguruan tinggi ternama.

Namun, anggapan tersebut dapat dipatahkan oleh rombongan Ulaya dan kawan-kawannya asal SD YPWKS I Cilegon yang telah berhasil merebut juara I Kompetisi Robotik 2017 yang digelar PP IPTEK pada 11 November 2017  di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Keberhasilan Ulaya tersebut disambut bangga Kepala Sekolah SD YPWKS I Cilegon, Nana Supriyatna yang tidak henti-hentinya merasa bangga atas hasil dari pelatihan para siswa yang masih duduk di kelas I SD tersebut.

"Menjadi hal yang luar biasa, karena mereka masih duduk di kelas 1, yang artinya ini merupakan potensi luar biasa untuk ke depannya, karena mereka masih memiliki banyak waktu untuk terus mengasah kemampuannya," ujar Kepala Sekolah YPWKS I Cilegon kepada wartawan, Minggu (19/11/2017).

Nana mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama pihaknya meraih juara dalam ajang serupa. Sebelumnya,  pada 2015 lalu rombongan SD tersebut pun pernah menjuarai kompetisi robotik tingkat nasional yang digelar di Johor, Malaysia. Kemudian pada tim Ulaya yang masih duduk di kelas 1 tersebut beberapa waktu lalu juga pernah menyabet juara II kompetisi robotik tingkat nasional yang digelar di Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, pada Oktober lalu.

Pada kompetisi bergengsi yang digelar oleh PP IPTEK Kemenristekdikti tersebut, SD YPWKS I berhasil merebut juara I kategori Robo Wars Pra Junior yang diikuti oleh Ulaya dan Fadhlan. Kemudian pada Kategori Robo Soccer Junior berhasil merebut juara III yang dipiloti oleh Ahmad Yusuf, Agas, dan Raifal, dan terakhir pada kategori Robo Soccer pra junior dengan juara III yang dibentengi oleh Fadhlan, Ehsan, dan Raihan.

Atas prolehan prestasi yang diraih oleh Ulaya dan kawan-kawan, Nana mengatakan para siswa tersebut mendapat undangan untuk dapat mengikuti kompetisi di ajang yang lebih bergengsi yaitu pada tingkat internasional yang rencananya akan digelar di Singapore dan Hongkong dalam waktu dekat. Namun rencana tersebut terancam gagal lantaran pihak sekolah tidak memiliki biaya akomodasi selama kompetisi berlangsung. Oleh karenanya dirinya berharap mendapat perhatian dari pihak yayasan ataupun Pemerintah.

"Tentu, kami berharap dapat mengikuti kompetisi tersebut. Oleh karena itu, kami berharap mendapatkan perhatian," pungkasnya.

Sementara itu, orangtua wiswa, Nuyanti mengungkapkan  keberhasilan para siswa tersebut merupakan hasil dari kerjasama antara pihak sekolah dengan orangtua yang terus medorong anak untuk mau mengasah potensi yang dimilikinya. Robotik yang masuk dalam program ekstra-kulikuler seolah tersebut memang memerlukan pengetahuan yang lebih, namun karena pendekatanya lebih pada bermain tidak membuat siswa jenuh.

"Jadi, mereka seperti bermain, tanpa sadar itu menambah pengetahuan baru buat mereka. Biasanya  anak-anak kan hanya ingin membeli robot yang sudah jadi. Tapi dengan ini diajarkan bagaimana mulai dari merakit hingga membuat agar robot itu bisa berjalan," ujar Nuryanti

Atas prestasi dan segala potensi yang ada tersebut, Nuryanti berharap pihak yayasan dapat memberikan perhatian lebih terhadap ekstra-kulikuler robotik yang telah mengharumkan nama Provinsi Banten tersebut. Terlebih, berharap Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota Cilegon dan Pemprov Banten dapat memberikan perhatian khususnya untuk ekstrakulikuler robotik. Selama ini, robotik tidak terlalu mendapat perhatian seperti ekstra-kulikuler mainstream lainnya. Padahal terbukti Banten memiliki potensi untuk mengasah kemampuan tersebut.

"Kami harap perhatian lebih. Karena, saya lihat robotik ini tidak terlalu dilirik di Banten. Padahal potensinya sudah jelas ada," pungkasnya. (*/ril)

PWI Fasilitasi UKW Bagi Wartawan Anggota SMSI

UKW yang diselenggarakan PWI telah diikuti oleh wartawan anggota
SMSI beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)  
NET  - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memberi kesempatan kepada wartawan yang bekerja di perusahaan media siber yang anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Sekretaris Jenderal PWI Hendry Ch. Bangun mengungkapkan hal itu dalam dialog dengan Ketua Umum SMSI Teguh Santosa di Hotel Santika, Bengkulu, Sabtu (18/11/2017) malam.

"Kesempatan ini diberikan kepada wartawan dari perusahaan media siber dan anggota SMSI yang memiliki badan hukum yang jelas, seperti yang disyaratkan Dewan Pers," ujar Hendry yang  juga anggota Dewan Pers.

