ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Wagub: HIPMI Banten Wajib Bantu Wujudkan Perekonomian Warga

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy (berpeci): penciptaan
wirausaha kreatif.  (Foto: Istimewa)   

NET - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy meminta semua pihak di Banten untuk bahu membahu meningkatkan perekonomian warga di Banten melalui penciptaan wirausaha kreatif dengan konsep one person one product (OPOP), one village one product (OVOP), dan one village one corporation (OVOC).

Tiga konsep tersebut merupakan prinsip dasar yang harus digunakan untuk membangun dan memajukan perkonomian masyarakat melalui pemberdayaan individu berdasarkan potensi yang dimiliki anggota masyarkat, terutama kalangan muda.

Wagub mengatakan hal itu saat menghadiri pelantikan pengurus Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Banten di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Jumat (19/4/2018).  Pengurus BPD HIPMI yang baru dibawah kepemimpinan Dedi Muhdi dilantik oleh Wakil Ketua BPP HIPMI Yaser Paltito.

Wagub mengungkapkan Pemerintah Daerah, HIPMI, akademisi, industri dan masyarakat berkolaborasi bersama dalam membangun budaya inovasi melalui pengembangan kreativitas dan perilaku inovatif.

Guna memenangkan kompetisi pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kata Wagub, Indonesia membutuhkan 5,8 juta pengusaha baru. Saat ini jumlah pengusaha Indonesia, baru mencapai 1,56 persen dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut masih jauh dibawah standar World Bank yang  mensyaratkan jumlah pengusaha harusnya mencapai 4 persen dari total penduduk.

Oleh karena itu, kata Andika, HIPMI diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Banten untuk mendorong dan berperan serta dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Wagub mencontohkan HIPMI Banten salah satunya dapat melakukan pelatihan untuk start-up business yang dalam menjalankan bisnisnya melakukan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.  Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengadaptasi teknologi informasi dan komunikasi adalah suatu keniscayaan.

Mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Januari 2018, Andika mengatakan hasil survei menunjukkan pengguna internet di Indonesia telah mencapai 143,2 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 53 persen lebih di antaranya mengetahui internet sebagai tempat jual beli barang dan jasa serta pernah melakukan transaksi jual-beli barang atau jasa secara online.

“Data tersebut menunjukkan peluang yang cukup potensial bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran barang dan jasa di platform digital,” ungkap Wagub.

Sebagaimana diketahui, OPOP, OVOP dan OVOC adalah konsep UMKM yang berawal dari perorangan yang menghasilkan satu produk. Setelah itu, orang per orang yang memiliki kesamaan produk bisa bergabung dalam unit terkecil pemerintahan, yaitu desa. 

Setelah satu desa memiliki produk unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan warganya maka agar kelompok mereka memiliki badan hukum usaha dari OVOP akan berubah menjadi OVOC—One Village One Corporation, yaitu satu desa satu perusahaan. Bentuk perusahaan dapat berupa PT (Perseroan Terbatas) yang berjiwa Koperasi atau berbentuk Koperasi, tetapi berorientasi seperti PT. (*/ril)



Seba Baduy, Antara Budaya Tradisi Dan Wisata Banten

Gubernur Banten H. Wahidin Halim (tiga dari kiri) didampingi Sekda 
Ranta Soekanta dan Pjs Bubati Lebak Ino S. Rawita, bermain angklung. 
(Foto: Istimewa)   
NET -  Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten secara khusus telah menyiapkan konsep berbeda untuk ritual Seba Baduy tahun 2018 ini. Perpaduan Budaya Tradisi Seba dan Seni pada masing-masing daerah di Banten serta pengenalan wisata 7 wonders, dilakukan guna menarik wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Eneng Nurcahyati mengatakan kombinasi antara Budaya Tradisi Seba yakni Baduy merupakan salah satu 7 Wonders, dengan seni yang ada di derah-daerah di Provinsi Banten, merupakan upaya Pemerintah untuk memberikan suguhan berbeda, serta meningkatkan industri pariwisata di Banten.

