ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Gema Kosgoro DI Kedubes AS, Serukan Presiden Trump Tobat

Sejumlah anggota Gerakan Mahasiswa Kosgoro saat berada di depan
Kedutaan Besar Amerika Serikan, Jakarta. (Foto: Istimewa)   
NET - Gerakan Mahasiswa Kosgoro mendatangi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdaksa Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Mereka  menyerukan Presiden AS Donald J. Trump agar tobat nasuha dan kembali ke jalan yang benar. Seruan ini menyusul pernyataan resmi Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Gerakan Mahasiswa Kosgoro menyerukan agar Trump segera tobat. Pernyataan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel telah melukai hati rakyat Indonesia,” ujar  Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Kosgoro HM Untung Kurniadi kepada wartawan seusai menggelar aksi di Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Kamis (14/7/2017) sore.

Untung menyebutkan pernyataan dari Amerika Serikat tersebut telah mengganggu proses perdamaian di Timur Tengah khususnya konflik berkepanjangan antara Israel dengan negara Palestina. Padahal saat ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama negara-negara konferensi Islam (OKI) tengah mengupayakan perdamaian lewat Solusi Pengakuan Dua Negara.

Makanya Gerakan Mahasiswa Kosgoro mendukung upaya Pemerintah Republik Indonesia dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo untuk konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaan sebagaimana pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan dimuka dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Segeralah tobat Tuan Trump dan kembali ke jalan yang benar. Anda sebenarnya dapat menegakkan perdamaian di  Palestina dan di dunia. Semoga Tuhan menyelamatkan Palestina,” kata Untung. (*/ril)

Aksi Perampasan Tas Dengan Senjata Api Terjadi Di TPA Rawa Kucing

Korban Ny. Nunung Rosmawati mendapat perawatan dari tim medis.
(Foto: Istimewa)   
NET – Aksi perampasan yang diduga menggunakan senjata api terjadi Rabu (13/12/2017) siang di depan Tempat Pembuangan Akhir (TPA-sampah) Rawa Kucing, Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Korban Ny. Nunung Rosmawati, 60, menderita luka dan kehilangan tas berisi uang.

Peristiwa itu bermula ketika Ny Nunung, warga Perumahan Sepatan Graha Indah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, melintas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih berplat nomor B6830 YMA. Tiba-tiba sepeda motor yang dikendarainya, dipepet oleh dua orang laki-laki tidak dikenal dengan menggunakan kendaraan sepeda motor Honda Vario warna merah tanpa plat nomor.

Kedua laki-laki tersebut mengenakan celana dan jaket warna hitam, celana jean biru dan mengunakan helm. Kemudian  kedua orang  tersebut menodongkan diduga sejenis sejata api ke arah muka Ny. Nunung Rosmawati, yang berprofesi sebagai guru.

“Serahkan tasnya,” teriak sang penodong.

Mendapat todong senjata api, Ny Nunung langsung  ketakutan dan berusaha menghindar dengan mamacu kecepatan sepedo motor yang dikendarainya. Akhirnya terjadi kejar-kejaran dan sesampai di tikungan pool Mobil Tanah, kedua orang penodong  tersebut berhasil merebut tas jinjing milik Ny. Nunung.

Akibatnya, Ny. Nunung terjatuh dan menabrak sepeda motor lain milik Ny. Ratnasari, 33, warga  RT 04 RW 05 Kelurahan Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Tas yang milik Ny. Nunung berpindah ke tangan, dalam penguasaan penodong. Tas tersebut berisi uang tunai Rp 1 juta, buku tabungan milik murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedaung 5, selembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atas nama Nunung Rosmawati, dan satu unit handphone merek Samsung.

Sedangkan Ny Nunung dan Ny. Ratnasari akibat peristiwa tersebut mengalam luka lucet pada lengan kanan dan luka bengkak. Kedua korban diobat ke klinik terdekan dan dibwa ke tukang urut.

