Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bamsoet Dorong Spirit Brotherhood Jadi Modal Sosial Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Bambang Soesatyo (Bamsoet) pada acara buka 
puasa berama saat memberi pencerahan. 
(Foto: Istimewa)  



NET - Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKSHA) Bambang Soesatyo menuturkan tradisi buka puasa bersama komunitas olahraga menembak dan otomotif di bulan Ramadhan berkembang menjadi sarana penguatan solidaritas menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kepedulian sosial, serta pembentukan karakter kebangsaan.

Di tengah meningkatnya jumlah kepemilikan senjata api beladiri dan olahraga menembak serta komunitas kendaraan roda dua dan roda empat di Indonesia, momentum Ramadhan dapat menjadi refleksi penting untuk menjaga etika kepemilikan senjata api dan berkendara sekaligus memperkuat persaudaraan lintas merek, lintas klub, dan lintas generasi.

“Spirit brotherhood (persaudaraan-red) di komunitas olahraga menembak dan otomotif yang tergabung di PERIKHSA RIDERS (Motor Besar), PERIKSHA 4x4 (Mobil Offroad) dan pecinta cigar nusantara PERIKHSA CIGAR adalah modal sosial yang sangat kuat dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Ramadhan menjadi momentum untuk merawat nilai kebersamaan, memperkuat empati, dan meneguhkan komitmen agar komunitas hadir membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Bamsoet saat menghadiri Buka Puasa Bersama pengurus dan anggota Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKSHA) di Parle Resto Jakarta, Sabtu (28/2/26) malam.

Hadir dalam acara buka puasa bersama itu Presiden PERIKSHA RIDERS Aldwin Rahadian, Presiden PERIKHSA CIGAR Charles Wicaksana, Presiden PERIKSHA 4x4 Malik Bawazier serta Wakil Presiden PERIKHSA 4x4 Sunan Kalijaga.

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) serta Ketua Dewan Penasehat Persatuan Menembak Indonesia (PERBAKIN) ini menilai perkembangan komunitas kepemilikan senjata api beladiri dan olahraga serta komunitas otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sangat signifikan.

Data PERBAKIN dan IMI, kata Bamsoet, menunjukkan jumlah klub dan komunitas yang terdaftar terus meningkat, dengan ribuan event kejuaraan menembak dan event otomotif digelar setiap tahun di berbagai daerah. Industri otomotif nasional sendiri pada 2025 mencatat penjualan kendaraan bermotor yang stabil di atas satu juta unit per tahun untuk roda empat dan lebih dari lima juta unit untuk roda dua, menunjukkan basis penggemar dan pengguna kendaraan yang sangat besar.

“Komunitas olahraga menembak dan otomotif memiliki modal sosial yang besar. Anggotanya tersebar dari kota hingga daerah, solid, terorganisir, dan memiliki jejaring luas. Jika energi ini diarahkan pada kegiatan positif, dampaknya luar biasa bagi masyarakat,” kata Bamsoet.

Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menambahkan, komunitas olahraga menembak dan otomotif ke depan perlu terus memperkuat orientasi sosialnya agar keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Tradisi buka puasa bersama hendaknya dimaknai sebagai sarana refleksi, konsolidasi internal, sekaligus ruang memperluas kolaborasi lintas komunitas dan lintas sektor.

“Brotherhood dalam komunitas Kepemilikan senjata api, otomotif dan pencinta Cigar Nusantara adalah energi kebangsaan. Jika dirawat dengan konsisten, ia menjadi kekuatan sosial yang membantu mempererat persatuan dan memperkuat karakter gotong royong bangsa,” pungkas Bamsoet. (*/pur)


 


Post a Comment

0 Comments