Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Rakerprov IPSI Banten, Wagub Dimyati Minta Pencak Silat Masuk Kurikulum Pendidikan

Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati
Natakusumah dan pengurus IPSI Banten.
(Foto: Istimewa)  




NET – Wakil Gubernur (Wagub) Banten A. Dimyati Natakusumah mendorong pencak silat dapat masuk pada muatan lokal (mulok) di setiap satuan pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA dan sederajat.

"Itu harus sudah mulai masuk dalam kurikulum sebagai muatan lokal dan tambahan ekstrakurikuler," ujar Dimyati Natakusumah, pada Ahad (31/8/2025).

Hal itu dikatakan Dimyati Natakusumah pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten tahun 2025 di Gedung Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI), Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Rakerprov IPSI mengusung tema 'Lestarikan Budaya Pencak Silat sebagai Pemersatu Bangsa Menuju Prestasi Dunia'.

Dimyati Natakusumah berharap dengan digelarnya Raperprov IPSI Banten 2025 tersebut dapat mendorong dan meningkatkan prestasi pencak silat. "Mudah-mudahan prestasi akan terus gemilang dan meningkat," ungkap Dimyati Natakusumah.

Menurutnya, pencak silat menupakan salah satu warisan budaya bangsa sehingga harus terus di sosialisasikan kepada generasi muda.

"Pencak silat yang berasal dari kita harus disosialisasikan untuk anak-anak kita, agar mampu belajar bela diri," imbuhnya.

Sementara, Ketua IPSI Provinsi Banten Ajat Sudrajat menuturkan Rakerprov tersebut sebagai wadah bersilaturahmi untuk perguruan pencak silat di Provinsi Banten.

"Kalau data dari kita, perguruan yang ada di Provinsi Banten ada 500 perguruan," ujarnya.

Ajat berharap IPSI di Provinsi Banten dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak, utamanya dalam menjaga kondusivitas.

"Kemudian agenda ini juga adalah konsolidasi para perguruan. Kita harus sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten, sinergi dengan kepolisian, dengan TNI, untuk menjaga kondusivitas," pungkasnya. (*/pur)

 

Post a Comment

0 Comments