"Sengaja untuk yang perdana ini mengenalkan 7 wonder dalam agenda budaya tradisi, yang secara tradisi nanti malam akan dilakukan ritualnya. Kami mencoba memikirkan apa yang menjadi daya tarik wisatawan, makanya secara bersamaan kami coba sajikan keragaman seni budaya dari daerah lainnya yang dimilki kabupaten dan kota di Banten sebagai aset budaya Banten," ujar Eneng saat diwawancarai di Alun-alun Barat Kota Serang, Sabtu (21/4/2018).

Wisata 7 Wonders of Banten yang terdiri atas Cisadane, Banten Lama, Anyer-Cairta, Tanjung Lesung, Sawarna, Baduy, dan Taman Nasiona Ujung Kulon, kata Eneng, merupakan potensi wisata yang dimiliki Banten. Banten tidak hanya memiliki 7 destinasi wisata unggulan, namun untuk saat ini ketujuh destinasi itulah yang menjadi fokus utama sebagai branding Banten.


"Itu magnet, bukan berati Banten hanya punya tujuh itu. Jadi bagaimana dengan magnet Banten 7 Wonder ini. Kami juga mengajak teman-teman di kabupaten kota untuk fokus, dari Banten 7 wonders ini interlinenya kita gali, kita explore, dan kita tata menjadi lebih cantik. Semoga ini bisa jadi konesn juga buat teman-teman daerah dan para pelaku industri untuk bagaimana caranya membangun pariwisata yang ada di Banten," tutur Eneng mejelaskan.

Untuk data wisatawan yang hadir pada prosesi ritual Seba, kata Eneng, pihaknya belum merincinya karena masih fokus menyelesaikan acara agar bisa berjalan dengan baik.

"Secara 7 wonders kita belum rinci tapi dari kunjungan ke Banten ini hampir 16 juta pergerakan untuk wisatawan nusantara, 300 untuk wisatawan mancanegara. Untuk seba belum dapat laporan. Kami masih fokus pada acara," kata Eneng.

Eneng mewakili Pemerintah Provinsi Banten juga mengucapkan terima kasih kepada sleuruh pihak yang telah turut serta dalam mensukseskan acara tahunan ritual Seba Baduy.

"Ini yang terbaik saat ini yang bisa kami sajikan dari Dispar Provinsi Banten yang tentu saja tidak berdiri sendiri. Kami dibantu Dinas Pendidikan untuk ritualnya yang akan dilakukan nanati malam, dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah-red)  lainnya, termasuk Polda, Polres, Polsek, dan pelaku wisata di Banten, serta Genpi Nasional yang datang ke Banten untuk menyaksikan even ini," tutur Eneng. (*/ril)                             

Seba Baduy, Gubernur Banten: Alam Adalah Strategi Sumber Kehidupan

Gubernur Banten H. Wahidin Halim: jangan merusak alam. 
(Foto:  Istimewa)   

NET - Gubernur H. Wahidin Halim secara memberikan pesan khusus kepada seluruh warga Banten saat pembukaan acara prosesi serah terima 1.388 masyarakat Baduy dalam ritual Seba yang dipusatkan di Alun-Alun Barat, Kota Serang, Sabtu (21/4/2018).

Gubernur meminta masyarakat Banten untuk menjaga kelesatraian alam yang menjadi pusat kehidupan, khususnya bagi masyarakat Suku Baduy.

"Janganlah kita merusak alam, jangan merusak pantai, jangan merusak gunung-gungung yang memebrikan kontribusi bagi kehidupan kita. Alam bagi masyarakat Baduy adalah hal penting dan strategi sebagai sumber kehidupan" ujar Gubernur yang akrab disapa WH.

Gubernur WH juga menyampaikan apresiasinya bagi masyarakat Baduy yang sampai saat ini masih bisa menjaga budaya dan tradisi turun terumurn, di tengah hiruk pikuk kehidupan kota yang sudah terjamah oleh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.

"Di sana, tidak ada ujaran kebencian dan mereka hidup damai. Mereka tentram. Mereka tidak terpengaruh budaya luar dan termasuk budaya lainnya. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelestaraian alam. Saya sebagai Abah Gede, sebagai Gubernur Banten mengucapkan selamat datang, saya selalu berdoa semoga saudara-saudara kita semua dari Desa Kanekes Suku Baduy tetap mempertahankan tradisinya" tutur Gubernur WH.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta kepada kepala daerah kabupaten dan kota untuk mempu bersinergi dalam pengembangan budaya dan wisata di Provinsi Banten.

