ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Kejahatan Di Cipondoh Marak, Polisi Tembak Mati Pembobol Rumah

Waka Polres Meteo Tangerang Kota AKBP Harley Silalahi saat 
menyaksikan barang bukti yang diambil para pelaku kejahatan. 
(Foto:  Man Handoyo/TangerangNet.Com)   

NET - Kejahatan dengan cara membongkar rumah di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, makin marak. Akibatnya petugas Polres Metro Tangerang, menembak mati satu dari tiga pelaku yang kerap beraksi di wilayah tersebut.

Pelaku yang ditembak mati adalah, PA, 18, sedangkan satu orang lainnya, MEE, 19, diamankan ke kantor Polres Metro Tangerang, dan satu orang lagi, AA, 19, melarikan diri.

Wakil Kepala (Waka) Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harley Silalahi, Jumat (20/7l/2018), mengatakan penembakan itu berawal dari laporan korban yang rumah sekaligus dijadikan tempat usaha rumah makan di Kampung Kenanga RT 04 RW 05,  Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dibobol kawanan penjahat.

Setelah dilakukan penyelidikan, kata Waka Polres, petugas menangkap MEE dan PA di wilayah Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Namun ketika dikembangkan dan diminta untuk menunjukkan tempat persembunyian pelaku lain, PA berusaha melawan dan merebut senjata api petugas.

Akibatnya, kata Waka Polres, petugas mengambil tindakan tegas dan terukur dengan cara menembak pelaku, sehingga pelaku tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang.

"Polisi terpaksa bertindak tegas karena pelaku berusaha melawan," ucap Waka Polres.

Hasil dari pemeriksaan terhadap MEE, kata Waka Polres, ketiga orang pelaku diketahui sudah empat kali melakukan aksinya di wilayah Cipondoh. Terakhir di rumah yang sekaligus dijadikan tempat usaha rumah makan di Kampung Kenanga RT 04/05, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dengan cara menggondol 15 unit tabung gas elpiji 3 Kilogram dan kotak amal.

"Begitu mereka berhasil membobol rumah, apapun barang yang bisa cepat dijual, mereka bawa," ujar  Waka Polres.

Dan di lokasi yang lain, kata Waka Polres ketiga orang itu  juga pernah menggondol sepeda motor serta  barang-barang elektronik yang diparkir dan ada  di dalam rumah.

Berdasarkan data yang di peroleh di lapangan, kejahatan dengan membobol rumah belakangan ini marak di Cipondoh. Salah satunya di rumah Fathur Arifin di Jalan Irigasi, Kampung Kenanga, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Burung piaraan yang sudah ditawar dengan harga puluhan juta rupiah digondol sekawanan pejahat. Kasus itu pada 25 April 2018 lalu dilaporkan ke Polsek Cipondoh, Kota Tangerang, lengkap dengan barang bukti rekaman CCTV yang jelas menunjukkan wajah serta nomor polisi sepeda motor yang dikendarai pelaku.

Namun hingga kini kasus tersebut jalan di tempat. "Ya nanti kita lihat. Yang jelas setiap laporan warga kita sikapi,” kata Kapolsek Cipondoh, Kompol Sutrisno yang mendampingi Waka Polres Metro Tangerang saat memberikan penjelasan soal penembakan satu dari tiga orang pelaku itu. (man)
                                                                                                                                               

KPU Banten: Hasil Verifikasi Caleg, Mantan Koruptor TMS

Komisioner KPU Kota Tangerang Ahmad Saylendra dan Banani Bahrul 
serius memeriksa berkas caleg Partai Berkarya saat pendaftaran.
(Foto: Syafril Elain/TangerangNet.Com)  

NET – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten memastikan mantan koruptor yang mengajukan diri sebagai calon anggota legislative disampaikan melalui partai politik peserta Pemilu 2019, dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Bakal calon anggota legislative yang ada bukti telah terkena perkara tindak pidana korupsi, kami  nyatakan pencalonannya TMS,” ujar Nurkhayat Santosa kepadaTangerangNet.Com, Jumat (20/7/2018) malam.

Nurkhayat, komisioner KPU Banten yang membidang hukum tersebut mengatakan proses pendaftaran calon anggota legsilatif (Caleg) sekarang ini KPU melakukan verifikasi berkas yang sudah diserahkan oleh partai politik. “Proses verifikasi administrasi sudah selesai kemarin (Kamis, 23/7/2018). Hari ini, kita simpulkan dan besok (Sabtu, 25/7/2018) hasilnya akan diserahkan kepada masing-masing pengurus partai politik,” tutur Nurkhayat, mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Tangerang itu.

Ketika ditanya, caleg yang dinyatakan TMS itu langsung dicoret? “Tahapan sekarang ini belum sampai ke pencoretan tap sebatas Memenuhi Syarat (MS) atau BMS. Masih ada tahapan untuk perbaikan,” ungkap Nurkhayat tanpa merinci mantan koruptor yang dinyatakan TMS.

