ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Pemasangan alat peraga kampanye yang tidak pada tempatnya dibiarkan 
oleh KPU dan Panwaslu Kota Tangerang meski sudah sebulan lebih.   
(Foto: Syafril Elain/tangerangnet.com)   

Oleh: Katong Supriadi

DALAM beberapa bulan ke depan Kota Tangerang akan menggelar pesta besar yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada/Pilkada) untuk periode 2018 - 2023. Pemilukada Kota Tangerang yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018 nanti hanya memiliki 1 pasangan calon, yakni Arief R. Wismansyah dan Sachrudin. Meskipun hanya diikuti 1 pasangan calon namun Pilkada harus terlaksana dengan lancar tahapan-tahapannya sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang telah ditetapkan.

Bukan hanya itu, partisipasi masyarakat dalam pagelaran demokrasi di Kota Tangerang menjadi tolok ukur sejauh mana tingkat kepedulian masyarakat terhadap Pilkada, karena bagaimana pun juga Pilkada 2018 ini mejadi penentu bagaimana perkembangan dan kemajuan Kota Tangerang dalam 5 tahun ke depan.

Dalam memberikan edukasi mengenai Pilkada 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi institusi yang dipercaya untuk memberikan pemahaman dan informasi mengenai pelaksanaan Pemilukada, serta mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut serta dan mau memberikan hak pilihnya untuk kemajuan Kota Tangerang 5 tahun ke depan.

Sebanyak 1.037.369 nama pemilih sementara telah disahkan oleh KPU Kota Tangerang dari 13 kecamatan yang ada di Kota Tangerang. Dengan rincian 519.069 pemilih laki-laki dan 518.300 pemilih perempuan.

KPU Kota Tangerang dalam rilisnya siap melaksanakan 416 kegiatan sosialisasi di 104 kelurahan guna memberikan edukasi kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam perhelatan besar Pilkada Kota Tangerang 2018.

Sosialisasi yang saat ini sudah mulai berjalan menyasar kepada pemilih pemula, tokoh masyarakat, tokoh agama dan disabilitas. Namun setelah kurang lebih 2 bulan berjalan kegiatan sosialisasi oleh KPU Kota Tangerang masih banyak warga yang belum mengetahui informasi-informasi mengenai Pilakada yang pada bulan Juni nanti akan dilaksanakan. Bahkan banyak masyarakat masih belum tahu pada tanggal berapa Pilakada Kota Tangerang akan dilaksanakan?.

Masyarakat menilai seharusnya dengan anggaran yang besar, KPU bisa bekerja secara maksimal dalam memberikan edukasi agar partisipasi masyarakat memberikan suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) bisa mencapai 78%. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan KPU dinilai hanya menyentuh tataran masyarakat menengah dan atas yang memang sudah teredukasi dengan baik karena lebih sering terkena terpaan media, masyarakat yang ada di lingkungan padat penduduk sama sekali tidak tersentuh.

Masyarakat berharap KPU bisa turun ke bawah bahkan door to door atau pintu ke pintu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Jadi anggaran yang selama ini dipercayakan berguna manfaat demi tegaknya demokrasi di Kota Tangerang yang tercermin dari tingginya partisipasi masyarakat memberikan hak suaranya.

Pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan alat peraga sosial (APS) yang juga dipercayakan oleh KPU masih belum tepat tempat pemasangannya sehingga tidak terlihat dan ada yang rusak atau dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

KPU sebagai penyelenggara diharapkan bisa berfikir lebih kreatif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, bukan sekadar menuntaskan kewajiban tanpa melihat efektifitas dan efisiensinya. Anggaran Pilkada yang sangat besar  diharapkan bisa berbanding lurus dengan pengetahuan masyarakat di seluruh elemen dan tingkatan. Masyarakat berharap, KPU segera melakukan evaluasi sehingga bisa bekerja secara maksimal.

Penulis adalah:
Pengurus
Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (Fokal IMM) Kota Tangerang

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top