Samsat Cikokol Berbuka Puasa Bersama Yatim Dan Dhuafa

Baca Juga

Kepala UPT Samsat Cikokol Syarifuddin
menyerahkan paket sembako kepada dhuafa.
(Foto: Istimewa)




NET – Pimpinan dan pegawai Samsat Cikokol, Kota Tangerang berbuka puasa dan bersama anak yatim dan dhuafa di kantor Samsat Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (25/5/201) malam. Sedikitnya 90 orang anak yatim dan dhuafa hadir pada acara tersebut.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Samsat Cikokol Syarifuddin mengatakan buka bersama anak yatim dan dhuafa penting serta perlu dilakukan untuk mengajak masyarakat yang berada di seputar kantor. “Kita pada bulan Ramadhan ini harus perduli terhadap lingkungan sekitar tempat kita bekerja,” tutur Syarifuddin kepada TangerangNet.om, Sabtu (25/5/2019).

Oleh karena itu, kata Syarifuddin, dana yang bersumber dari Aparat Sipil Negara (ASN) Samsat Cikokol dikumpulkan lalu dijadikan untuk diberikan kepada anak yatim dan dhuafa. Dana tersebut lalu dibelikan sembako seperti minyak goring, terigu, gula, indomie, sarden, teh, dan sirop.

“Sembako tersebut dikemas dalam satu paket lalu dibagikan kepada yatim dan dhuafa. Selain sembako juga dalam paket ditambah uang tunai Rp 100 ribu. Ada pun dua orang marbot masjid yang ikut hadir diberikan paket sembako dan uang Rp 500 ribu,” ucap Syarifuddin yang akrab disapa CR itu.

Syarifuddin mengatakan kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun. “Kita berharap dari tahun ke tahun terus ada peningkatan yatim dan dhuafa yang menerima santunan tersebut. Meski jumlah yang diterima tidak seberapa tapi pegawai Samsat Cikokol sudah berbuat kepada warga sekitar yang membutuhkan,” ujar CR.

Kepala UPT Samsat Cikokol Syarifuddin.
(Foto: Istimewa)


Kegiatan tersebut juga diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz KH Zuhri Fauzi yang menyatakan puasa adalah ibadah yang bersifat rahasia. Hal ini bisa disebut seperti itu, karena hanya manusia dan Tuhan seseorang itu berpuasa.


“Saya sekarang mengaku berpuasa. Tapi apakah ada yang tahu sebenarnya, saya berpuasa atau tidak? Tentu tidak ada tahu, kecuali saya dan Allah. Tidak ada jaminan mulut bau itu orang berpuasa. Tidak ada jaminan bibir kering itu orang tersebut berpuasa,” tutur Ustadz Zuhri.

Namun, kata Ustadz Zuhri, orang puasa pastilah jujur dan kalau tidak jujur maka percumalah dia berpuasa. “Jadi pada bulan Ramadhan ini mudah saja mencari orang jujur,” ucap Ustadz Zuhri disambut gelak tawa hadirin para pegawai Samsat Cikokol. (ril)


Post a Comment

0 Comments