Nurkhayat mengatakan masa perbaikan mulai pada 22 Juli sampai dengan 31 Juli 2018. “Besok semua pengurus partai politik diundang ke kantor KPU Banten untuk menerima berkas yang sudah diverifikasi untuk diperbaiki,” jelas Nurkhayat.

Sementara itu, anggota KPU Banten yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan ada seorang caleg  dari Kota Tangerang daerah pemilihan B, sebagai mantan koruptor dinyatakan TMS. "Ya, Abang tahu kan pernah disidangkan perkaranya yakni DT," ungkapnya sambil berlalu.

Secara terpisah, Ketua KPU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Bambang Dwitoro mengatakan setelah melakukan verifikasi belum menemukan caleg yang mantan kourptor. “Kalaupun ada pasti kami nyatakan TMS,” ucap Bambang.

Ketika ditanya Ketua KPU Kabupaten Tangerang Muhammad Ali Zaenal Abidin tentang adakah mantan koruptor mencalonkan diri, belum ditemukan. “Sejauh ini belum ditemukan karena dalam berkas  informasi bakal calon (model bb.2) tidaka ada status khusus yaitu mantan terpidana koruptor. Kalaupun ada, pasti TMS,” ujar Zaenal.

KPU Kota Tangerang pun belum menemukan adanya mantan koruptor. “Belum ada kami temukan mantan koruptor. Hasil verifikasi, akan kami sampaikan besok (Sabtu, 25/7/2018) kepada pengurus partai politik serta akan diumumkan di laman KPU Kota Tangerang,” tutur Banani Bahrul, anggota KPU Kota Tangerang yang membidangi pencalegan. (ril)


“Short Movie Festival" Kota Tangerang Tampil Akhir Bulan Ini

Ilustrasi "Short Movie Festival"  (Foto: Istimewa)  

NET - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang akhir bulan ini akan meluncurkan kegiatan yang fantastis, yakni short movie festival DPD KNPI. Rencananya kegiatan tersebut dihelat pada 28 Juli 2018 mendatang di Lapangan Gedung Olah Raga (GOR) Jalan A. Dimyati, Sukasari, Tangerang.

Ketua Pelaksana Acara Ridho Fatullah, Jumat (20/7/2018) mengatakan saat ini pendaftaran lomba short movie festival sudah ditutup. Sedikitnya ada sekitar 50 peserta yang mendaftarkan ke panitia.

Namun yang baru mengirimkan berkas sekitar 33 peserta dan beberapa di antaranya sudah mengirimkan trailer video melalui YouTube dan Instagram yang ditentukan.

"Sejauh ini, persiapan kita sudah 90 persen. Kalau proses perlombaan film pendeknya sudah selesai, tinggal menunggu berkas yang dikirim peserta dan akan dinilai oleh dewan juri," tutur Ridho.

Ada 3 tema, kata Ridho, yang ditentukan panitia dari dua kategori pelajar dan umum. Di antaranya nilai-nilai kebhinekaan Indonesia, keistimewaan Kota Tangerang, dan peran pemuda dalam pembangunan.

"Trailer video yang sudah kami lihat sangat bagus, kreatif dan inovatif. Nantinya 6 film terbaik akan diputar saat malam penganugerahan pada 28 Juli 2018," jelasnya.

Pada malam penganugerahan telah disiapkan beragam acara seperti Live Music dengan bintang tamu artis reggae Momonon, Agnimaya, Anjar Oxs, Mata Panda, dan band lainnya. Pada siang harinya panitia melaksanakan bakti sosial donor darah, kopi gratis cangkir jalanan, live mural dari Shana dan Wackly.

"Acara seremonial sudah kita mulai sejak pagi dengan mengundang Walikota, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim dan stakeholder lainnya. Nantinya saat pembukaan bakal ada atraksi petasan yang dikelilingi di leher, tarian lenggang Cisadane serta keliling Kota Tangerang dengan motor classic dan custom," papar Idunk Art, sapaan akrab Ridho Fatullah.

Ketua DPD KNPI Kota Tangerang Rusdi menambahkan kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HUT KNPI ke-45 dan selaras dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang mengusung konsep LIVE (Liveable, Investable, Visitable dan E-City).

