![]() |
| Dokter Tifauzia Tyassuma (Tifa) (Foto: Istimewa) |
“Ini sebagai bentuk penghormatan saya terhadap proses hukum dan lembaga peradilan. Sikap ini lahir dari ketabahan, ketenangan, dan keyakinan bahwa setiap proses harus dijalani dengan bermartabat,” ujar Dokter Tifa yang disampaikan di akun facebooknya, Kamis (23/6/2026).
Majelis Hakim yang diketuai oleh Christina Endarwati pada minggu lalu menjadwalkan hari ini mengagendakan pembacaan putusan sela. Putusan sela ini dibacakan oleh majelis hakim setelah Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tanggapan atas perlawanan atau eksepsi yang disampaikan TPDT yang diketuai oleh Advokat Abdullah Alkatiri.
“Apa pun putusan yang akan dibacakan, komitmen untuk memperjuangkan kebenaran, kejujuran, dan nilai-nilai konstitusi akan tetap dilakukan melalui cara-cara yang damai, beradab, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” tutur Dokter Tifa yakin.
Dokter Tifa mengatakan, “Kami meyakini bahwa putusan pengadilan adalah bagian dari ikhtiar manusia, sedangkan skenario terbaik tetap berada dalam kehendak Allah SWT. Dengan tawakal, kami menerima apa pun yang terjadi hari ini, seraya percaya bahwa Allah akan menghadirkan jalan terbaik pada waktu dan dengan cara-Nya yang paling sempurna”.
“Kami akan terus memperjuangkan kebenaran. Allah akan bersama kita,” ucap dokter Tifa.
Begitu pula TPDT dari Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Publik Pimpinan Pusat (LBH AP PP) Muhammadiyah Gufroni yang pagi ini sudah berangkat menuju ke PN Jakarta Timur. “Kami dengan semangat tinggi terus berjuang menegakan keadilan,” ucap Gufroni yang kandidat doktor hukum itu. (yit/pur)




0 Comments