ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Ilustrasi bayi sehat bersama ibu.
(Foto: Istimewa)  
NET - Guna meminimalisir dan mengendalikan angka kematian ibu dan bayi, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar  Audit Maternal Perinatal (AMP) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Kota Tangerang.

Dalam acara pembelajaran  AMP tersebut, Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan setelah diadakannya kegiatan tersebut diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Kota Tangerang bisa berkurang.

“Pemkot Tangerang tidak ingin adalagi warga Kota Tangerang yang meninggal dunia karena ketidak sigapan kita,” ujar Arief  di hadapan para peserta yang berasal dari perwakilan rumah sakit  dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kota Tangerang.

Audit maternal-perinatal itu, katanya,  adalah proses penelaahan bersama kasus kesakitan dan kematian ibu dan perinatal serta penatalaksaannya. Dengan menggunakan informasi dan pengalaman dari suatu kelompok terkait, untuk mendapatkan masukan mengenai intervensi yang paling tepat dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA).

‪Oleh karena itu, kata dia,  Pemkot Tangerang terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan harapan agar pihak swasta juga  bisa terlibat aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.

Karena, kata dia, kematian ibu dan bayi selama ini di Kota Tangerang,  selain disebabkan oleh proses penanganan kelahiran yang lama akibat dari kurang tersediaan sarana dan prasarana kesehata.. Juga diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan dari Ibu ataupun orang tua bayi terkait kondisi kesehatan ibu maupun bayinya.

“Makanya diharapkan agar proses edukasi terkait kesehatan ibu dan anak juga menyentuh sampai tingkat bawah,” tutur Arief, Rabu (13/4/2016).

Dan itu, kata Arief, diperlukan jaring komunikasi yang luas dengan melibatkan kader posyandu yang sudah tersebar di setiap rukun warga (RW), maupun keterlibatan dari para tokoh masyarakat, melalui pengajian majelis taklim.

Dan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi tersebut, imbuh Arief,  Pemkot Tangerang  juga sudah meluncurkan Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal And New Born Survival (SijariEmas), yang bertujuan untuk mempercepat proses rujukan bagi ibu yang mau melahirkan.

"Sistem ini tentu dapat  mempercepat proses pertukaran data  dan informasi maupun komunikasi dalam rujukan gawat darurat maternal dan neonatal antara bidan, puskesmas hingga rumah sakit," ungkap Arief.

Adapun tujuan dari  sistem itu, kata Arief, untuk memastikan fasilitas penerima rujukan telah siap siaga dalam menerima dan menangani pasien yang dirujuk.  sehingga  penolakan pasien dari RS  dapat dihindari.(man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top