Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Prabowo Menangis Takut Kehilangan Harta Kekayaan, Bukan Untuk Rakyat

HR Ubay Permana.  
(Foto: Ist/koleksi pribadi Ubay Permana) 



Oleh: HR Ubay Permana

 

PEMILIHAN Presiden (Pilpres) 2024 kali ini banyak hal yang menarik. Mulai gaya kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) sejak diresmikan oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI).

Bahkan acara debat pun tidak luput dari perhatian warga sebagai pemilih. Apakah pendukung Capres-Cawapres Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subiyanto-Gibran Rakabuming Raka, mapun pasangan Ganjar Pramonowo-Mahfud MD.

Sejak debat pertama antara sesama Capres sampai debat antara sesama Cawapres. Namun, yang paling menarik adalah pada acara debat Capres putaran kedua. Ada acara menangis massal. Ada apa?

Ketika Pra
bowo menangis:  dia menangis bukan karena melihat kondisi rakyat yang menderita, susah mencari pekerjaan, BBM (bahan bakar minyak) naik, listrik naik, PAM (Perusahaan Air Minum) naik,  susah masuk sekolah negeri, harga bahan pokok terus melonjak naik, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kesehatan naik, gas elpiji naik.

Prabowo menangis karena tak mampu menjawab pertanyaan Anies dan Ganjar dalam debat Capres tersebut.

Prabowo berambisi menjadi presiden bukan karena ingin mengelola negara ini yang bersesuaian dengan Undang-Undang Dasar (UUD) ‘45 , UU peraturan dan tata negara yang baik.

Prabowo pernah berstatemen “akan timbul dan tenggelam bersama rakyat” tetapi dia tenggelam ketika rakyat di dzolimi, Ulama dikriminalisasi, oposisi dipersikusi, ummat Islam teraniaya, dan bahkan terbunuh oleh penguasa, justeru dia timbul di istana bergabung dengan lawan politiknya, Joko Widodo.

Prabowo ingin menjadi Presiden RI karena ingin melanggengkan dan membesarkan perusahaannya.

Suatu pengkhianatan yang dilakukan oleh Prabowo dan wajib di lawan oleh ummat Islam. (**)

 

Tangerang, 20 Januari 2024.

 

Wassalam: Panglima

 

 

Post a Comment

0 Comments