Rumah Warga Retak Akibat Peledakan, CSR PT Cemindo Belum Sampai

Baca Juga

Salah satu rumah warga retak akibat peledakan.
(Foto: Istimewa/SM)



NET - Dampak peledakan (blasting) batu gamping untuk bahan baku Semen Merah Putih milik PT Cemindo Gemilang menyebabkan rumah warga retak-retak.

Berdasarkan pantauan dari media, sejumlah rumah mengalami retak-retak di beberapa bagian tembok rumah warga. Seperti halnya rumah warga milik Ruli di Kampung Darmasari Barat, Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

"Rumah saya mengalami retak-retak tapi hingga saat ini belum ada penanganan yang serius dari pihak perusahaan. Ke mana ini CSR (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility-red)-nya? Harusnya kan mereka sigap,” ujar Ruli kepada wartawan, di Bayah, Rabu (11/3/2020).

Ruli mengungkap sebelum ada pabrik semen tersebut, warga hidup aman dan tenang. "Dulu, saya hidup nyaman. Sejak ada perusahaan semen lingkungan menjadi tidak nyaman. Kami resah dan khawatir rumah kami perlahan-lahan akan roboh akibat getaran peledakan batu," tambahnya.

Selain itu, tokoh pemuda setempat Tomi juga menyayangkan sikap pihak perusahaan yang kurang responsif.

"Proses peledakan (blasting) batu untuk bahan baku Semen Merah Putih ini sudah berlangsung lama tapi semakin ke sini kinerja perusahaan dalam urusan CSR-nya belum memuaskan. CSR perusahaan tak responsif, buktinya masih lamban dalam merespon keluhan warga terdampak khususnya rumah yang mengalami retak-retak," ungkap Tomi.

Tomi pun mendesak agar manajemen perusahaan di Bayah dievaluasi oleh pemilik perusahaan.

"Manajemen perusahaan semen di Bayah sebaiknya dievaluasi oleh owner perusahaan yang ada di Jakarta. Hal ini agar yang di Bayah dapat lebih responshif terhadap keluhan warga terdampak khususnya yang berurusan dengan hal program CSR,” tutur Tomi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ada dua desa di Kecamatan Bayah yang saat ini mengalami dampak dari peledakan (blasting) batu kapur atau batu gamping yaitu Desa Pamubulan dan Desa Bayah Timur Kecamatan Bayah.

Sementara upaya mendapat konfirmasi dari PT Cemindo Gemilang, sampai berita ini ditayangkan belum berhasil didapatkan media.  (*/som/pur)




Post a comment

0 Comments