Atas peristiwa tersebut, kasusnya masih dalam penyelidikan petugas dari Polsek Neglasari. (*/ril)

PWI Promosikan Kopi, Saat Lawatan Ke Korea Selatan

Baca koran dengan diselengi minum kopi saat pagi hari menjadi kebiasaan
masyarakat Indonesia sejak dulu kala. (Foto: Istimewa)  
NET  - Rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memadukan pers dan kopi dalam lawatan ke Republik Korea Selatan. Kunjungan ke negeri ginseng ini adalah bagian dari kerjasama PWI dengan Asosiasi Wartawan Korea (AWK) yang sudah terjalin sejak lima tahun belakangan.

Sekjen PWI Hendry Ch. Bangun yang memimpin delegasi PWI ke Korea Selatan dalam keterangan yang diterima redaksi tangerangnet.com, Rabu (13/12/2017).

Memadukan pers dan kopi, kata Bangun, sengaja dipilih sebagai tema kunjungan. Pertama, untuk kembali memperkenalkan kopi sebagai salah satu komoditas utama Indonesia. Kedua, untuk memetik pelajaran berharga dari masyarakat pers Korea, khususnya, yang berhasil mempromosikan ginseng sebagai salah satu brand utama negara itu.

"Masyarakat pers Korea Selatan memiliki cara yang terbukti jitu ikut mempromosikan ginseng ke seluruh dunia. Setelah itu, mereka berhasil mempromosikan produk-produk unggulan lain dari Korea Selatan seperti yang kita kenal sekarang ini," ujar Hendri yang juga anggota Dewan Pers RI itu.

Dia menjelaskan kopi yang dibawa berasal dari Aceh, Jambi, Pontianak, Tanjung Pinang, Bengkulu, Makassar, dan beberapa daerah lainnya. Kopi akan diberikan kepada institusi dan media yang dikunjungi dalam program ini. 

Selain Hendry, anggota delegasi PWI lainya adalah Ketua PWI Sumatera Utara Hermansjah, Ketua PWI Jambi Saman Muraki, Sekretaris PWI Kepulauan Riau Saibansah Dardani, Ketua PWI Jogjakarta Sihono, Ketua PWI Solo Anas Syahirul Alim, Ketua PWI Sulawesi Barat Naska Mahmud Nabhan, Sekretaris PWI Sulawesi Selatan Anwar Sanusi, Ketua PWI Kalimantan Barat Gusti Yusti Ismail, dan Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat Teguh Santosa.  

Dalam kunjungan kali ini, delegasi PWI dijadwalkan menjumpai ke sejumlah media di Korea Selatan, seperti Hankook Ilbo. Selain itu, ada rencana berkunjung ke fasilitas Olimpiade musim dingin yang akan diselenggarakan Februari 2018.

"Perlu bagi kita mempelajari persiapan Korea Selatan menggelar event olahraga internasional sekelas Olimpiade ini. Apalagi dalam waktu dekat Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Asian Games," tutur Hendri  seraya menambahkan delegasi PWI juga direncanakan berkunjung ke Institut Konvergensi Teknologi Karbon.

Selain itu, kata Hendri, delegasi PWI direncanakan bertemu Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi, dan Dutabesar Hubungan Internasional Kota Seoul Kim Chang Beom yang dikabarkan akan menjadi Dubes Korea di Indonesia dalam waktu dekat.

Dikatakan Hendri, pertemuan Dubes Umar Hadi dan Dubes Kim Chang Beom diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai upaya-upaya kedua negara dalam meningkatkan kualitas hubungan bilateral. (*/ril)

Rachmawati Terima Kunjungan Peserta Konferensi Internasional Bela Hak Rakyat Palestina

Rachmawati Soekarno Putri (duduk) dan peserta Konferensi Internasional
Membela Hak-hak Rakyat Palestina bertemu di rumah kediamannya. 
(Foto: Istimewa)   
NET - "Musuh kita yang sebenarnya adalah kaum nekolim yang menggunakan berbagai instrumen untuk mempertahankan dominasi dan penjajahan mereka, termasuk dengan memecah belah kita dalam proxy war yang sedang berlangung," ujar tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri, Selasa (12/12/2017).

Hal itu diungkapkan Rachmawati ketika menerima peserta Konferensi Internasional Membela Hak-hak Rakyat Palestina di kediamannya di Jalan Jatipadang Raya, Jakarta.

