Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Video Walikota Tangerang Tebar Uang Di Rumah Saat Lebaran, Jadi Ocehan Warga

Dalam video yang beredar uang ditebar 
dari lantai dua lalu dipungut setelah jatuh. 
(Foto: Istimewa)  


NET - Video Walikota Tangerang H. Sachrudin bagi-bagi uang pada saat Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah berdurasi 21 detik beredar di masyarakat. Komentar warga atas kegiatan bagi-bagi duit di rumah berlantai dua di Jalan Poris Residence, Poris Plawad Utara, Cipondoh, Kota Tangerang, ada yang mengecam.

“Keluarga aja yg dipikirin, ketua tim Jaringan dipain, kan ketua tim jaringan juga punya keluarga yg harus dipikirin, bua Zakat fitrah anak istrinya klo dia nganggur kasian, akar rumput suara dilupakan. Duit rakyat untuk keluarga pejabat,” komen warga dalam WhatsApp Group (WAG) Gado Gado Pinang, Kamis, 26 Maret 2026.

Komen lainnya, “Ini contoh walikota yang tidak benar, di tengah warga masyarakat yg serba kekurangan dia pesta pesta menghamburkan uang walau dihari lebaran, sangat tidak pantas”.

“Itu mah ngasih persenan ke semua saudara,” tulis yang lain.

Komen warga ini lebih tajam, “Masih banyak orang susah..warga beli beras mahal..lebaran mah ngasih saudara yg gpp tapi apa pantas dipublikasikan SPT itu…ada standar kepatutan…Walikota..dia Walikota…BOP emang buat dihambur-hamburkan SPT itu..??!???”

Emak-emak pun ikut komen, “Iya juga. Warga Priuk yg kebanjiran 4 meter sampe skrg aja masih menjerit. Ngak bisa lebaran. Rumah masih porak poranda..Ini sepertinya kurang empatinya pamer2 gini. Malahan (emoji nangis)”.

Ada komentar singkat, “Hedon…sejarah Walikota Tangerang”.

Begitu juga di WAG Menuju Indonesia Maju jadi ocehan warga. “Harusnya Walikota buka Open House buat seluruh warganya. Bukan hanya keluarganya,” tulis Syamsuri.

Walikota Tangerang
H. Sachrudin
membagikan uang.
(Foto: Istimewa) 

“Susah sih Walikota bekas Sopir Ambulance jd mental dan pemikiran nya tdk jauh kedepan,” tulis Sabarudin.

Warga lainnya yakni Adie merasakan seperti ini, “Tangerang serasa ga punya walikota”. (*/yit/pur)





Post a Comment

0 Comments