Merespon kesempatan yang disampaikan Sekjen PWI Hendry Ch. Bangun itu, Ketum SMSI Teguh Santosa mengatakan pihaknya menyambut baik.  

"Kami akan pastikan bahwa anggota SMSI yang mengirimkan wartawannya untuk ikut UKW PWI adalah perusahaan media siber yang memiliki badan badan hukum," ujar Teguh.

Dialog di luar arena Konferensi Kerja Nasional (Konfernas) PWI itu juga dihadiri Ketua PWI Bengkulu  Zaki Anthony dan Ketua SMSI Bengkulu Rahimandani.

Ketua SMSI Bengkulu Rahimandani mengatakan pihaknya  minta  bantuan agar wartawan dari anggota SMSI dapat mengikuti UKW.

Rahimandani mengatakan akan ikut memastikan status badan hukum anggota SMSI yang akan mengikuti UKW PWI.

"SMSI Bengkulu ingin memastikan bahwa perusahaan media siber yang menjadi anggotanya adalah perusahaan yang profesional. Mereka berhak mengirim wartawan untuk ikut UKW," ujar Rahimandani.

Ketua PWI Bengkulu Zaki Anthony menambahkan UKW tersebut dapat diselenggarakan bulan Desember 2017 mendatang. Selanjutnya, dia mengajak Rahimandani untuk berkordinasi demi kelancaran kegiatan ini.

"Sebelum UKW, akan kita selenggarakan kegiatan pra-UKW yang isinya adalah pembekalan peserta UKW sehingga memiliki pemahaman lebih dahulu mengenai UKW," ujarnya.

Atas pernyataan Zaki Anthony itu, Rahimandani mengucapkan terima kasih, dan akan segera melakukan persiapan menuju pra-UKW dan UKW.

Adapun rencana "kolaborasi" UKW antara PWI dan SMSI di Bengkulu menurut hemat Sekjen SMSI yang juga Ketua PWI Banten, Firdaus, adalah sesuatu yang ideal dan sudah semestinya mengingat SMSI didirikan atas inisiatif anggota PWI yang memiliki dan mengelola media massa berbasis internet.

"SMSI sebagai organisasi perusahaan media siber dapat dikatakan lahir dari rahim PWI, dan sudah sepatutnya kedua organisasi ini saling memperkuat dan bekerja sama dalam menciptakan iklim pers yang sehat dan profesional di tanah air," demikian Firdaus. (*/ril)

Banten Expo 2017 Ditutup, Gubernur Ingatkan ICE Adalah Aset Banten

Gubernur Banten H. Wahidin Halim (tengah) bersama penyelenggara 
Banten Expo 2017. (Foto: Syafril Elain, Tangerangnet.com)  
NET – Banten Expo 2017 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18/11/2017) ditutup setelah dua hari berlangsung.  Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengingatkan kepada panitian penyelenggara dan pengelola ICE.

“Saya minta agar kekayaan alam dan potensi yang ada di Banten ini disebarkan. Termasuk ICE ini, harus diberitahukan dan dijelaskan bahwa kedudukannya ada di Kabupaten Tangerang, Banten. Jangan sampai lokasi ini disebutkan sebagai Jakarta,” ujar Gubernur.

Banten itu, kata Wahidin, jangan hanya dilihat ke Lebak, Pandeglang, dan Serang, tapi Tangerang adalah bagian dari Banten. “Gedung ICE ini termasuk yang terbesar di Asia Tenggara atau Asia. Bahkan Singapura saja tidak punya gedung sebesar dan seluas ICE dan ini ada di Banten,” tutur Wahidin.

Bahkan soal promosi tentang Banten pun, imbuh Wahidin, Presiden Joko Widodo diminta untuk perkenalkan potensi yang ada di Banten. Mulai dari potensi wisata, kekayaan alam, dan fasilitas yang tersedia. Dalam suatu acara Presiden Joko Widodo berkata,” Saya diminta oleh Pak Wahidin untuk mengatakan gedung ICE berada di Banten. Ini adalah Banten”.

Gubernur menegur penyelenggara Banten Expo 2017 karena tidak secara jelas menuliskan lokasi penyelenggaraan Banten Expo 2017 di Kabupaten Tangerang, Banten. “Saya minta kepada penyelenggara dan pengelola ICE untuk selalu menyebutkan dan menuliskan lokasi berada di Kabupaten Tangerang, Banten,” ucap Gubernur berharap.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur ICE Ryan Adrian menyambut baik imbauan Gubernur Banten. “Kita siap ajakan apa disampaikan oleh Pak Wahidin. Namun, kalau pemasangan spanduk, baligho, dan poster, memang di lokasi ini. Tapi redaksiional yang menuliskan dan merumuskan adalah pihak penyelenggara bukan manajemen ICE,” ujar Ryan.

Ke depannya, kata Ryan, hal itu menjadi perhatian manajemen ICE setiap kali ada yang akan menyewa tempat atau kontrak tempat. “Mudah-mudahan kemajuan yang diraih ICE membawa kemajuan kepada Provinsi Banten,” tutur Ryan sambil tersenyum. (ril)    

Ad Inside Post


Top