ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Para finalis Kompetisi Da'i Banten saat tampil di
panggung sebelum menyampaikan dakwahnya.
(Foto: Istimewa)  
NET  – Ustad Yusuf Mansur  memberikan tausiah dalam kompetisi Wahidin Cup 2017 kepada peserta yang menjadi juara ajang  Da’i Banten yang berlangsung di di Alun-alun Barat, Jalan Veteran, Kota Serang, tidak harus besar hati.

“Peserta yang telah masuk babak delapan besar tidak harus sombong. Apalagi kalau ke depan sudah menjadi da’i kondang, jangan sombong,” tutur Ustadz Yusuf Mansur.

Yusuf Mansur mengatakan kemungkinan peserta yang  menjadi juara ajang Da’i Banten akan menjadi orang besar. Tetapi  pasti ada orang yang terlibat dalam kesuksesan tersebut,  semuanya pasti ada prosesnya.

“Sejak masuk sebagai peserta dan juara kan ada sebab musababnya. Insya Allah ke depan akan menjadi da’i besar. Tapi ingat,  para juri dalam ajang ini juga terlibat kepada peserta dalam penilaian sebagai pemenang,”  ucap Ustadz Mansur, Sabtu (17/6/2017) malam.

Selain kepada peserta, Ustadz memberikan wejangan soal sikap tawadhu atau rendah hati, ia juga kembali menegaskan, kalau mau sukses supaya sering besedekah kepada sesama. Sudah diajarkan dalam agama ketika  bersedekah maka akan dilipatgandakan rizki yang kelak diterimanya nanti.

“Proses itu terjadi kepada saya. Allah punya kuasa. Saya tidak akan pelit kalau mau bersedekah karena Allah akan melipatgandakan rizki yang sekarang dan akan datang. Begitu juga kepada juara ajang  Da’i Banten atau semua yang hadir di sini. Bersedekalah lantaran Allah akan memberimu lebih,” ucapnya.

Sebelumnya sejak Rabu (15/6/2017) lalu di Hotel D’Gria, Kota Serang, tercatat sebanyak 170 peserta telah mengikuti audisi da’i dari tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat  dari kota dan kabupaten se-Banten.

Kegiatan yang disponsori Big Travel & Tour, Banten Global Development, Bank Banten, Tornado Bird Firm sengaja digelar panitia agar di kota santri wilayah Banten akan terus dikenal menjadi daerah yang religius. 

Setelah dilakukan seleksi, delapan peserta masuk dalam babak final memberikan materinya tentang prinsip kepemimpinan. Mereka memaparkan dalam satu daerah harus lebih mengedepankan pemimpin yang beriman, tawadhu, dan bersih dalam menjalankan roda pemerintahan.

Hadir dalam acara memperebutkan juara ajang da’i Banten, Asda 1 Pemrov Banten, Kadispora Provinsi Banten, tokoh masyarakat, dan pendukung dari peserta.

Dalam komepetisi itu juri memutuskan   juara 1, Yenni Susilawati dari Madrasah Aliyah (MA)  Al Khairiyah (Kabupaten Tangerang), juara 2 yakni  Sanjaya dari MA Darul Anwar Boarding School (Kabupaten Serang), juara 3 yakni  Ifro Umi dari Madrasah Aiyah Negeri (MAN) 1 Serang (Kabupaten Serang), juara harapan diaraih Asep Sanury  dari MA Nurul huda (Kabupaten Serang). (*/ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top