Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PWI Perlu Regenerasi: Saatnya Muda Berkarya, Dan Tua Jadi Penasihat

Junaidi Rusli. 
(Foto: Istimewa/JR) 


NET - Perebutan kursi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode mendatang mulai memanas. Suara perubahan menguat. Sekretaris Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Pusat Junaidi Rusli mengeluarkan pernyataan tajam: “Saatnya yang muda yang tidak terlibat konflik berkarya, yang tua jadi penasihat saja.”

Junaidi menyebutkan regenerasi bukan berarti menyingkirkan senior, melainkan bentuk penghormatan. “Mereka pembuka jalan. Tapi zaman sudah berubah. PWI butuh energi baru, ide segar, dan cara pandang modern menghadapi disrupsi media, ada Iqbal Irsyad Sekjen PWI, Helmy Zainal - Ketua Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Farianda Putra Sidiq - Ketua Sumut yang punya track record bagus,” ujar Junaidi di Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Junaidi menekankan pentingnya sosok baru yang bersih dari konflik masa lalu. “Harus ada figur baru, bukan bagian dari kelompok yang selama ini berseteru. Sosok muda yang masih aktif turun ke lapangan sebagai wartawan,” tutur Junaidi sembari tersenyum.

Bagi Junaidi, kepemimpinan organisasi profesi tak boleh stagnan. Dunia digital dan tantangan independensi pers menuntut pemimpin yang paham medan baru. “Pers tak bisa dikelola dengan cara lama,” ujarn Junaidi menyarankan.

Junaidi Rusli mengaku pernyataannya ini mendapat dukungan dari sejumlah kalangan wartawan muda. Mereka menilai PWI terlalu lama dikuasai figur lama yang tak cukup responsif terhadap perubahan media.

Namun, lepas dari sikapnya, Junaidi mengakui juga kalau tak semua sepakat dengan pandangannya. Ada juga wartawan senior,  menyebutkan pernyataannya itu tendensius. “Regenerasi penting, tapi bukan dengan merendahkan. Kolaborasi itu kunci,” kata Junaidi menirukan pernyataan wartawan senior yang tidak ia sebut namanya itu.

Meski kontroversial, pernyataan Junaidi membuka ruang diskusi soal pembaruan dalam tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Kongres PWI yang akan dilaksanakan pada 29-30 Agustus ini diprediksi jadi ajang pertarungan dua arus besar: kontinuitas dan perubahan. (*/pur)


Post a Comment

0 Comments