Sunda Kelapa Pelabuhan Tertua Dengan Unsur Budaya

Baca Juga

Sejumlah Kapal Phinisi selalu hadir di Pelabuhan Sunda Kelapa. 
(Foto: Dade Fachri/tangerangnet.com)    
NET - Pelabuhan Sunda Kelapa, salah satu destinasi dari 12 tujuan wisata di DKI Jakarta. Sunda Kelapa merupakan Pelabuhan tertua yang erat kaitannya dengan unsur budaya yakni masih lestarinya moda transportasi laut berbahan dasar kayu (Kapal Phinisi), yang hingga saat ini masih lestari beroperasi di Pelabuhan Sunda Kelapa yang bertambat di dermaga sepanjang 1.200 meter.

Animo wisatawan terhadap Pelabuhan Sunda Kelapa masih cukup tinggi hal ini tercermin dari meningkatnya kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestic sebesar 33 persen dibandingkan tahun 2016. 

"Di samping itu, Pelabuhan Sunda Kelapa berada dalam satu jalur destinasi wisata dengan wisata kota (Museum Fatahilah dan Museum Bahari) dan dengan wisata Kepulauan Seribu," ujar Humas IPC PT Pelabuhan 2 (Persero) Cabang Sunda Kelapa, Achmad Fitriantoro, Rabu (25/4/2018), di Jakarta.

Dengan telah beroperasinya Kapal Sabuk Nusantara 66 sejak tahun 2016 yang bersandar di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa turut mendukung daya tarik kunjungan wisatawan. Selain itu, keunikan Sunda Kelapa juga dimanfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari sejarah kepelabuhanan dan maritim, serta banyak juga dimanfaatkan untuk kegiatan komersial (Shooting & foto).

"Selain itu, terkait masih adanya kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa, hal itu wajar karena sebagai Operator Pelabuhan dituntut untuk meningkatkan pendapatan sebesar-besarnya (komersial), dan apalagi pengembangan pelabuhan Sunda Kelapa menjadi Pelabuhan "Heritage Port " masih akan direalisasikan pada tahun 2019, yang mana nanti pelayanan bongkar muat akan dialihkan ke Pelabuhan Tanjung Priok," ujarnya.

Achmad mengatakan IPC PT Pelindo 2 (Persero) Pusat menargetkan pendapatan 9 miliar untuk Pelabuhan Cabang Sunda Kelapa harus tercapai pada tahun 2018 ini. "Jadi dengan masih adanya kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa, itu semua tidak mempengaruhi arus kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik bahkan semakin meningkat cukup signifikan," ungkap Achmad. (dade)                  

Post a Comment

0 Comments