"Dengan adanya event ini pastinya jumlah orang yang berkunjung ke Kota Tangerang meningkat. Apalagi yang mendaftar bukan hanya dari dalam kota saja tapi luar Kota Tangerang. Artis yang kita hadirkan pun menjadi magnet untuk orang berkunjung ke Kota Tangerang," paparnya. (*/rls)                                                       

Caleg Jurnalis Berjuang Lewat Partai Demokrat

Indra Setiawan (berkaca mata): terpanggil berjuang lewat parlemen. 
(Foto: Istimewa)   

NET - jurnalis senior di Tangerang, Indra Setiawan,  yang saat ini bekerja di Radar Banten mencoba mengukur kemampuan dengan tampil di panggung politik Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

“Berjuang itu banyak cara dan jalanya. Kalau selama ini melalui jurnalis tapi masih kurang dan masih perlu ditambah dan ditingkatkan lewat parlemen dalam hal ini dewan perwakilan rakyat di daerah,” ujar Indra Setiawan kepada TangerangNet.Com, Jumat (20/7/2018).

Pria berkaca mata ini tercatat sebagai bakal calon anggota DPRD Kabupaten Tangerang periode 2019-2024. Ia tampil melalui Partai Demokrat dan siap membesarkan partai dan meraih kursi DPRD Kabupaten Tangerang dari daerah pemilihan enam, yang meliputi empat kecamatan,  yakni Kecamatan; Pagedangan, Kelapa Dua,  Legok,  dan Cisauk.

Indra mengatakan berkontribusi untuk makin memajukan daerah dan menyejahterakan masyarakat haruslah masuk dalam sebuah system yakni lembaga legislatif adalah salah satunya.

"Saya sudah merasa puas berkontribusi untuk masyarakat dan daerah melalui pers, yang merupakan salah satu pilar demokrasi. Saya terpanggil berpindah ruang perjuangan yang tujuannya pun sama, untuk kemajuan masyarakat dan daerah," ungkap pria kelahiran 7 Mei 1976 ini.

Indra menilai Kabupaten Tangerang yang sudah maju dan gemilang di bawah kepemimpinan bupati muda, yakni Bupati Ahmed Zaki Iskandar, memerlukan banyak orang-orang muda.  Bukan sekadar muda, tapi memiliki kemauan dan kemampuan, serta berintegritas.

"Saya adalah salah satu orang-orang muda itu. Sehingga, insya Allah, saya siap bersinergis membangun dan mewujudkan Kabupaten Tangerang yang makin gemilang," tutur jurnalis yang aktif di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Pokja Wartawan Tangerang Raya ini.

Dikatakan Indra, insan pers sangat memiliki potensi berkontribusi bagi daerah, bangsa,  dan negara. Sudah banyak pemangku kebijakan negeri berlatar belakang jurnalis.

"Saya terpanggil untuk makin berperan. Banyak orang mampu berbuat, tapi terkadang tidak mau tampil. Oleh karena itu, saya berpandangan,  negara ini butuh orang yang mau,  mampu,  dan berintegritas. Dan, anak-anak muda punya kriteria itu," tandas Indra.  (*/ril)

Gubernur: Joko Waliyo Tetap Sebagai Sekretaris Dinas Dikbud Banten

Gubernur Banten H. Wahidin Halim: dinas tetap berjalan normal. 
(Foto: Syafril Elain/TangerangNet.Com)   

NET – Joko Waliyo tetap sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dan tidak pernah diberhentikan dari jabatan oleh Gubernur Banten H. Wahidin Halim.

"Tidak ada.  Saya tidak ada melakukan pemecatan terhadap Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Gubernur Banten menjawab pertanyaan wartawan di Kota Tangerang, Kamis (19/7/2018).

Gubernur menyatakan semua kegiatan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus tetap berjalan. “Pemerintah Provinsi Banten tidak mengeluarkan kebijakan untuk mencopot atau melakukan pemecatan terhadap Pak Joko Waliyo sebagai Sekretaris Dinas Penedidikan dan Kebudayaan,” ungkap Wahidin Halim dengan tenang.

Menurut Wahidin Halim, belum pernah menandatangani surat apa pun tentang pemberhentian jabatan Sekretaris Dindikbud. Yang bersangkutan (Joko Waliyo-red) juga tidak pernah mengajukan permohonan mengundurkan diri dari jabatan yang sekarang dipegangnya.

"Semua kegiatan harus berjalan. Dia juga tidak mengundurkan diri. Apalagi terkait dengan pasca pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru-red) online SMA/SMK Negeri lantas dicopot. Kegiatan lain di dinas juga tidak ada salah dari Pak Joko," ucap Wahidin Halim  yang kerap disapa WH.

WH menjelaskan jika dilakukan pemecatan terhadap Sekdis Dindikbud ataupun pejabat dan pegawai, harus ada asal muasalnya. Maka itu yang penting yang berada dilingkup Pemprov harus kerja profesional melayani masyarakat.

