Warga Alar Jiban melawan preman
yang mengurug tanah mereka
dengan alat eskavator.
(Foto: Istimewa)
Puluhan warga Alar Jiban mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, anak remaja ikut mempertahankan tanah mereka, sambil berteriak. Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar.
“Bapak Presiden kepada siapa kami mengadu. Tanah kami dirampas dan diambil oleh preman,” ujar Warga.
Atas kejadian tersebut, Muhammad Said Didu yang selama peduli terhadap warga pesisir Utara Kabupaten Tangerang mengatakan rakyat Alar Jiban, Desa Kohod berjihad melawan Oligarki PIK-2.
“Rakyat berjihad mempertahankan haknya dari penggusuran Pantai Indah Kapuk (PIK)-2 yang dibantu aparat dan didukung penguasa,” ujar Said Didu.
Said Didu mengatakan setelah PIK-2 dan aparat menahan 6 tokoh dan 1 pengacara, masyarakat Alar Jiban, Desa Kohod, Tangerang, PIK-2 yang didukung oleh pejabat dan aparat datang melakukan tindak lanjut okupasi lahan rakyat. Rakyat yang tidak menerima lalu bangkit melawan.
“Pejabat diam dan aparat ikut membantu penggusuran rakyat. Bapak Presiden @Prabowo yth, siapa lagi yang akan melindungi rakyat? Gubernur Banten yang kader Partai Bapak hanya diam melihat rakyatnya digusur,” tulis Said Didu melalui WA (WhatsApp). (ril/pur)



0 Comments