ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat beramah
tamah dengan sejumlah pemuda dan pemudi.
(Foto: Istimewa)   
NET – Wakil Gubernur  (Wagub) Banten Andika Hazrumy meminta Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten untuk mengkaji kemungkinan menjadikan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) menjadi pendamping di sejumlah program sosial Pemerintah. Ini  sebagai bentuk pemaknaan kebencanaan dan kedaruratan secara luas karena banyaknya masyarakat miskin, warga telantar, atau anak jalanan, itu juga merupakan bencana.

"Penanganan bencana dan kedaruratan bukan hanya ketika terjadinya bencana tetapi mulai dari sebelum, pada saat dan setelah terjadi bencana. Ini Intisari fungsi Tagana yakni pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan kedaruratan, dan pemulihan," ujar Wagub Banten  Andika Hazrumy  pada acara Pembinaaan Kompetensi Anggota Tagana Provinsi Banten 2017 di halaman kantor Dinsos Banten di Kawasan Pusat Pewmerintahan Provinsi Banten (KP-3B) Curug, Kota Serang, Selasa (20/6/2017).

Oleh karena itu, kata Wagub,  langkah peningkatan   kompetensi dan pengetahuan dalam melakukan pendampingan sosial sangat diperlukan untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan untuk penanganan bencana sosial. "Melalui Tagana, kita memiliki potensi yang sangat besar baik jumlah personil maupun kesiapkesiagaan atau ketersediaan waktu para personilnya. Soal kualitas dan kualifikasi, nanti Dinsos yang akan menyaring," tutur Wagub.  

Andika yang selama 6 tahun menjabat sebagai Koordinator Tagana Banten  mengungkapkan keberadaan Tagana di Provinsi Banten menghimpun 1.402 anggota. Terlebih di Provinsi Banten, kepengurusan Tagana ada secara merata di 8 kabupaten dan kota.

Menurut Wagub, Tagana saat ini sudah  dipertimbangkan keberadaannya oleh Pemerintah baik di pusat maupun daerah sebagai mitra dalam upaya penanggulangan bencana. Hal itu, l terlihat di antaranya  yang fasilitasi yang serius yang dilakukan Pemerintah terhadap Tagana, yakni fasilitasi untuk kepentingan operasional penanggulangan bencana hingga insentif untuk anggota Tagana.

Sementara itu, Sekretaris Umum Tagana Provinsi Banten Dadan Suryana mengatakan acara tersebut diselenggarakan secara berkala setiap tahunnya sebagai wadah untuk melakukan pembinaan kepada para angota Tagana.

“Ini bentuk dari antisipasi Tagana. Perlu diketahui penangganan bencana itu memang membutuhkan kompetensi khusus untuk memberikan pertolongan kepada korban bencana. Jadi memang perlu dilakukan pembinaan kompetensi, baik yang bersifat pelatihan maupun upgrading,” ungkap Dadan.  (*/ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top