"Yang penting kerja yang benar dan profesional. Bahkan akan dapat reward kalau kerjanya bagus" tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah media memberitakan jika Joko Waliyo sebagai Sekdis Dindikbud Banten dicopot dari jabatannya. Issu pemberitaan pencopotan atau pemecatan Sekdis tersebut disebutkan lantaran yang bersangkutan melanggar proses pelaksanaanw PPDB Online. (*/ril)

Minta Uang Nikah Tidak Diberi, Rizky Bakar Rumah Orangtua

Kapolsek Ciledug Kompol Supriyanto (tengah) perlihatkan barang bukti. 
(Foto: Man Handoyo/TangerangNet.Com)   
NET - Rizky, 25, nekat membakar rumah orang tuanya di Gang Melati, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, karena saat minta uang nikah tidak dituruti. Akibatnya, Rizk ditangkap petugas Polsek Ciledug di rumah temannya di Kebayoran, Jakarta, Selatan.

Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto, Kamis (19/7/2018) mengatakan Rizky membakar rumah bapaknya, Lamin, 48, di Gang Melati, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang pada Jumat (6/7/2018) lalu karena saat ia meminta tambahan uang nikah tidak dituruti.

Akibatnya, kata Supianto,  pelaku yang juga pernah ditangkap oleh petugas Polres Jakarta Barat di wilayah Grogol dalam kasus narkotika, naik pitam dan mengambil bensin dari sepeda motornya untuk disiramkan ke pakaian yang dijemur di teras.

Kemudian jemuran pakaian itu disulut dengan korek api, sehingga dalam waktu sekejap sebagian rumah orang tua pelaku hangus terbakar. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut berusaha melerai dan memadamkan api. 

Namun pelaku tetap emosi dan merusak rumah tetangganya yang turut berusaha memadamkan api tersebut. Akibatnya, kaca rumah tetangga pecah lantaran dilempari batu. Kemudian pelaku melarikan diri.

Melihat kelakuan anaknya yang begitu bengis, Lamin melaporkan hal itu ke Polsek Ciledug. "Setelah mendapatkan laporan, akhirnya kami menangkap pelaku yang sedang bersembunyi di rumah temannya di Kebayoran Jakarta Selatan,'" tutur Supianto.

Dan atas perbuatannya, kata dia, pelaku gagal nikah lantaran dijerat dengan pasal 187 ayat (1e), (2e) dan pasal 406 KUHP, tentang pembakaran dan pengerusakan rumah, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Di hadapan petugas, Rizky mengaku hilaf sehingga nekat membakar dan merusak rumah orang tua dan tetangganya. "Saya khilaf karena saat minta uang untuk tambahan nikah pada Februari 2019 nanti tidak diberi," ucap Rizky.  (man)                                                                                                                                                                                     

Wagub: Hasil Reses Bantu Pemprov Rumuskan Kebijakan

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy:  mengetahui lebih dalam. 
(Foto: Istimewa)   

NET - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy kegiatan reses yang dilakukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selama 6 hari adalah agar Pemerintah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dapat mengetahui lebih dalam dan menjadi bahan kajian terkait aspirasi masyarakat.

“Saat ini, Pemerintah Provinsi Banten sedang melakukan tindakan bagaimana masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya, serta mendapatkan informasi yang ada agar dapat terserap masyarakat melalui berbagai program yang dibantu oleh pendamping,” ujar Wakil Gubernur, Kamis (19/7/2018).

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) saat menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Reses Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Banten Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2017-2018, di Gedung DPRD Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang.

Pelaksanaan reses selama 6 hari kerja berlangsung mulai pada 3 Juli sampai dengan 10 Juli 2018 agar Pemerintah dapat mengetahui lebih dalam dan menjadi bahan kajian terkait aspirasi masyarakat Banten. Kegiatan reses di antaranya meliputi bidang pemerintahan, perekonomian, keuangan, dan aset pembangunan, dan kesejahteraan rakyat.

“Hasil reses ini, kemudian akan disampaikan kepada Pak Gubernur (Wahidin Halim-red) sebagai bahan kajian dan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan ke depan,” ungkap Andika.

Laporan hasil reses disampaikan berdasarkan Daerah Pemilihan (Dapil) yang terdiri atas tiga Dapil yaitu Dapil Banten satu (Kabupatean Pandeglang dan Kabupaten Lebak), Dapil Banten dua (Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon) dan Dapil Banten tiga (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan).

Rapat Paripurna diselenggarakan sebagai pelaksanaan pasal 64 ayat (5) Peraturan DPRD Provinsi Banten Nomor 1 tahun 2014 tentang tata tertib masa reses dipergunakan oleh anggota DPRD secara perorangan atau kelompok untuk mengunjungi daerah pemilihannya guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung yang kemudian dibuat laporan tertulis terkait derah pemilihan tersebut.

Seluruh anggota DPRD dari masing-masing Dapil berharap agar laporan hasil reses ini dapat dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya guna mensejahterakan masyarakat Provinsi Banten. (*/rls)