Kehadiran BRT Disambut Baik Masyarakat Tangerang

Baca Juga

Angkutan BRT saat berada di pool. 
(Foto: Dinas Perhubungan) 


UPAYA PEMERINTAH Kota Tangerang untuk meningkatkan kenyamanan bagi  para pengguna jasa angkutan kota sudah dirasakan oleh masyarakat. Hal itu terlihat dengan banyaknya pengguna kendaraan pribadi yang beralih ke angkutan massal Bus Rapid Transport (BRT) / Trans Tangerang yang disediakan  Pemerintah Kota Tangerang.

Selain tarif yang diberlakukan kendaraan massal tersebut murah atau hanya Rp 2.000, fasilitas yang ada di BRT cukup memadai. "Sejak BRT  beroperasi di Kota Tangerang, saya lebih sering menggunakan  BRT untuk beraktifitas," ujar Andre, warga Perumnas, Kota Tangerang.

Sesampai di Terminal Poris Plawat, kata Andre, dirinya bisa pindah ke bus Trans Jakarta untuk menuju ke tempat kerjanya di Pasar Baru, Jakarta. "Naik BRT, saya kira lebih efektif dan efisien ketimbang kendaraan pribadi. Selain murah, juga nyaman,'' tutur Andre.

Samahalnya dengan Firanika, karyawan swasta di bilangan Senayan, Jakarta. Warga Jalan Imam Bonjol, Karawaci, Kota Tangerang tersebut memilih  menggunakan BRT daripada kendaraan pribadi,  karena selain tarifnya murah,  fasilitasnya pun terasa nyaman.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman mengatakan Pemerintah Kota Tangerang menyediakan angkutan massal yang murah dan nyaman seperti BRT. Dengan harapan supaya masyarajat beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan massal .

Itu dilakukan, kata Saeful, selain untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap pelayanan transportasi yang aman dan nyaman, juga untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya. Dan saat ini, BRT itu sudah beroperasi di Kota Tangerang dengani dua korridor. Untuk koridor 1 melayani rute Jatiuwung- Poris Plawat. 

Sedangkan koridor dua melayani rute Perumnas - Poris Plawat. "Alhamdulillah, masyarakat Tangerang menyambut baik adanya BRT ini. Dan berdasarkan data yang ada, jumlah penumpang terus meningkat," kata Saeful.

Itu terjadi, katanya, karena masyarakat lebih mudah untuk menggunakan BRT. Mengingat BRT tersebut melintas di jalan-jalan raya sekitar pemukiman warga. Melihat antusiasme warga atas kehadiran BRT,  kata Saeful, pada tahun 2019 ini, Pemerintah Kota Tangerang akan menambah dua koridor lagi. Yaitu koridor 3 untuk rute Poris Plawat - CBD Cileduq dan koridor 4 Poris Plawat-Bandara Soekarno Hatta.

"Penambahan dua koridor itu akan segera direalisasikan pada tahun 2019 ini," ucap Saeful. (Adv)

Post a Comment

0 Comments