Rachmawati mengatakan solidaritas internasional untuk membela kemerdekaan bangsa Palestina dan penjajahan dan penindasan negara Israel, harus diletakkan di atas pondasi kemanusiaan yang universal serta melintasi sekat batas agama dan bangsa.

Karena itu, kata Rachma, solidaritas internasional untuk melawan kekuatan kelompok nekolim yang ingin mempertahankan tata dunia yang timpang juga harus melibatkan sebanyak mungkin kelompok masyarakat di dunia.

Konferensi yang dihadiri ratusan peserta dari sejumlah negara dan dibuka oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan itu diselenggarakan hari Kamis dan Jumat pekan lalu (7-8/12//2017) di Gedung Nusantara V DPR RI dan Hotel Sultan, Jakarta. Rachmawati sedianya menjadi salah seorang pembicara dalam Konferensi, namun berhalangan hadir. 

"Solidaritas ini harus melintasi sekat batas bangsa dan agama. Terlebih karena penjajahan atas bangsa Palestina bukan hanya nestapa bagi umat Muslim atau bangsa Arab, melainkan tragedi bagi seluruh umat manusia pembela kemanusiaan," ucap Rachma.

Delegasi yang menemui Rachma dipimpin oleh pendiri Voice of Palestine (VoP) Mujtahid Hashem, didampingi Koordinator Umum Kampanye Global untuk Palestina Kembali (Return) Yousef Abbas dari Suriah, dan Kordinator  Return di Amerika Latin Suhail Assaid dari Argentina. Pertemuan juga dihadiri aktivis Silaturahmi Anak Bangsa (Silabna) Alireza Alatas dan Uwais Alatas.

Dalam penjelasannya di hadapan Rachma, Mujtahid mengatakan Konferensi Konferensi Internasional Membela Hak-hak Rakyat Palestina telah melahirkan Deklarasi Jakarta sebagai perlawanan terhadap Deklarasi Balfour yang diterbitkan pemerintahan Inggris tahun 1917 silam.

Deklarasi Balfour yang berisi dukungan Inggris terhadap komunitas Yahudi untuk memiliki negeri di Palestina adalah awal dari penjajahan yang dialami bangsa Palestina.

"Kita memperjuangan hak rakyat Palestina untuk kembali ke tanah mereka yang diambil paksa oleh Israel. Juga hak mereka untuk menentukan nasib sendiri, serta hak mereka untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan yang mereka hadapi," kata Mujtahid.

Dia juga mengatakan peserta Konferensi sepakat untuk menggelar dua kegiatan penting yakni Intifada ke-3 dan Global March ke-2 tahun depan.

"Kami berharap Ibu Rachma turut meng-endorse dan memperluas gerakan ini. Kami yakin ini bagian dari perjuangan Bung Karno," katanya lagi.

Adapun Kordinator Umum Return Yousef Abbas dari Suriah mengundang Rachma untuk menghadiri konferensi internasional berikutnya di Beirut, Lebanon, bulan Maret tahun depan.

"Pikiran-pikiran Ibu penting untuk didengarkan pejuang kemerdekaan Palestina dan pembela kemanusiaan," katanya.

Sementara Suhail Assad dari Argentina mengatakan  masyarakat Amerika Latin memiliki pengalaman yang sama dengan masyarakat di Afrika dan Asia, yakni sama-sama mengalami penjajahan oleh kaum nekolim.

"Sehingga ketika kita kenalkan kepada mereka apa yang terjadi di Palestina, mereka bisa dengan mudah menerima, karena mereka juga mengetahui perasaan hidup dalam penjajahan (nekolim)," ujarnya.

Pada akhir pertemuan, Mujtahid Hashem, Suhail Assad, dan Yousef Abbas memasangkan syal perlawanan terhadap penjajahan Israel kepada Rachmawati.  (*/ril)

Gubernur Wahidin Siap Bangun Rumah Nenek, Tinggal Di Kandang Kambing

Nenek Sari di tangga rumahnya. (Foto: Istimewa)   
NET  - Setelah viral beberapa waktu lalu karena ada  Nenek Sari, 80, yang rumahnya merupakan bekas tempat tinggal hewan kambing di Kampung Pasir Awi, Desa Sanghiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, akan segara dibangun oleh Gubernur Banten H. Wahidin Halim.

