Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Polri Kembali Pilih Kota Tangerang Lokasi Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpin Administrasi

Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman 
serahkan cindera mata kepada Ketua 
Lemdiklat Polri Kombes Pol
Ruli Agus Pramono. 
(Foto: Istimewa) 

 

NET - Kota Tangerang kembali ditetapkan sebagai salah satu lokus Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan kali ini dari instansi Polri Tahun 2025. Hal ini karena Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berinovasi memberi pelayanan publik dan konsistensi kinerja birokrasi lalu mendapat pengakuan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman membuka kegiatan tersebut, pada Selasa (22/7/2025) di Ruang Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jalan Satria Sudirman. Sebanyak 40 peserta pelatihan dari berbagai Polda di seluruh Indonesia hadir untuk menyerap langsung praktik tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berbasis bukti (evidence-based governance).

“Kami menyambut kehadiran para peserta bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai mitra belajar. Karena pelayanan publik yang berkualitas lahir dari semangat untuk terus belajar. Namun termasuk dari perspektif luar,” ujar Sekda Herman.

Sekda menyebutkan keterbukaan terhadap evaluasi dan masukan adalah modal penting dalam membangun birokrasi yang adaptif. Penghargaan, bukanlah titik akhir, melainkan pemantik semangat untuk terus memperbaiki diri.

Salah satu capaian terbaru yang menjadi sorotan adalah penghargaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Award 2025 dari Kementerian Dalam Negeri, yang menetapkan Kota Tangerang sebagai kota dengan kinerja pelayanan terbaik secara nasional.

“Penghargaan bukan sekadar plakat di dinding. Penghargaan adalah pengingat bahwa ekspektasi masyarakat terus meningkat. Dan kehadiran rekan-rekan peserta hari ini justru menjadi penyemangat kami untuk terus berbenah,” tutur Herman.

Sekda memaparkan berbagai inovasi pelayanan publik yang telah dijalankan Pemkot Tangerang, antara lain Digitalisasi layanan kependudukan melalui aplikasi Sobat Dukcapil, Layanan drive-thru dokumen kependudukan, dan 13 program layanan kesehatan gratis yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Banyak dari inovasi tersebut kini telah menjadi rujukan nasional dan direplikasi oleh daerah lain.

“Semua inovasi itu lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Prinsip kami jelas, solusi terbaik adalah yang berbasis data, berpihak pada rakyat, dan dapat diimplementasikan dengan sumber daya yang tersedia,” ucapya.

Herman berharap studi lapangan ini tidak hanya menjadi formalitas pelatihan, melainkan menjadi ruang bertukar ide dan pengalaman lintas lembaga untuk memperkuat fondasi pelayanan publik.

“Kami ingin kegiatan ini menghasilkan pemikiran segar yang memperkuat arah reformasi birokrasi nasional dan membangun jembatan kolaborasi antarlembaga yang lebih kokoh,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lemdiklat Polri Kombes Pol Ruli Agus Pramono menuturkan studi lapangan ini dirancang untuk memberikan pengalaman empirik dan pemahaman kontekstual kepada peserta pelatihan dalam menghadapi permasalahan nyata di sektor pelayanan publik.

“Melalui pengamatan langsung, peserta dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih relevan dan solutif karena memahami konteks serta kompleksitas tantangan di lapangan,” ujarnya.

Sebagai informasi selama kegiatan berlangsung, para peserta akan melakukan kunjungan dan diskusi langsung dengan sejumlah perangkat daerah Kota Tangerang, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, untuk menggali praktik manajemen kinerja organisasi, strategi inovasi layanan publik, dan penyesuaian kebijakan di tingkat lokal. (*/pur)

 

 

Post a Comment

0 Comments