Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gubernur Janji Sikronkan Proyek Pembangunan Pusat Dengan Daerah Di Banten

Gubernur Banten Andra Soni pada Rakor yang 
didampingi oleh Wagub A. Dimyati 
Natakusumah dan Sekda Deden Apriandhi.  
(Foto: Istimewa)  



NET – Pemerintah Provinsi Banten akan melakukan perencanaan pembangunan secara bersama – sama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota. “Apa yang dibangun oleh Pemerintah Pusat, juga tersinkronisasi dengan apa yang kami bangun,” ucap Gubernur Banten Andra Soni, Senin (25/8/2025). 

Andra Soni menyampaikan hal itu pada rapat koordinasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten/ Kota tentang Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum di Lingkungan UPT Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Banten. Selain membahas isu terkini, rakor diharapkan menjadi langkah dalam menyusun rencana pembangunan di Provinsi Banten agar tersinkronisasi.

Rakor dipandu oleh Asisten Bidang Pemerintahan Umum dan Kesra Komarudin di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jalan Syech Nawawi Al Bantani, Curug, Kota Serang. Hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi H.

“Alhamdulillah hari ini bersama seluruh bupati dan walikota, kami melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum,” ungkap Andra Soni.

Dikatakan, rapat membahas isu pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten dan isu terkini terkait dengan banjir, sampah, jalan, dan sebagainya. Para bupati dan wali kota menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur di wilayahnya kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat untuk dikoordinasikan.

“Kewenangan-kewenangan Pemerintah Pusat yang mungkin Pemerintah Pusat melakukan efisiensi, Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kabupaten/Kota bisa mengerjakannya, tinggal berkoordinasi,” tutur Andra Soni.

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah berharap tidak ada ego sektoral juga ego antar daerah. “Karena outputnya masyarakat atau rakyat,” ucapnya.

Dimyati berharap kalau ada program dari Pemerintah Pusat dilakukan koordinasi ke daerah agar sesuai dengan prioritas daerah.

Sementara, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim memunculkan beberapa isu terkini di Provinsi Banten terkait konektivitas di Provinsi Banten. Pasalnya, jalan nasional di Provinsi Banten sangat strategis sehingga perlu ditingkatkan dan dilebarkan.

Terkait dengan program ketahanan pangan, menurut Fahmi Hakim perlu penguatan infrastruktur pengairan karena masih banyak saluran yang belum maksimal. Perlu sinkronisasi terhadap proses percepatan pembangunan dalam rangka ketahanan pangan. Isu lainnya yang diangkat adalah perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah pesisir untuk nelayan, penanganan banjir di wilayah Tangerang Raya, penanganan dan pengolahan sampah, transportasi massal dan kemacetan di Tangerang Raya, serta kesiapan Provinsi Banten sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032.

Dalam paparannya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, Provinsi Banten memiliki posisi strategis, perlintasan Jawa - Sumatera dan jalur perdagangan internasional. Saat ini tantangan yang dihadapi oleh Provinsi Banten adalah alih fungsi lahan, kemacetan, banjir, air bersih, sanitasi, dan kondisi jalan.

Dikatakan, dalam rangka membantu pemerintah kabupaten/ kota, Program Bang Andra  dalam membangun 60 ruas jalan sepanjang 64 kilometer dengan anggaran Rp183 miliar. Sementara untuk usulan pembangunan jalan ke Pemerintah Pusat sebanyak 29 ruas jalan yang panjangnya 126 km dengan anggaran Rp645,7 miliar.

Terhadap penanganan banjir, kata Arlan, penanganan banjir di wilayah perkotaan berasal dari Sungai Cibanten, Cidurian, Kali Angke, Kali Sabi, dan Cirarab, kewenangannya pada Kementerian Pekerjaan Umum. Sedangkan untuk wilayah yang rawan kekeringan di musim kemarau terdapat 295 desa/ kelurahan dengan kerawanan air sedang dan tinggi. (*/pur)

 

Post a Comment

0 Comments