Polrestro Tangerang Undang BEM dan Mahasiswa Papua Tanggulangi Hoax

Baca Juga

(Foto: Man Handoyo/TangerangNet.Com)


Untuk mengantisipasi terjadinya pergolakan  mahasiswa di Kota Tangerang,  Kapolres Metro Tangerang, Komisaris Besar Abdul Karim, Selasa sore (20/8/2019) mengundang sedikitnya 30  mahasiswa asal Papua dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota  Tangerang di Rumah Makan Telaga Sea Food, Kota Tangerang.

Dalam pertemuan itu, Kapolres yang didampingi Komandan Kodim 0506 Tangerang,,  Lekol  Infantri, Wisnu Kurniawan mengatakan agar para mahasiswa di Kota Tangerang tidak mudah mlasa enerima adanya kabar berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau hoax.

Karena beberapa kerusuhan yang terjadi dikalangan mahasiswa  di Surabaya dan Malang, sebenarnya  persoalan ketersinggungan antara pribadi warga dengan mahasiswa saja. Namun karena dibesar-besarkan, maka peristiwanya seperti luar biasa.

" Sebenarnya peristiwanya biasa-biasa saja. Karena dibesar-besarkan akhirnya peristiwanya seperti luar biasa,"" kata Kapolres.

Untuk  itu,  Kapolres meminta kepada mahasiswa agar tidak mudah menerima hoax. Dan kalaupun ada berita yang simpang siur cek kebenarannya. Baik ke Polisi, TNI maupun aparat lainnya. " Setiap waktu kami siap menerima laporan berita itu,"' kata Kapolres.

Dan untuk Mahasiswa asal Papua yang sedang menimba ilmu di Tangerang, jangan pernah ada yang merasa  was-was. Karena selain situasi dan kondisi di Kota Tangerang benar-benar aman, polisipun setiap saat siap melindungj setiap warganya.

" Saya kira masyarakat Kota Tangerang sumber daya manusianya  (SDM) sudah cukup, sehingga mereka tidak akan mudah menerima hoax. Karenanya jangan pernah takut dan was-was hidup di Kota Tangerang,"' kata dia.

Menyikapi hal itu, Fransiskus, salah satu pengajar di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (SKIP) Surya di Tangerang mengatakan, selama berada di Ta geranh, ia beserta mahasisnya tidak pernah was-was untuk pergi kemana-mana.

Dan dirinya, tidak pernah memikirkan apa yang terjadi di Kota lain akan terjadi juga di Tangerang. Karena keberadaan mereka di Kota Tangerang hanya untuk belajar demi menyongsong massa depan dan Indonesia yang lebih maju.

Mengingat prinsip yang tertanam di Mahasiswa Papua yang ada di SKIP Surya, kata dia,  adalah " Indonesia unggul, Indonesia  maju. ". " Jadi kami disini hanya belajar dan belajar demi Kemajuan Indinesia di massa mendatang,"" kata dia. (Man)

Post a Comment

0 Comments