ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Pemeriksaan yang dilakukan petugas di Bandara Soekarno Hatta
beberapa waktu lalu terhadap kesiapan sarana pendukung.
(Foto: Dokumentasi TangerangNET.Com)   
NET - Kementerian Perhubungan pada akhir tahun 2015 sampai dengan awal  2016 melakukan ramp check (pemeriksaan ramp-red)  di 22 bandara di Indonesia. Ramp check tersebut mulai dilakukan pada 18 Desember 2015 hingga 7 Januari 2016.

“Hingga hari ini telah diperiksa sebanyak 685 pesawat. Kami masih akan lakukan pemeriksaan sebanyak 60 pesawat lagi hingga hari terakhir ramp check yaitu pada 7 Januari 2016. Namun, terdapat beberapa kejadian di tahun 2015 terkait kelaikan pesawat dan kru pesawat," ujar Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (KUPPU) Mohamad Alwi, Senin (4/11/2016), pada  saat jumpa pers "Catatan Penerbangan tahun 2015", di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Sementara itu, ada dua hal kejadian yang menonjol yaitu : pertama, terkait pesawat Lion Air yang pintunya tidak terutup rapat pada saat terbang. Kemudian yang kedua, terkait adanya kru pesawat terindikasi penyalahangunaan narkotika yang tertangkap tangan oleh Badan Narkotika Nasional. Terkait kejadian pesawat Lion Air rute Denpasar-Makassar yang melakukan Return To Base (RTB) atau kembali ke bandara asal karena pintu pesawat tidak tertutup rapat pada 27 Desember 2015.

Alwi menjelaskan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para awak kru dan manajemen maskapai Lion Air. "Berdasarkan pengakuan dari awak kabin pesawat yang bertugas pada saat kejadian,  kru kabin yang bertugas menutup pintu telah menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan menyatakan pintu telah tertutup rapat," ujarnya.

Oleh karena itu, berdasarkan pengakuan pilot in command, tidak ada tanda indikator yang menyala di panel pesawat. Kalau, pintu tidak tertutup rapat pasti ada indikator yang menyala. “Namun, untuk hasil lebih detailnya, saat ini kami masih menunggu hasil print out Flight Data Recorder (FDR),” ucap Alwi.

Alwi mengungkapkan tidak benar  bahwa usai mengalami insiden pintu tidak terutup rapat, pesawat Lion Air tipe Boeing 737-900 ER langsung diterbangkan kembali. "Sebelumnya pesawat tersebut diperiksa terlebih dahulu sesuai prosedur berlaku. Kejadian tidak tertutup rapatnya pintu pesawat jenis Boeing 737-900 ER merupakan yang pertama kalinya terjadi pada jenis pesawat tersebut," ungkap Alwi. (dade)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top