Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bandara Soetta Serahkan 340 Batang Ketapang Kencana, Dorong Konservasi Ekosistem Pesisir Banten

Koservasi ekosistem memelihara kehidupan 
mahluk di dalam laut, Pesisir Banten. 
(Foto: Istimewa)  


NET - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menyalurkan bantuan Rp120 juta  untuk konservasi terumbu karang serta 340 batang ketapang kencana senilai Rp47,6 juta bersama PT Banten West Java.

Pada kesempatan yang sama, Bandara Soetta menyerahkan bantuan kaki palsu kepada 18 penyandang disabilitas di wilayah Banten sebagai bagian dari program "InJourney Airports Ramah Difabel".

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan total bantuan yang disalurkan sepanjang 2025 mencapai 31 unit, tersebar di Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, Cilegon, serta Kota dan Kabupaten Tangerang.

Heru Karyadi menyampaikan pelaksanaan Program “InJourney Airports Alam Lestari” merupakan bentuk komitmen bandara dalam menjalankan peran sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

"Program ini merupakan bagian dari konservasi terumbu karang yang bertujuan untuk memulihkan ekosistem terumbu karang serta pengembangan wisata bahari dan sebagai bentuk kontribusi Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam proses rehabilitasi dan restorasi alam bawah laut di perairan Tanjung Lesung," ujar Heru Karyadi, Kamis (15/1/2026).

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta   mendukung pelestarian ekosistem maritim melalui perluasan program konservasi terumbu karang di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Program "InJourney Airports Alam Lestari" ini merupakan kelanjutan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang telah berjalan sejak 2023, dengan fokus pada rehabilitasi ekosistem bawah laut dan pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan.

Pada acara yang digelar di Tanjung Lesung pada Rabu,  14 Januari 2026, program tahun 2025 ini menghadirkan sejumlah fasilitas konservasi baru, meliputi pembangunan InJourney Coral Reef House berukuran 8x4 meter persegi, pembuatan 5 unit Coral Reef Tower, ekspansi taman karang seluas 10x10 meter persegi, serta penanaman 340 batang pohon ketapang kencana.

Heru Karyadi mengatakan program ini dirancang untuk mendukung pemulihan ekosistem terumbu karang yang sempat terdampak tsunami pada 2018 sekaligus menghidupkan kembali sektor pariwisata di wilayah tersebut. Program ini didukung Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, PT Banten West Java, dan Yayasan Konservasi Selat Sunda.

Program tersebut, kata Heru,  dirancang dengan melibatkan masyarakat lokal secara aktif melalui kolaborasi dengan Yayasan Konservasi Selat Sunda, sehingga dapat berjalan berkelanjutan dengan dukungan penuh dari komunitas setempat.

Program InJourney Airports Alam Lestari di Tanjung Lesung diharapkan dapat menjadi model pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan dampak terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk jangka panjang.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan terus memperluas program TJSL dengan fokus pada aspek lingkungan dan sosial, memastikan bahwa keberadaan bandara memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan alam Indonesia. (*/pur)


Post a Comment

0 Comments