ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Pekerja di Bandara Soekarno Hatta membersihkan puing
palfon yang ambruk di Terminal 3 Ultimate.
(Foto: Istimewa)  
NET - Meski belum genap satu tahun diresmikan, atap Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta (BSH) dalam kurun waktu tiga bulan terakir ini dua kali ambrol.

Kali ini, ambrolnya atap di Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional tersebut, terjadi di area kedatangan, sehingga mengagetkan sejumlah pengguna jasa penerbangan. Menurut Senior Manager BSH Suriawan Wakan, ambrolnya atap di Terminal 3 Ultimate BSh sekitar pukul 10.00 WIB, karena plafonnya lepas.
Namun demikian, kata dia, peristiwa itu tidak berdampak ke seluruh jadwal operasional penerbangan. "Seluruh jadwal penerbangan normal," ujar Suriawan.

Dan pihaknya, langsung melokalisir lokasi runtuhnya atap tersebut, serta menbersihkan sisa-sisa reruntuhan plafon agar tudak mengganggu pelayanan di Terminal 3.

"Kami mohon maaf kepada seluruh pengguna jasa atas segala ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari jatuhnya plafon di Terminal 3. Selanjutnya, kami akan segera memperbaiki kerusakan yang terjadi di area tersebut sambil melakukan investigasi dengan pihak konsorsium Kerja Sama Operasi  (KSO),”  tutur  Suriawan Wakan.

Lebih jauh, Suriawan Wakan menjelaskan sejak Terminal 3 Ultimate diresmikan beberapa bulan lalu, masih dalam kondisi pemeliharan  dari konsorsium Kawahapejaya Indonesia KSO (Wijaya Karya / Waskita Karya), sehingga kerusakan itu masih tanggung jawab mereka.

Menyikapi hal itu, Project Manager Pengembangan Terminal 3 KSO Kawahapejaya (Wijaya Karya / Waskita Karya), Yulianto menjelaskan penyebab  jatuhnya plafon di Terminal 3 Ultimate karena adanya pengerjaan pemeliharaan fasilitas ducting (penyaluran pipa air) beberapa waktu lalu.

Dan sebelum atap itu ambrol, katanya, pihaknya juga sedang melakukan perbaikan plafon, sehingga diperkirakan terjadi getaran yang menyebabkan plafon tersebut copot. "Ke depannya, kami akan melakukan peningkatan proses quality control, sehingga kejadian seperti itu tidak terulabg lag,” ujar Yulianto.

Berdasarkan catatan yang ada, pertengahan September 2016 lalu peristiwa itu juga terjadi di ruangan Officer in Charge (OIC), Terminal 3 Ultimate Bandara Sookarno Hatta. Itu terjadi, karena adanya perluasan tempat pengaduan publik, sehingga saat pembatas ruangan  itu di bobok, plafonnya runtuh.

Meski dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun mengangetkan para pengguna jasa penerbangan. Mengingat jatuhnya plafon itu menimbulkan suara benturan yang sangat keras. Bahkan ketika hujan deras, Terminal 3 kebanjiran karena air tumpah dari plafon dan ke luar dari bawah saluran. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top