"Seba Baduy harus mampu menjadi ikon dan pengembangan budaya. Kalau dikelola dengan baik akan bisa mengalahkan daerah lainnya. Kita punya Bandara, yang saya kira itu sangat memudahkan akses bagi wisatawan untuk berkunjung ke Banten," ucap Wahidin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuti sangat mengapresasi langkah Pemprov Banten dalam penyelenggaraan Seba tahun ini. Kemepar telah menetapkan Banten sebagai salah satu destinasi Prioritas yang ada di Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi Seba Baduy tahun ini. Baru kali ini saya melihat Seba yang sangat berbeda. Semoga Banten yang merupakan salah satu destinasi prioritas bagi Indonesia, terus dikembangkan khususnya 7 wonders of Banten, agar mampu mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara," ujar Esthy saat memberikan sambutan. (*/ril)

Ujicoba Ganjil Genap Di Tol Tangerang-Jakarta “Jauh Dari Harapan”

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman: pindah jam. 
(Foto: Man Handoyo/tangerangnet.com)  
NET - Upaya Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk mengalihkan para pengguna tol Jakarta Tangerang (Janger) ke bus premium agar lalulintas tidak macet, jauh dari harapan. Pasalnya, sejak ujicoba ganjil genap Nomor Polisi  (Nopol) diberlakukan di tol tersebut sejak Senin (16/4) lalu, jumlah pengguna bus primer terus menurun.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Jumat (20/4/2018), pada Senin (16/4) jumlah pengguna jalan tol Janger yang berpindah ke bus premium tercatat sebanyak 719 penumpang. Satu hari kemudian, Selasa (17/4) turun menjadi 534 penumpang, Rabu (18/4) 554 penumpang dan Kamis (19/4) hanya, 533 penumpang.

Sedangkan jumlah kendaraan yang berpindah waktu perjalanan, atau lebih pagi dari jam diberlakukannya aturan ganjil genap pada pukul 06.00-09.00 WIB, semakin meningkat dari hari-hari sebelumnya, yaitu 3.121 kendaraan menjadi 3.395 kendaraan atau 8,78 persen.

Begitupula pada hari kedua, Selasa (17/4), jumlah kendaraan yang berpindah waktu perjalanan dari 2.712 menjadi 3.120 kendaraan atau naik 14,83 persen. Rabu (18/4) dari 2.149 menjadi 2.705 atau naik 20,55 persen, Kamis (19/4) dari 2.506 menjadi 3.141 kendaraan atau naik 21,46 persen.

Begitu pula dengan jumlah kendaraan yang berpindah ke gerbang tol (GT) Karawaci 2,4 dan Karang Tengah Barat 2. Pada hari pertama ujicoba, Senin (16/4) dari 7.695 kendaraan menjadi 7.831 kendaraan atau naik 1,77 persen. Selasa (17/4) dari 8.134 kendaraan me jadi 8.387 kendaraan atau naik 3,11 persen. Rabu (18/4) dari 8.163 kendaraan menjadi 8.709 kendaraan atau 6,69 persen. Dan Kamis (19/4) dari 8.189 menjadi 8.770 kendaraan atau naik 7,09 persen.

Dikonfirmasi masalah tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman membenarkan, bahwa jumlah pengguna tol Janger yang beralih ke bus Primium terus menurun. Kemungkinan besar,  mereka tetap menggunakan mobil pribadi dengan berpindah waktu perjalanan atau pintu tol.

Namun deniikian, kata Saelful, sejak diberlakukannya sistem ganjil genap di pintu GT kunciran 2 dan GT Tangerang, kepadatan di tol Janger dapat dikurangi, meskipun belum maksimal. Itu terbukti dari dari kecepatan kendaraan yang melintas di Tol Janger dengan kecepatan 30 sampai 40 kilometer/jam. Padahal berdasarkan ketentuan yang ada, di jalan tol  itu kecepatan kendaraan minuman 60 sampai 80 kilo meter/jam.

