ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

IPW: Pengangkatan Plt Gubernur Jabar, Cagub Dari Polri Bisa Kalah Telak

Neta S. Pane: Polri nakin arogan dan tidak profesional.
(Foto: Istimewa/koleksi pribadi)  

NET – Ketua Presedium Ind Police Watch (IPW) Neta S. Pane menilai dengan dilantiknya jenderal polisi menjadi pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jawa Barat bisa berdampak pada kekalahan total terhadap sejumlah perwira tinggi purnawirawan Polri yang ikut Pemilihan Gubernur (Pilgub) di sejumlah daerah.

Dari penelusuran Ind Police Watch (IPW) di sejumlah daerah yakni Perwira Tinggi (Pati) Polri ikut Pilgub muncul kesan kekecewaan terhadap kepolisian yang dinilai sangat arogan mengambil jatah birokrat sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Berbagai kelompok masyarakat yang ditemui menegaskan Polri makin arogan dan tidak profesional, sehingga mereka khawatir jajaran kepolisian tidak akan netral dalam Pilgub 2018, terutama di daerah yang diikuti pasangan calon dari kepolisian,” ujar Neta S. Pane melalui Siaran Pers yang diterima TangerangNet.Com, Selasa (19/6/2018).

Kelompok masyarakat yang ditemui tersebut mengaku tidak akan memilih pasangan calon gubernur (Cagub) dari kepolisian. Jika hal ini terjadi dikhawatirkan akan berdampak negatif pada sejumlah Pati Polri yang ikut Pilgub 2018.

“Mereka sudah bekerja keras berbulan-bulan tapi hasilnya sia-sia karena kalah akibat adanya aksi ‘pemaksaan’ Pati Polri menjadi Plt Gubernur Jabar,” tutur Neta.

Seharusnya, kata Neta, dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Polri jangan mau ditarik-tarik elite tertentu ke wilayah yang tidak jelas. Apalagi sampai melanggar Undang-Undang Polri segala. Ada pun keterlibatan purnawirawan Pati Polri dalam Pilkada 2018 sebenarnya bisa dijadikan momentum untuk mengukur kepercayaan publik terhadap Polri.

“Tapi akibat ada kasus Plt Gubernur Jabar ini, semua polisi yang ikut Pilgub bakal keok dalam pertarungan, sehingga target tolok ukur itu tidak bisa tercapai,” ungkap Neta.

IPW sangat menyayangkan jika Polri membiarkan dirinya ditarik tarik ke wilayah politik praktis oleh elit tertentu. Termasuk membiarkan Patinya dijadikan Plt Gubernur di Jawa Barat. Hal itu lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya pada Polri. Sebagai institusi penegak hukum, Polri harusnya konsisten menegaskan bahwa penunjukan patinya sebagai Plt Gubernur adalah tindakan yang melanggar undang-undang kepolisian dan ini tidak bisa dibiarkan. 

“Bagaimana Polri bisa dipercaya jika elitnya membiarkan institusinya melanggar undang undangnya sendiri,” ujar Neta menegaskan.

Menurut Neta, Publik memang tidak berdaya menghadapi pemaksaan Pati Polri menjadi Plt Gubernur Jabar. Tapi publik sepertinya akan melakukan perlawanan, dengan cara tidak akan memilih pasangan polisi dalam Pilgub 2018. Fenomena inilah yang terekam IPW sehari setelah muncul polemik Plt Gubernur Jabar.

Akibat lainnya, kata Neta, publik menilai Polri semakin tidak profesional, netralitasnya diragukan dan Polri sudah ikut-ikutan main politik politikan dan situasi ini menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan Pilkada 2018. Bagaimana pun manuver yang melibatkan Polri dalam kasus Plt Gubernur Jabar akan membuat berbagai pihak merasa kesal dan bukan mustahil mereka bermanuver untuk mempermalukan kepolisian.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah mengangkat Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Iriawan sebagai pelaksana tugas Gubernur Jawa Barat yang telah kosong sejak Muhammad Eriawan (Aher) periodenya berakhir. Iriawan akan menjalankan tugas selama proses
Pilkada Jabar berlangsung dan sampai terpilih Gubernu Jabar yang baru. (*/ril)


