Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Warga Harus Sabar, Kereta Api Bandara Soetta Beroperasi Mei 2016


Ilustrasi kereta api yang dioperasikan bandara.
(Foto: Istimewa)   
NET – Pembangunan Terminal Tiga Bandara Soekarno Hatta yang dilengkapi dengan fasilitas angkutan massal kereta api, akan beroperasi Mei 2016. Pembangunan Terminal Tiga Ultimate  dengan menelan biaya sekitar Rp4,7 triliun membuat calon penumpang mudah menuju ke Bandara.

“Kapasitas daya angkut kereta api dalam satu tahun mencapai 20-30 juta orang,” ujar Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pusar 2 (Pesero)  Djoko Murjatmodjo, menjawab pertanyaan TangerangNET.Com, Selasa (7/7/2015) malam saat acara buka puasa bersama.

Djoko menjelaskan fasilitas kereta api yang dibangun sekarang ini memanjang dari Terminal 3, Terminal 2, dan Terminal 1. “Bisa dihubungkan antara satu terminal dengan terminal lainnya dengan kereta otomatis yakni tanpa masinis,” ungkap Djoko.

Pembangunan kereta api tersebut, kata Djoko, bukan hanya di seputar Bandara saja tapi menjangkau Batu Ceper dan Cengkareng. Kemudian dari Bandara sepanjang 8 kilmeter menghubungkan  ke Manggarai, Tanah Abang, dan Dukuh Atas.

“Persis di depan Hotel Sangri La (Jakarta Pusat-red) akan dibangun Stasiun Sudirman. Stasiun  ini direncanakan untuk calon penumpang yang akan menuju  Bandara Soekarno Hatta,” urai Djoko.

Meskipun pembangunan kereta api gencar dilaksanakan, imbuh Djoko, tetap ada hambatan yakni belum bisa dibebaskan tanah seluas 7.000 meter  persegi. “Insya Allah masalah ini bisa segera diselesaikan,”  ucap Djoko.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT AP 2 Andra Agussalam menyebutkan secara keseluruhan pembangunan fasilias kereta api tersebut sudah mencapai 77 persen. Dari nilai total Rp 4,7 triliun yang sudah dibayarkan mencapai Rp 2,7 triliun atau sekitar 42,6 persen.


Para direksi PT AP 2 saat memberi penjelasan: sudah berjalan.
(Foto: Syafril Elain, TangerangNET.Com)
Mengenai pelaksana pembangunan proyek  tersebut , kata Djoko, adalah sebuah anak perusahaan PT AP 2   hasil kerjasama dengan PT Kereta api Indonesia (KAI). Dengan komposisi saham 40 dan 60 persen.

“Saham PT Angkasa Pura  sebanyak 40 persen dan PT KAI sebanyak 60 persen,” tutur  Djoko. (ril)

Post a Comment

0 Comments