ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Wahidin Halim (kaos putih): aroma tak sedap dari sampah.
(Foto: Istimewa)  
NET - Masalah sampah masih menjadi persoalan yang rumit bagi setiap daerah. Hal yang sama juga dialami oleh Provinsi Banten yang dianggap belum maksimal dalam menangani sampah.

Hal ini membuat calon Gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim (WH) merasa tergugah hatinya. Ia pun berkomitmen akan membebaskan Banten dari masalah sampah agar masyarakat merasa nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

"Persoalan sampah bicara masa depan. Saat ini setiap perumahan atau daerah pasti berhadapan dengan masalah sampah," ujar Wahidin Halim yang akrab disapa  WH saat meninjau tempat pembuangan sampah sementara di Perumahan Cikande Permai, Kabupaten Serang, Minggu (13/11/2016).

Maka itu, menurut WH, sampah harus di manage dengan baik, karena kalau tidak akan berkembang menjadi penyakit.

"Saya punya pengalaman menangani masalah sampah di Kota Tangerang bahkan mendapatkan penghargaan Adipura Kencana. Saya tahu persis bagaimana menangani sampah mulai dari sumber sampah, tempat pembuangan sementara sampai tempat pembuangan akhir," ucap WH.

WH yang berpasangan dengan Andika Hazrumy sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten itu mengatakan  siklus dan sistem penanganan sampah juga harus dilakukan secara serius, kalau tidak akan berdampak pada lingkungan yang negatif.   Program tata penanganan sampah pun dimasukkan dalam visi dan misi sebagai calon kepala daerah.

"Kita harus cari solusi, TPA (Tempat Pembuangan samah Akhir-red)-nya yakni jumlah kendaraan yang disiapkan untuk mengangkat angkut sampah setiap hari dan lainnya. Itu kan bisa dihitung tonase sampah per hari dan sumbernya apakah berasal dari rumah tangga, pasar, dan lain-lain," ungkap Wahidin meyakinkan.
Selain itu, mantan Walikota Tangerang dua periode ini mengatakan pemilahan sampah juga harus dipisahkan mulai dari rumah. Nantinya ada sampai yang bisa di daur ulang atau tidak yang menjadi  perhatian masyarakat.

"Saya rasa Serang juga sebagai ibukota Banten harus sudah mulai menata. Program saya akan mengkonsep bagaimana sistem kelola agar sampah tidak timbulkan penyakit dan gangguan lingkungan," ucap WH.

WH menambahkan persoalan sampah menjadi tugas besar bukan hanya infrastruktur saja. Apalagi warga di sini sudah sulit mendapatkan air bersih.

"Masyarakat sangat membutuhkan air,tinggal bagaimana kita siapkan dengan baik. Anggaran juga harus disiapkan," tukasnya.

Sementara itu, Ketua RW 02 Perumahan Cikande Permai, Joko Santoso menuturkan pihaknya memang terkendala dengan tempat pembuangan sampah di perumahan.  Ketika sampah sudah numpuk dan menimbulkan bau dikeluhkan warga dan diusir.

"Jadi sering berpindah - pindah tempat pembuangan sampahnya. Selama ini, memang sudah ditangani tapi belum maksimal karena kendaraannya kurang," ucap Joko.

Ditambah lagi persoalan air bersih, sejak pemukiman ini berdiri 22 tahun yang lalu belum ada saluran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Warga kesulitan ketika terjadi kemarau.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pak WH, tadi datang ke rumah warga merasakan sendiri yang terjadi. Saya yakin Pak WH membawa perubahan bagi Banten, " turut Joko berharap.  (*/ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top