Wakil Sekretaris Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Provinsi Banten Dedi Arisandi mengungkapkan hal itu setelah  terjun langsung meninjau lokasi rumah tidak layak huni Nenek Sari di Kabupaten Lebak.

"Saya diperintahkan Pak Gubernur untuk melihat secara langsung kondisi rumah Mak Sari yang viral beberapa waktu lalu di media jejaring sosial," tutur Dedi, Selasa (12/12/2017).

Dedi menuturkan kondisi rumah Mak Sari sangat tidak layak untuk dijadikan tempat untuk beristirahat. "Sungguh miris.  Saya cek langsung di lokasi. Ini tempat transit, tempat hewan kambing saat mau dijual. Kalau kambing kosong itu ditempati Mak Sari untuk istirahat" ucap Dedi.

Dedi yang  ditemani Kepala Desa Sanghiang Ocid Setiawan, mengaku  akan melaporkan hasilnya kepada Gubernur Banten. "Kita akan langsung melaporkan hasilnya kepada Pak Gubernur. Bahkan bukan hanya saja rumah Mak Sari yang tak layak huni, saya yang ditemenin Pak Lurah melihat juga rumah-rumah yang tak layak huni di Desa Sanghiang," pungkasnya.

Kepala Desa Sanghiang Ocid Setiawan yang mendampingi Wakil Sekretaris Forum CSR Provinsi Banten di lokasi rumah Nenek Sari mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Pemerintah Provinsi Banten.

"Alhamdulilah sudah dilihat secara langsung ke lokasi rumah yang tak layak huni.  Saya selaku kepala desa merasa senang sudah diperhatikan untuk membangun rumah tak layak huni, seperti rumah Mak Sari ini,"  tuturnya.

Ocid berharap agar dari proses tinjauan Forum CSR Banten hari ini bisa membuahkan hasil yang diharapakan warga desanya. "Sudah saya sampaikan tadi ke Forum CSR Banten agar rumah Mak Sari secepatnya bisa dibangun. Saya  tadi minta disalamin ke Pak Gubernur biar secepatnya memerintahkan Forum CSR Banten untuk membangun rumah yang tak layak huni di desa saya," ujar Kades Sanghiang kepada wartawan. (*/ril)

Polres Amankan 9 Orang DPO Dalam Razia Preman

Sejumlah preman yang terjaring ketika dikumpulkan di kantor Polres. 
(Foto: Istimewa)   
NET - Dalam rangka operasi preman menjelang Natal dan pergantian Tahun Baru 2018 yang dilakukan dari 7 Desember 2017 hingga Selasa (12/12/2017), Polres Metro Tangerang Kota telah mengamankan sebanyak 171 orang preman. Dari jumlah tersebut, sembilan orang di antaranya ditindaklanjuti secara hukum karena melakukan tindak pidana.

Kesembilan orang tersebut, adalah Andik, pelaku pengeroyokan di Pasar Tanah tinggi, Kota Tangerang, yang menyebabkan seorang korbannya meninggal dunia. Mahfudin pelaku pencurian sepeda motor, tiga orang pelaku perampasan telpon seluler, masing-masing: Yudha, Subandi, dan Ray Ramandon, dua orang pencurian di salah satu toko di Ciledug yaitu, Eko Prastyo dan Edward Rusdiker, serta dua orang lainnya yang kedapatan membawa senjata tajam.

"Dari sembilan orang yang kami amankan dan tindak lanjuti secara hukum ini, tujuh orang di antaranya memang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Metro Tangerang," ujar Wakil Kepala (Waka) Polres Metro Tangerang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harley H. Silalahi, Selasa (12/12/2017) petang.

Sedangkan sisanya, yang mayoritas sebagai juru parkir liar dan ‘pak ogah’, selain didata juga dikoordinasikan kepada pihak-pihak terkait seperti pengurus RukunTetangga (RT) di lingkungan mereka masing-masing dan orang tua. Tujuannya, kata Harley, supaya mereka  dibina dengan baik agar tidak kembali ke jalan.