Korban Tewas Tabrakan Kereta, Masih Satu Keluarga

Salah seorang korban tabrakan kereta saat dirawat di RSUD Tangerang
mendapat perhatian Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Ojo.
(Foto: Istimewa/Humas Polres Metro Tangerang Kota)   

NET – Korban kecelakaan tabrakan antara mobil Toyota Avanza warna abu-abu B 1025 CKR dengan Kereta Api (KA) rute Duri-Tangerang, Minggu ( (17/6) sore, adalah satu keluarga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, keenam korban itu merupakan satu keluarga yang tinggal di Gangg Sawo 1, RT 003 RW 005, Kelurahan Poris Pelawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Mereka mengalamai kecelakaan sesaat pulang bersilaturahmi ke rumah kerabatnya  yang masih di wilayah Kota Tangerang untuk halal bihalal Lebaran Idul Fitri.

Peristiwa itu terjadi  ketika mobil Avanza yang dikemudikan Nanang sedang  melintasi di rel KA yang tak  jauh dari Stasisun Batu Ceper, Kota Tangerang. Tiba-tiba di tengah rel, mobil tersebut mogok. Saat itu juga melintas KA 2190 rute Duri-Tangerang. Sehingga terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan mobil Avanza tersebut terseret hingga sekitar 50 meter.

"Begitu melihat mobil itu mogok, saya berteriak-teriak agar semua  penumpangnya turun. Namun dalam waktu sekejap KA rute Duri-Tangerang datang melintas, sehingga terjadilah kecelakaan ," ujar  Effendy, penjaga perlintasan KA di lokasi kejadian.

Hingga berita ini disusun, tiga jenazah dan tiga orang korban yang mengalami luka-luka masih disemayamkan dan dirawat di RDUD Tangerang. (man)

Pengemudi Avanza Terobos Perlintasan Kereta, 3 Orang Tewas

Petugas mengevakuasi korban yang berada di dalam mobil Toyota
Avanza untuk memberikan pertolongan.
(Foto: Istimewa/Humas Polres Metro Tangerang Kota)    

NET – Tiga orang meninggal dunia akibat tabrakan di perlintasan dekat Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang setelah kereta KRL menabrak minibus Toyota Avanza B 1025 CKR, Minggu (17/6/2018). Selain tiga orang meninggaldunia, tiga orang luka-luka.

Ketiga orang yang meninggal dunia yakni Nanang Yulian, 39, warga Jalan KH Agus Salim RT 03 RW 05, Kelurahan Poris Plawad, Kota Tangerang, adalah pengemudi. Sedangkan penumpang yang meninggal dunia Robiatun Munawaroh, 34, Hj. Maryanah, 59. Penumpang yang korban luka-liuka yakni H. Darwan, 72, Dumiyati, 38, dan Naura, 4,5.

Peristiwa bermula ketika kereta KRL sedang melaju dari arah Jakarta menuju Tangerang tiba-tiba di perlintasan tersebut datang mobil Avanza menerobos. Namun, malang mobil Avanza yang dikemudikan Nanang tidak dapat melewati rel kereta dan tabrakan pun tidak terhindar.

Kepala Bagian Humas Polres Metro Tangerang Kota Komisaris Polisi Abdul Rachim menyebutkan perlintasan tersebut sudah ditutup oleh penjaga perlintasan yang terbuat dari bambu. Namun, pengemudi mobil Avanza tetap nekat menerobos sehingga terjadi tabrakan tersebut.

Setelah terjadi tabrakan, kereta KRL pun terhenti dan warga di sekitar yang menyaksikan di tempat kejadian perkara (TKP) memberikan pertolongan kepada korban untuk dikeluarkan dari mobil Avanza. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang.

Namun setelah sesampai di RSUD, dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darusat (IGD) memastikan tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka mendapat perawatan.