*Ya mungkin karena ini baru coba. Mudah mudahan pada pelaksanaanya nanti tidak, mengingat dalam pelaksanaan tersebut ada sanksi tegas kepada mereka yang melanggarnya,” ucap Saeful. (man)
                

Pemprov Banten “Manjakan” Anak PMKS Dengan Berwisata

Anak PMKS yang ikut wisata: penuh kecerian. 
(Foto: Istimewa)   
NET – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar Festival Kreativitas Anak dengan kemasan wisata sosial yang melibatkan peserta anak Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Festival yang dilaksanakan Kamis (19/4/2018) peserta PMKS tersebut diambil dari beberapa cluster antara lain mulai anak Balita Terlantar, Anak Terlantar, dan Anak Jalanan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana mengatakan tujuan utama dilaksanakan kegiatan berbasis wisata sosial ini mempunyai makna sebagai wadah anak-anak PMKS menyalurkan bakat dan kreativitasnya.

Selain mereka juga didorong agar mengetahui objek wisata yang menarik khusus bagi anak, tidak pandang bulu meskipun anak yang mengantongi status PMKS namun tetap berkesempatan menikmati keindahan alam.

“Kegiatan Wisata Sosial dan Festival Kreativitas Anak PMKS tahun ini melibatkan 150 anak dilaksanakan di kawasan wisata Jungle Land Adventure Theme Park, Bogor, Jawa Barat,”ujarnya.

Kepala Seksi (Kasi) Jaminan Sosial Keluarga Budi Darma Sumapradja menambahkan anak-anak yang ikut pada kegiatan ini mereka dapat berlomba menampilkan kreativitasnya.

Budi menjelaskan  mereka juga wajib dapat merasakan kebahagian yang semestinya. Mereka harus seperti anak-anak yang dikategorikan mampu.

“Temanya adalah ‘Wisata Sosial dan Darma Festival Kreativitas Anak PMKS’ mengedepankan tema wujudkan mimpi Anak Banten dengan mengaktualisasikan kemampuannyA,” ucap Budi.

Acara tersebut, kata dia, menampilkan lomba mewarnai gambar, kolase, menari, finger painting, memasukan bola dalam keranjang.

“Kegiatan semacam yang menyentuh langsung PMKS setidaknya merupakan bukti perwujudan komitmen Pak Gubernur dan Wakil Gubernur Banten terhadap penyelenggaraan kesejahteraan sosial,”pungkasnya. (*/ril)                                                                       

Kafillah Kota Tangsel Kembali Raih Juara Umum MTQ Banten

Gubernur Banten H. Wahidin Halim didampaingi Wakil Gubernur Andika 
Hazrumy menyerahkan piala kepada juara umum Kafillah Kota Tangsel. 
(Foto: Istimewa)  

NET - Kafilah Kota Tangerang Selatan kembali membuktikan sebagai 'Jawara' baca Al Qur'an dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XV tahun 2018 Tingkat Provinsi Banten yang diselenggarakan di lapangan Mesjid Raya Albantani, Jalan Syech Nawawi Albantani, Kawasawan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP-3B), Curug, Kota Serang, Jumat (19/4/2018) malam.

Juara Umum Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke XV Provinsi Banten berhasil diraih oleh Kafilah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk keempat kalinya berturut-turut. Kepastian ini didapat berdasarkan pengumuman hasil penetapan tersebut secara terbuka disampaikan oleh tim dewan hakim di atas panggung utama.

Kafilah Kota Tangsel berhasil mendominasi juara pertama pada setiap cabang dan golongan yang dilombakan sejak 16 sampai dengan 19 April 2018.

“Pada urutan kedua diraih oleh Kafilah Kabupaten Serang dan urutan ketiga diraih oleh Kabupaten Tangerang. Sedangakn keempat diraih Kafilah Kabupaten Pandeglang, urutan kelima diraih oleh Kabupaten Lebak, keenam Kota Tangerang, posisi ketujuh Kota Serang, dan posisi terakhir diraih oleh Kota Cilegon,” ucap salah seorang Dewan Hakim Zaenal Abidin Suja’i.

Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh pelaksanaan kegiatan MTQ XV tingkat Provinsi Banten tahun 2018. Gubernur berharap para juara ini untuk dibina dan dilatih dalam rangka pelaksanaan MTQ tingkat nasional di Provinsi Sumatera Utara Oktober 2018 mendatang.

“Nantinya, saya minta selepas dari sini dilatih lagi dan kita bisa mempertahankan sebagai juara bertahan sebagai juara umum tingak nasional di Sumatera Utara. Jangan sampai pindah atau kabur ke provinsi lain”.

“Kita berharap Banten sebagai daerah Islami, daerah yang religius, santrinya banyak, sejuta kiyai akan kita tampilkan di tengah masyarakat yang berakhlakul  karimah,” uarj Gubernur WH.
Sementara itu, Ketua Pelaksana MTQ ke-15 tingkat Provinsi Banten Sholeh Hidayat melaporkan secara keseluruhan pelaksanaan MTQ berjalan lancar mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penutupan.

“Alhamdulillah pelaksanaan MTQ berjalan lancar. Pada tahun ini ada yang berbeda yaitu kehadiran warung amal di setiap arena lomba. Ini atas kerjasama dari semua pihak terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan instansi verikal lainya,” ucapnya. (*/ril)

Jumlah DPT Pilkada Kota Tangerang 2018 Sebanyak 1.027.522 Orang

Komisioner KPU, Panwaslu, partai pengusung, dan akademisi tampil 
di atas panggung setelah menerima hasil penetapan DPT Pilkada 2018. 
(Foto: Istimewa)  
NET – Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Kota Tangerang sebanyak 1.027.522 orang dengan rincian pemilih laki-laki 514.146 orang dan perempuan 513.376 orang. Hal ini ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang dalam rapat pleno terbuka, di Allium Hotel, Cipondoh, Kamis (19/4/2018).

Rapat pleno yang dipimpin oleh Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi itu menyebutkan jumlah DPT tersebut dikumpulkan dari 104 kelurahan dan akan tersebar di 3.091 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sanusi mengatakan pada tahapan tanggapan dan pengumuman masyarakat pada tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) jumlah Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yaitu 1.27.000.736, kemudian terkoreksi sebanyak 184 pemilih Kartu Tanda Penduduk (KTP) non-elektronik.

"Koreksi dari kami itu, atas masukan dan tanggapan terkait dengan pemilih baru. Kami koreksi ada 184 pemilih KTP non-elektronik. Ketika kita koordinasikan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) itu tidak ditemukan dan betul-betul orang yang tidak diketahui keberadaannya, maka itu kita coret," ujar Ahmad Syailendra, Komisioner KPU Kota Tangerang Divisi Program dan Data.

Jika nanti ada warga yang masih belum terdaftar, lanjut pria yang akrab disapa Indra, masih bisa menggunakan hak pilihnya pada saat hari pencoblosan pada  27 Juni 2018. "Warga yang belum terdaftar boleh menggunakan hak pilihnya dengan membawa KTP elektronik atau Surat Keterangan (Suket) pada tanggal 27 Juni nanti saat mencoblos. Kita masih tetap melakukan pelayanan," ucap Indra.

Sementara Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi dalam sambutan singkatnya mengatakan penyelenggaraan Pilkada Kota Tangerang ini harus berjalan sebagaimana mestinya, walau mungkin masih ada kekurangan di masing masing wilayah.

"Kami berharap penyelenggaraan pesta demokrasi Pilkada ini bisa dapat berjalan aman, damai, dan nyaman, sesuai keinginan kita semua," tutur Sanusai.

Diketahui, kegiatan dihadiri seluruh jajaran Komisioner KPU Kota Tangerang beserta PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Tangerang. Hadir juga dalam kegiatan seluruh jajaran Panwaslu Kota Tangerang dan para pemimpin Partai Politik (Parpol) pengusung. Para akademisi dan kaum intelektual beserta unsur Muspida di Kota Tangerang pun turut menyaksikan acara tersebut. (*/ril)
                

Ad Inside Post


Top