Adapun tujuan dari operasi preman itu sendiri, kata Harley, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kota Tangerang. Supaya masyarakat yang sedang merayakan Natal dan tahun baru dapat menjalaninya dengan tenang dan damai. (man)

Direktur Utama BRI Dilaporkan Ke Bareskrim Polri

Johny Situwanda seusai melapor di Bareskrim memberi penjelasan 
kepada wartawan tentang apa yang dilaporkannya. 
(Foto: Dade Fatir, Tangerangnet.com)   
NET - Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Suprajarto dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Senin (11/12/2017). Penyebabnya keputusan pailit yang diajukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, dianggap merugikan orang lain yang bukan debitur.

Bukan hanya Suprajarto, mantan Direktur Utama BRI, Randi Anton, juga dipidanakan melalui laporan bernomor polisi LP/1356/XII/2017 Bareskrim, tanggal 11 Desember 2017 itu. "Turut dilaporkan R. Pandu Bagja Sumawijaya yang merupakan Kepala BRI Cabang Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, dan Tim Kurator," ujar Johny Situwanda, kuasa hukum korban,  kepada wartawan.

Laporan tersebut dilayangkan bermula saat Nyonya Lusy yang merupakan Ibunda dari klien Johnny, Ita Yuliana, mengajukan pinjaman ke BRI cabang Sumbawa.Pinjaman sekitar Rp 5,1 miliar itu, dilakukan dengan menjaminkan sejumlah barang berharga. Antara lain tujuh sertifikat meliputi rumah, 11 rumah toko (ruko), dan tanah.

Dalam perjalanannya, ibunda Ita dinilai BRI tak memenuhi kewajiban membayar angsuran. Karenanya, gugatan sebagai debitur yang pailit didaftarkan bank. Putusan hakim atas gugatan itu berpihak kepada BRI, sehingga eksekusi dilakukan. Persoalan mulai muncul, karena dalam eksekusi harta benda yang disita bukan hanya milik debitur, tapi juga punya Ita.

"Tim kurator memancangkan tiang papan pengumuman yang bertuliskan bahwa tanah, rumah, beserta isinya seperti barang berharga, barang usaha dan perhiasan, sebagai objek jaminan yang disita," ujarnya.

Menurut Johny, total nilai harta benda milik Ita yang disita mencapai Rp 35 miliar. Sementara sebelumnya, tim kurator juga telah menyita barang berharga jaminan milik Nyonya Lusy senilai Rp 37 miliar.

Di samping menyita barang berharga yang bukan jaminan, tim kurator juga dinilai bertindak tak sepatutnya dalam proses eksekusi, tim kurator dituding melakukan pengerusakan.

"Selain melakukan eksekusi bukan terhadap objek yang dijadikan jaminan, tim kurator juga melakukan perusakan dengan mencongkel rumah ketika eksekusi, tindakan yg sangat tidak patut dilakukan seorang Kurator, semua dugaan tindakan pidana yg merugikan tersebut klien kami  laporkan sebagai dugaan perbuatan pidana ke polisi," ungkap Johny.

Terlapor dijerat Pasal 368, 406, 335 dan 55 KUHP, tentang tindak pidana perampasan, pengerusakan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Johnny juga berencana memproses hukum keputusan pengajuan pailit oleh bank, karena dinilai menyalahi aturan. Dia menjelaskan jika seorang debitur dinyatakan tak sanggup membayar angsuran dari uang yang dipinjam, seharusnya tindakan berupa pelelangan barang jaminan sudah cukup. Bukan bank malah mengajukan kepailitan.

Bukan hanya itu, prosedur dan syarat pengajuan kepailitan juga dianggap Johny telah dilanggar BRI. "Syarat kepailitan itu minimal harus ada dua kreditur.  Di situ dimasukkan pihak Asuransi yg seharusnya bersama sama dengan BRI  merupakan satu pihak dalam Perjanjian Kredit,  karena asuransi adalah permintaan atau ketentuan dari BRI bahwa setiap debitur harus diasuransikan,  Karena itu sedang kita kaji apakah ini kebohongan kepada pengadilan atau tidak," kata Jonny. (dade)


Ad Inside Post


Top