Atas kejadian tersebut, Abdul Rachim mengimbau kepada masyarakat pengguna kendaraan agar tetap mematuhi peraturan lalulintas untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. “Sebaiknya, masyarakat saat mengemudi mengikuti dan menaati peraturan lalulintas,” tutur Abdul Rachim. (*/ril)

Kini, Ketua KPU RI Melantik Anggota KPU Kabupaten Kota

Ketua KPU RI Arief Budiman (duduk berpeci) seusai pelantikan bersama 
komisioner KPU RI dan KPU Banten: tetap jujur dan netral. 
(Foto: Istimewa)   

NET – Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Arief Budiman melantik 18 anggota KPU Kabupaten dan Kota Provinsi Banten periode 2018-2023. Pelantikan dilangsungkan di Hotel Day Hotel, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

“Seusai dilantik, para komisioner langsung bekerja baik yang berkatian dengan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah-red) dan Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden. Yang paling penting jujur dan tetap netral dalam menjalankan tugas,” ujar Arief Budiman.

Delapan belas anggota KPU yang dilantik bertugas di Kabupaten Pandeglang yakni; Ahmad Sujai’I, A. Munawar, Andri Ausauni, Ahmad, dan Samsuri. Kabupaten Tangerang yakni; Muhamad Ali Zaenal Abidin, Akhmad Subagia, Imron Mahrus, Wahyu Diana Mulya, dan Ita Nurhayati.

Kota Cilegon yakni: Irfan Alfi, Eli Jumaeli, dan Patchurohman. Kota Tangerang Selatan yakni: Bambang Dwitoro, M. Taufiq MZ, Achmad Mudjahid Zein, Ajat Sudrajat, Ade Wahyu Hidayat.

“Pada periode sekarang ini berbeda dengan sebelumnya, pelantikan dilakukan secara berjenjang. Komisioner KPU Kabupaten dan Kota dilantik oleh Ketua KPU Provinsi. Tapi sekarang, dilantik oleh Ketua KPU RI,” ujar Ramelan, komisioner KPU Banten kepada TangerangNet.Com, Minggu (17/6/2018).

Ramelan menjelaskan pelantikan yang dilakukan oleh Ketua KPU RI hal itu diatur dalam undang-undang dan peraturan. “Jadi, tidak ada masalah dan semua berjalan lancar. Tugas kita di provinsi pun semakin berkurang,” ucap Ramelan. (ril)

Hari Ini 4 KPU Kabupaten/Kota Provinsi Banten Dilantik

Ketua KPU RI Arief Budiman menurut rencana akan melantik
anggota KPU Kabupaten/Kota periode 2018-2023.
(Foto: Istimewa)  

NET – Pada sore ini Lebaran kedua, Sabtu (16/6/2018) Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Airief Budiman melantik anggota  KPU Kabupaten/Kota wilayah Banten periode 2018-2023, di Day Hotel, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

“Ya, rencananya empat wilayah di Provinsi Banten hasil seleksi akan dilantik oleh KPU RI,” ujar Komisioner KPU Banten Nurkhayat Santoso kepada TangerangNet.Com, Sabtu (16/6/2018).

Berdasarkan Keputasan KPU RI Nomor 446/PP.06-Kpt/05/KPU/VI/2018 tanggal 4 Juni 2018 tentang penetapan anggota KPU Kabupaten/Kota Periode 2018-2023 telah diumumkan kepada masyarakat nama-nama yang lulus seleksi berdasarkan peringkat nilai.

Mereka yang dilantik berdasakan peringkat dari Kabupaten Pandeglang yakni; Ahmad Sujai’I, A. Munawar, Andri Ausauni, Ahmad, dan Samsuri. Kabupaten Tangerang; Muhamad Ali Zaenal Abidin, Akhmad Subagia, Imron Mahrus, Wahyu Diana Mulya, dan Ita Nurhayati.

Kota Cilegon yakni: Irfan Alfi, Eli Jumaeli, dan Patchurohman. Kota Tangerang Selatan yakni: Bambang Dwitoro, M. Taufiq MZ, Achmad Mudjahid Zein, Ajat Sudrajat, Ade Wahyu Hidayat.

“Alhamdulillah hari ini, kami akan dilantik oleh KPU RI,” ujar Muhamad Ali Zaenal Abidin, calon anggota KPU Kabupaten Tangerang yang periode kedua.

