ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Partai politik pengusung pasangan calon Arief R. Wismansyah-Sachrudin
saat menyerahkan berkas syarat ke KPU Kota Tangerang.
(Foto: Istimewa) 
NET - Dari sekian banyak permasalahan di tahun politik, salah satu masalah yang paling kronis dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Tangerang, adalah politisasi Aparatur Sipil Negara (ASN, dulu disebut PNS/pegawai negeri sipil).

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Frum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM Tangerang Fauzan Assyab melalui Siaran Pers yang diterima tangerangnet.com, Sabtu (13/1/2017).

“Jika dilihat dari segi jumlah, ASN di suatu daerah rata-rata sangat kecil persentasenya dibanding total jumlah pemilih. Kendatipun demikian, yang perlu diperhatikan adalah ASN rata-rata memiliki status sosial yang tinggi di masyarakat, dan tidak jarang ASN memiliki pengaruh sosial yang besar di lingkungannya, sehingga dukungan mereka terhadap salah satu Pasangan Calon (Paslon) potensial memiliki efek yang berlipat di masyarakat,” tutur Fauzan.

Fauzan Assyab menegaskan apapun alasannya, tidak dibenarkan ASN mengarahkan dan memobilisasi apalagi menggalang dukungan masyarakat untuk memilih salah satu calon dalam Pilkada.

“Dialam perhelatan pilkada serentak yang diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, hampir dipastikan hanya menghadirkan calon tunggal dalam Pilkada Kota Tangerang dan potensi meningkatnya tindakan politik identitas dilakukan oleh ASN semakin tinggi,” tutur Fauzan meyakinkan.

Oleh karena itu, kata Fauzan, Fokal IMM Kota Tangerang tidak akan segan-segan melaporkan kepada Panwaslu jika menemukan pelanggaran  yang terjadi di lapangan. "Hal ini, kami lakukan dalam rangka menjaga profesionalisme dan netralitas ASN, terlebih agar ASN tetap fokus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat tanpa latah mengikuti arus politik Pilkada," ucap Fauzan.

Dalam hal menyukseskan Pilkada Serentak 2018 ini, kata Fauzan, Fokal IMM Kota Tangerang juga telah berperan aktif dalam mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Tangerang agar tidak apatis terhadap Pilkada serentak ini, kendatipun hanya ada calon tunggal.

Semenara itu, Ketua Panwaslu Kota Tangerang Agus Muslim mengatakan bila ada anggota masyarakat dan organisasi yang melakukan pengawasan dalam Pilkada 2018 akan lebih bagus. “Kita akan menyambut baik bila ada anggota masyarakat dan organisasi ikut mengawasi proses pelaksanaan Pilkada. Segera laporkan bila ada dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada,” ujar Agus. (*/ril) 

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top