ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Aburizal Bakri dan Setya Novanto. (Foto: Istimewa/tempo)  
NET – Warga Tangerang berharap agar tersangka korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto dicopot sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). “Yah, tidak pantaslah Ketua DPR RI menjadi tersangka,” ujar Agus Ginanjar, Kamis (30/11/2017).

Agus Ginanjar yang warga Kota Tangerang itu menilai Setya Novanto begitu ditetapkan sebagai tersangka, jabatan Ketua DPR RI harus ada rasa malu sehingga tidak perlu menunggu sampai ada keputusan pengadilan. “Proses menjadi tersangka sampai dipaksa dibawa dari rumah sakit ke kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi-red) saja menunjukkan kurang etika. Ini penilaian saya,” tutur Agus.

Setya Novanto yang kini  menjadi tahanan KPK adalah kali kedua ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah sejumlah bukti yang kuat dimiliki penyidik KPK. Setya Novanto yang juga Ketua Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut belum mundur dari Ketua DPR RI dan Ketua Partai Golkar.  

“Kalau Pak Setya Novanto tidak mau mundur seharusnya Dewan Kehormatan yang menuntaskan masalah etika dan menjatuhkan sanksi. Sebenarnya, berpura-pura sakit saja sudah bisa dijadikan dugaan pelanggaran etika.  Sekarang ini, saya lihat aneh. Alat kelengkapan DPR RI yang mengurus etika anggota DPR seperti tidak berfungsi,” ucap Agus yang sering bertindak sebagai lembaga swadaya masyarakat.

Senada dengan Agus, Erwin Hasbi Rasyid yang bertempat tinggal tidak jauh dari Lapangan Ahmad Yani tersebut mengatakan Setya Novanto sudah sangat tidak layak menjadi Ketua DPR RI karena berprilaku amoral.

“SN (Setya Novanto-red) sangat pantas diberi hukuman pemberhentian dengan tidak hormat,” ujar Erwin yang kini pensiunan Kementerian Dalam Negeri.

Begitu juga Irfan Rifai yang sehari-hari menjadi pengacara berpendapat Setya Novanto tidak layak dan sangat pantas berhent. dengan tidak hormat. “Saya menilai pantasi diberhentikan secara tidak hormat,” tutur Irfan yang warga Cipondoh itu. (ril)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top