ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim dan Menkes Nila Moeloek: perhatian. 
(Foto: Istimewa)   

NET - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten H. Wahidin Halim yang punya perhatian penuh terhadap kesehatan rakyat Banten.

“Saya memang mendapat penghargaan dari Ibu Menteri Kesehatan tentang program penanganan kesehatan dan saya baru menjabat sebagai Gubernur beberapa bulan lalu,” ujar Gubernur Banten.

Hal itu disampaikan Gubernur Banten kepada Menkes Nilai Moeloek pada rapat kerja kesehatan nasional (Rakernaskes) 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Selasa (6/3/2018). Rakernas ini mengusung tema “Sinergitas Pusat dan Daerah Dalam Mewujudkan Universal Healty Cavorage melalui Percepatan Eliminasi Tuberkulosis, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunasi”.

Kepada Menkes, Gubernur Banten mengatakan berkaitan dengan program pengobatan gratis 2 juta rakyat Banten,  bisa dijadikan obyek penelitian. “Banten bisa dijadikan obyek penelitian pembangunan kesehatan karena masih tertinggal. Namun, saya yakin bila program pengobatan 2 juta rakyat Banten gratis dapat dilaksanakan, ketertinggalan Banten dalam penanganan kesehatanitu akan dapat mengejar daerah lain,” ujar Wahidin meyakinkan.

Gubernur mengatakan dalam penangangan kesehatan pengobatan yang akan dilaksanakan di Provinsi Banten atas dasar pengalaman sebagai Walikota Tangerang dua periode. “Saya cukup berpengalaman dalam penangangan program kesehatan gratis kepada warga,” tutur Wahidin yang akrab disapa WH.

Menurut Gubernur, warga yang telah mengikuti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan cukup banyak. Namun, ada pula yang belum ikut BPJS Kesehatan karena tidak mampu membayar uang premi yang jumlahnya mencapai 2 juta orang lebih.

“Nah, kalau 2 juta orang tersebut harus membayar premi dalam setahun mencapai Rp 600 miliar. Meski Pemerintah Provinsi Banten membayarkan sebesar itu, tidak semua penyakit bisa dapat diobati. Begitu juga jumlah Rp 600 miliar cukup besar tersedot dari APBD,” ucap Wahidin.

Sedangkan bila Pemerintah Provisi melaksankan program berobat gratis untuk 2 juta orang yang berkerja sama dengan sejumlah rumah sakit, akan dibutuhkan dana Rp 150 miliar. “Warga mau operasi, mau berobat sakit mata, berobat karena sakit dengkul, kita bayar. Yang dibayarkan oleh Pemprov sesuai yang berobat ke rumah sakit. Saya punnya inisiatif begitu sehingga warga Banten sehat,” ungkap Wahidin. (ril)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top