Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Charlie Chandra Hirup Udara Bebas, Terus Berjuang Dapatkan Hak Dirampas PIK-2

Charlie Chandra berpelukan mesra 
dengan istrinya Elice Chandra saat bertemu. 
(Foto: Syafril Elain/TangerangNet.Com)   



NET - Setelah mendekam selama satu tahun di Rutan Kelas 1 Tangerang, Jambe, Kabupaten Tangerang, Charlie Chandra, 50, menghirup udara bebas. Raut wajah Charlie terlihat sumringah yang ke luar Rutan mengenakan baju kaos “Manusia Merdeka”.

Charlie Chandra mendekam di penjara sebagai korban kriminalisasi oleh oligarki PIK-2 milik Sugianto Kusumah alias Aguan. “Kita akan lanjutkan melawan para oligarki. Enak saja mereka merampas tanah rakyat dan memenjarakan rakyat sebagai pemilik tanah,” tutur Muhammad Said Didu di pintu gerbang Rutan Kelas 1 Tangerang, pada Kamis (19/3/2026).

Ikut menyambut bebasnya Charlie Chandra yakni istrinya Elice Chandra, penasihat hukum dari LBH Advokasi Publik Pimpinan Pusat (AP PP) Muhammadiyah Ewi dan Syafril Elain, RB serta Fojar Gora dari Fajar Gora law firm.

Tampak pula Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Tamsil Linrung, Budi Raharjo, Holid Migdar (nelayan Banten), Andi Sarandi, Debby Haji Fuad beserta suami dan para simpatisan.

Charlie Chandra mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas Rutan Kelas 1 Tangerang karena selama dalam tahanan mendapat pelayanan yang baik. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh petugas Rutan Kelas 1 Tangerang,” tutur Charlie.

Sejak masuk ke tahanan dan hari ini ke luar, kata Charlie, turun berat badan sekitar 6 kilogram. “Kalau sengaja diet, susah sekali. Tapi, begitu masuk penjara dan hari ini ke luar badan terasa lebih enak,” ucap Charlie sembari tersenyum ke arah Elice.

Syafril Elain dari LBH AP PP Muhammadiyah mengatakan sejak mendapat restu dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendampingi Charlie terus berjuang melawan ketidak-adilan.

“Ya, Pak Busyro Muqoddas sebagai pimpinan memberi dukungan penuh mendampingi Pak Charlie. Sebab, Muhammadiyah tidak memandang suku, agama, dan ras untuk melakukan pembelaan,” ujar Syafril Elain.

Fajar Gora mengatakan setelah ke luar dari tahanan Charlie akan terus berjuang untuk memperoleh hak-hak yang telah dirampas PIK-2. “Ke depan, kita harus berjuang kembali untuk mendapatkan tanah yang telah dirampas PIK-2,” ucap Fajar Gora. (yit/pur)    


Post a Comment

0 Comments