Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Puluhan Warga Alar Jiban, Desa Kohod, Tolak Relokasi Untuk Proyek PIK-2

Sejumlah warga Alar Jiban, Desa Kohod, 
saat menghadang eskavator untuk 
membuat jalur pengurugan tanah. 
(Foto: Istimewa) 

 

NET - Warga Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, yang terdampak pagar laut pesisir Utara Kabupaten Tangerang  ramai - ramai mengusir para centeng atau calo tanah. Mereka ingin memasang gorong-gorong jalan untuk melanjutkan pengurugan tanah warga yang sebagian belum diselesaikan pembayarannya.

“Kami warga Kampung Alar Jiban nyatakan perang terhadap calo atau centeng yang merugikan warga setempat. Kami akan terus bertahan sampai kapan pun. Tolak relokasi,” ujar Ketua Laskar Alar Jiban Aman Rizal kepada wartawan, Jumat (21/11/2025).

Aman Rizal menyebut warga marah karena calo atau centeng utusan makelar tanah di Pantura itu tak mengindahkan peringatan warga agar tak beraktivitas sampai proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat ada keputusan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

Dalam video yang diterima awak media tampak sejumlah pria yang disebut calo tengah cekcok dan adu mulut dengan emak-emak.

Aman Rizal menyebutkan cekcok dan pengusiran terhadap para calo atau centeng tersebut buntut dari rencana pembangunan gorong- gorong yang rencananya untuk jalan agar memudahkan pengurugan lahan tersebut. 

Aman Rizal mengatakan reaksi serempak warga tersebut dilakukan karena warga sudah gerah dengan tindakan para centeng dan calo tanah yang hendak merampas tanah warga.

“Warga Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji menyatakan perang terbuka,” tutur Aman.


Aman mengatakan warga Kampung Alar Jiban tidak anti-pengembang. Namun, skema pembayaran tanah warga yang dilakukan para centang dan calo dinilai merugikan warga.


“Akar masalah polemik PIK-2 adalah karena eksistensi pola pembayaran. Merekalah yang membuat resah warga. Warga sama sekali tidak keberatan adanya pengembang. Namun warga merasakan dirugikan dengan skema pembayaran,” ungkap Aman.


Warga Alar Jiban, kata Aman, berharap pengembang PIK-2 memutus hubungan dengan para calon atau centeng - centeng yang "So Jagoan" pada saat ini, serta memastikan proses pembebasan lahan dengan harga yang wajar dan menguntungkan warga.


“Oleh karena itu, kami dari Laskar Jiban menyatakan perang melawan mereka dan menolak relokasi. Kami akan pertahankan tanah milik kami,” pungkasnya. (*/rls/pur)


Post a Comment

0 Comments