Zaenal mengatakan meski sekarang masih suasa Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, pelantikan tetap dilakukan oleh KPU RI. “Begitulah kalau menjadi penyelenggaran Pemilu, meski hari libur tetap kerja,” ucap Zaenal, komisioner KPU Kabupaten Tangerang priode 2013-2018 yang akan menjalankan tugas pada periode kedua. (ril)

Tim Pencari Fakta Kematian Wartawan Yusuf, PWI Pusat Terjun Langsung

Ilham Bintang: membedah berita yang ditulis almarhum M. Yusuf.   
(Foto:  Istimewa/Industry)   

NET - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memberikan reaksi cepat kematian almarhum Muhammad Yusuf, 42, wartawan Kemajuan Rakyat yang meninggal pada 10 Juni 2018. Muhammad Yusuf tewas setelah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PWI Pusat Sasongko Tedjo mengatakan telah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF), yang diketuai oleh Ilham Bintang yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.

“Selain Ilham Bintang, TPF PWI Pusat diisi sejumlah nama wartawan senior seperti Marah Sakti Siregar, Wakil Ketua dan Wina Armada Sukardi sebagai  Sekretaris TPF,” ujar Sasongko dalam Siaran Persnya derima Redaksi TangerangNet.Com, Sabtu (16/6/2018).

Selanjutnya, kata Sasongko, untuk  anggota TPF PWI terdiri atas beberapa nama yaitu; Uni Lubis, Gusti Rusdi Effendi, Zainal Helmi, Agus Sudibyo, Firdaus (Banten), dan Teguh Santosa.

Menurut Sasongko, TPF PWI mulai aktif betugas pada 22 Juni 2018 mendatang. Tim Pencari Fakta PWI Pusat dengan program kerja akan membedah kembali karya jurnalistik serta kasus yang tengah didalami oleh almarhum Muhammad Yusuf di Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, almarhum Muhammad Yusuf dijebloskan ke penjara setelah menulis pemberitaannya terkait sengketa perebutan lahan di antara PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) dan warga Pulau Laut. 

Tulisan almarhum Muhammad Yusuf, disebut bermuatan provokasi, tidak berimbang, dan menghasut yang merugikan MSAM. 

Atas tuduhan itu, Muhammad Yusuf  dijerat dengan Pasal 45A Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancamannya pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (*/ril)

Bandara Gagalkan Penyelundupan Narkotika Jelang Lebaran

Tersangka O dengan barang bukti: santai menghadapi pemeriksaan. 
(Foto: Istimewa)   

NET - Pengamanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selalu diuji oleh para pelaku penyelundup narkoitka. Meski selalu gagal, tetapi para penyelundup narkotika terus mencobanya.  Modus operandi yang dilakukan pun beragam. 

Seorang pria, O yang tinggal di Jalan Petak Asem 07/5 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pun mencoba penyelundup.

“Benar tersangka O terindikasi membawa narkotika jenis sabu yang mencoba diselundupkan dengan cara menyimpannya di dalam celana dalam,” ujar Erwin Revianto, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kepada wartawan, Kamis (14/6/2018).

Adapun tersangka O yang merupakan penumpang Lion Air JT 0656 tujuan Jakarta-Lombok itu  melakukan check in di Lion Tower Jakarta.

Tersangka O mencoba mengelabui petugas dengan tidak melakukan check-in di area counter check-in yang terdapat di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

“Tersangka diamankan di SCP2, yang berupaya dengan tenang masuk ke dalam pemeriksaan awal (SCP1) tanpa bagasi langsung ke SCP2. Namun, di SCP2 alarm menyala, kami lalu mengamankan tersangka ke dalam ruangan khusus,” tutur Erwin.

Setelah diperiksa, di dalam celana dalam pelaku didapati satu paket yang diduga berisi sabu dengan ukuran besar. Pelaku diketahui sendirian dalam beraksi. Diduga jaringan narkoba lain telah mengantarnya ke bandara.

“Kami juga mendapati dua alat penghisap sabu, yang biasa disebut bong. Atas peristiwa ini, kami berkoordinasi dengan petugas dari Polres Bandara Soekarno-Hatta untuk ditindaklanjuti,” terang Erwin. (*/ril)


Ad Inside Post