ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Ferry Renaldy (bertopi) perlihatkan barang bukti.
(Foto: Istimewa)  
NET  - Tim advokasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika), Senin (30/1/2017) mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten. Mereka kembali melaporkan kegiatan bedah buku ‘Si Doel’ yang diduga sebagai kampanye terselubung calon Gubernur Banten Rano Karno.

“Kali ini, kami membawa fakta bahwa Komunitas Buku Si Doel melakukan kampanye terhadap pasangan Cagub Cawagub Banten Rano Karno-Embay Mulya Syarief,”  ujar  Ferry Renaldy, tim advokasi WH-Andika kepada wartawan di kantor Bawaslu Banten.

Ferry mengatakan sebelumnya, pihaknya  telah melaporkan kegiatan yang sama dengan terlapor Ketua Dewan Perpustakaan Daerah Banten, Heri Hendrayana Harris alias Gol A Gong. Namun saat itu, Gol A Gong membantah saat diperiksa Bawaslu, bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari kampanye.

“Sebelumnya, terlapor dalam hal ini Gol A Gong mengatakan bukan bagian dari kampanye. Dan ini waktu di Summarecon kemarin, faktanya digunakan untuk kampanye, ada salam dua jari, dihadiri juga oleh Mulyadi Jayabaya (mantan Bupati Lebak) yang notabene pendukung paslon nomor urut dua. Rano Karno dan Embay Mulya Syarief juga hadir di acara itu,” ungkap Ferry.

Ferry  mengatakan dalam Peraturan KPU nomor 12 tahun 2016 pasal 11 dan 12 disebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh tim sukses atau partai politik atau gabungan partai politik atau pasangan calon bisa dilakukan oleh organisasi lain atau pihak lain dengan syarat harus terdaftar di KPU Provinsi Banten.

“Apakah Komunitas Buku Si Doel itu telah didaftarkan ke KPU (Komisi  Pemilihan Umum-red) sebagai organisasi yang menjalankan kampanye? Kalau terdaftar, ini jelas berbeda dengan pernyataan sebelumnya dengan Gol A Gong bahwa tidak ada unsur kampanye. Kalau seperti ini dilanjutkan, ini akan menjadi preseden buruk terhadap pelaksanaan demokrasi di Banten,” tuturnya. (*//ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top