Mantan Komisioner KPU Minta Ampun Di Ka'bah

Baca Juga

Oleh : Syafril Elain

Ahmad Jazuli Abdillah, Saeful Bahri, dan penulis.
(Foto: swafoto Syafril Elain/Tangerangnet.com)


Pelaksanaan ibadah haji pada 2019 ini di Mekkah, Saudi Arabia, terasa istimewa bagi penulis karena bisa melaksanakan Rukun Islam yang kelima untuk memenuhi panggilan Nabi Ibrahim.

Istimewa karena tanpa pernah direncanakan bisa bertemu dengan sesama mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang pernah bertugas di Provinsi Banten yakni Ahmad Jazuli Abdillah dan Saeful Bahri.

Ahmad Jazuli Abdillah yang biasa dipanggil Jazuli adalah komisioner KPU Kota Tangerang periode 2003-2008. Jazuli jadi komisioner bersama Adi Warman, Ibnu Jandi, Lamsudin, dan Hasnah Azis. Pada Pemilu 2019 ini, Jazuli terjun ke polilitik praktis melalui Partai Demokrat dengan mencalonkan diri sebagai anggota legislative untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Tangerang B.

"Alhamdulillah, saya terpilih sebagai wakil rakyat dari Kota Tangerang untuk Provinsi Banten," ujar Jazuli seusai terpilih.

Jazuli akan ikut dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Banten periode 2019-2024 bersama 84 orang lainnya dari berbagai partai politik awal September 2019.

Sebelum dilantik, Jazuli berangkat ke Mekkah melaksanakan haji yang tergabung dalam petugas pelayanan haji Kota Tangerang.

Akan halnya dengan Saeful Bahri adalah anggota KPU Provinsi Banten periode 2014-2019. Sebelumnya, Saeful adalah Ketua KPU Kota Cilegon periode 2009-2014. Nah sebelum di KPU, Saeful pindah kamar dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cilegon dengan kedudukan sebagai ketua.

"Sebelum berangkat haji ke Mekkah, saya ikut bimbingan haji selama dua bulan setengah. Jadi, ini serius beribadah dan mohon ampun" tutur Saeful di Mekkah yang berangkat tergabung dalam kloter 52 CKG dari Kota Cilegon.

Penulis mirip dengan Saeful, sebelum di KPU terlebih dahulu sebagai komisioner Panwaslu Kota Tangerang. Pada periode 2003-2004 sebagai Wakil Ketua Panwaslu Kota Tangerang dan berlanjut pada periode 2008-2009 sebagai Ketua Panwaslu Kota Tangerang dan akhirnya menjabat sebagai Ketua KPU Kota Tangerang periode 2009-2013.

Akan halnya berangkat ke Mekkah, Jazuli punya program sendiri. Begitu pula dengan Saeful, sedangkan penulis mendaftarkan diri bersama istri untuk berangkat haji ketika masih menjadi Ketua KPU Kota Tangerang yakni Januari 2012. Praktis masa penantian selama 7 tahun lebih.

Ketika mendapat kabar dari kantor Kementerian Agama Kota Tangerang bahwa pada penulis dan istri termasuk sebagai calon jemaah haji 2019 terasa gembira dan senang, "Alhamdulillah". Apalagi istri penulis: Dr. Ir. Enjarlis Yardi, MT selalu meminta untuk menanyakan kepastian, "Kapan, kita berangkat haji Pa?"

Akhirnya, penulis dan istri pada 25 Juli 2019 berangkatlah ke Mekkah dengan kloter 43 CKG gelombang kedua dari Kota Tangerang dengan beribadah kepada Allah SWT. Ingin melihat dan menjumpai

Ka'bah bentuk persegi berwarna hitam itu, setiap orang Muslim pertama kali datang hampir dipastikan akan berlinang air. Di hadapan Ka'bah rasa kagum atas kebesaran dan keagungan Allah SWT, sesuatu yang tidak mungkin pun menjadi mungkin.

Meski tidak bersama, kami bertiga bersimpuh di hadapan Ka'bah, permohon maaf dan ampun disampaikan langsung kepada Allah SWT atas semua yang dilakukan sebgai penyelenggara Pemilu baik Pemilu Presiden, Pemilu Legislative, dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Semua perbuatan yang dilakukan coba diingat agar permohonan ampunan  diijabah oleh Allah SWT. 

Ya, Allah ampunilah segala salah dan dosaku atas perbuatan yang disengaja ataupun tidak sengaja itu karena kelalaian dan khilaf. Insya Allah perbuatan tersebut tidak akan dilakukan lagi. Aamiin. (Syafril Elain)

Madinah, Kamis, 29 Agustus 2019.

Post a Comment

0 Comments