ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Gubernur Banten H. Wahidin Halim saat meninjau SD di Kabupaten Serang,
yang kondisinya dalam keadaan rusak parah dan bila hujan belajar bubar.
(Foto: Dokumentasi Tangerangnet.com)   
GUBERNUR BANTEN  Wahidin Halim menginginkan seluruh fasilitas pendidikan di Banten lebih baik dibandingkan sekarang. WH ingin sarana dan prasarana seluruh sekolah di Banten harus baru, layak, dan bersih.

“Kita bumi hanguskan sekolah kotor dan tidak layak tersebut,” kata Wahidin dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Gubernur tentang Rancangan APBD Banten 2018 di Gedung DPRD Banten, baru-baru ini. 

Wahidin mengatakan untuk mengurus dunia pendidikan, Pemerintah Provinsi Banten akan all out. Selain sudah komitmen menanggung biaya sekolah gratis untuk tingkat SMA dan SMK, pihaknya juga akan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur penunjang pendidikan.

“Kita benahi segala yang mendukung untuk perbaikan pendidikan, termasuk membangun sumber daya manusia (SDM) guru, supaya proses belajar mengajar (KBM) bisa maksimal diserap siswa,” tuturnya.

Wahidin pun mengungkapkan urusan pendidikan secara nasional mengalami perubahan peraturan sejak diberlakukan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yaitu terkait pengelolaan tingkat SMA/SMK yang semula dikelola pemerintah kabupaten dan pemerintah kota, kini menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Maka setelah dialihkan ke Pemrov, kita gratiskan itu SMA/SMK. Malu kita sama kota/kabupaten yang sudah menggratiskan lebih dahulu, kasihan yang sekolah di SMA/SMK tapi masih bayar. Tahun 2018, kita gratiskan semua. Itu bentuk atensi kita, bentuk perhatian kita kepada rakyat,” ucapnya.

Dikatakan Wahidin, untuk pembangunan dunia pendidikan perlu anggaran yang cukup besar. Ia pun mewanti-wanti birokrat tidak boleh memotong uang rakyat, karena dari tindakan itu berpotensi menghambat pembangunan.

“Jadi semuanya, dari saya dan Pak Wakil Gubernur (Andika Hazrumy-red) udah komitmen. Tapi tentunya dari pegawai pun harus punya niat sama untuk memacu pendidikan di Banten lebih maju,” pinta Wahidin.

Membangun unit sekolah baru dan ruang kelas baru

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Ardius Prihantono mengatakan pada tahun 2018, anggaran untuk pendidikan ada peningkatan hingga 100 persen.

Anggaran besar itu, kata dia, untuk meningkatkan pengembangan pembangunan dunia pendidikan Banten.  Sebesar Rp1 triliun untuk belanja langsung. Dana tersebut akan dialokasikan untuk penambahan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik untuk BOS SMK dan SMA serta pengadaan tanah untuk 55 unit sekolah baru (USB).

“Kita akan mencari 22 bidang tanah untuk SMA dan 33 bidang tanah untuk SMK. Jadi, tahun depan akan banyak proyek pengadaan tanah,” tuturnya.

Selanjutnya, penyediaan ruang kelas baru (RKB) sebanyak 268 paket untuk SMA dan 403 paket untuk SMK dan ada juga pengadaan meubelair sebanyak 55 paket USB dan 61 paket untuk RKB.

“Pengembangan dunia pendidikan memang tidak hanya behenti disitu saja. Kami juga bakal menggelontorkan bantuan operasional sekolah (BOSDA) untuk 790 528 siswa SMA, dan 112.512 untuk siswa SMK. BOSDA ini solusi pendidikan gratis,” tandas Sekdis Dindikbud. (Adv)



Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top