BPPT Terus Kembangkan Inovasi Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi

Baca Juga

Hammam Riza perlihatkan hasil kajian BPPT. 
(Foto: Istimewa) 



NET  - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus mengembangkan inovasi dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi melalui kajian dalam bidang kesehatan dan pangan, khususnya pada memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-113 tahun ini.

“Kebangkitan inovasi teknologi untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi secara spesifik menyasar pada bidang kesehatan dan pangan," ujar Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknokogi (BPPT) Hammam Riza di Jakarta, Kamis (20/5/2021),

Hal itu disampaikan oleh Riza saat acara Media Gathering BPPT dengan tema Satu Tahun Inovasi Teknologi Covid-19 "Menjaga dan Memperkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19".

Riza menyebutkan hal sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk terus berburu inovasi yang diliputi semangat menggunakan produk dalam negeri melalui Task Force Riset Inovasi Covid-19 (TFRIC-19).

Hingga kini, kata Riza, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah yakni pelaksanaan program vaksinasi, pengendalian kasus Covid-19, angka kematian hingga dampak mobilisasi penduduk yang tinggi pada masa mudik Lebaran lalu. Tugas TFRIC-19 dalam mengembangkan inovasi masih terus berlanjut untuk mengembangkan inovasi dan mengulurkan tangan kepada pihak mitra yang dapat berkolaborasi dalam pelaksanaannya.

Hammam Riza mengungkapkan Covid-19 membangunkan kita semua bahwa kesiapan dan ketahanan nasional khususnya dalam pandemi merupakan hal serius, dan ketergantungan terhadap produk impor sangat tinggi.

“Untuk memenuhi kebutuhan secara nasional, BPPT bersama mitra dalam kesempatan yang sama menghadirkan inovasi berupa Ventilator ICU, Direct Digital Radiography untuk mendukung diagnosis Covid-19," ujarnya.

Hammam Riza menjelaskan Kit Pengukur Kadar Antibodi Paska Vaksinasi, dan alat tes cepat antigen yang dinamakan BPRO dan sedang tahap registrasi di Kementerian Kesehatan. Selanjutnya pengembangan inovasi berupa suplemen dari ekstrak bawang putih terfermentasi, biskuit mulivitamin, suplemen beta glucan, obat imunostimulan dan beras terfortifikasi.

"Di samping itu, TFRIC-19 berupaya dalam aksi penggiatan data sain dan aplikasi kecerdasan artifisial di antaranya membuat pangkalan data bioprospeksi tanaman obat, mikroba, pengembangan kecerdasan artifisial untuk deteksi COVID-19 dan Pusat Kecerdasan Teknologi Indonesia," ungkap Hammam.

BPPT pun sedang mempersiapkan sebuah konsep smart farming bersama-sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) untuk pusat riset herbal di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Aktivitas riset ini yang berbasis herbal dan menggunakan kecerdasan artifisial akan melahirkan terobosan smart farming untuk tanaman obat. (dade)

Post a Comment

0 Comments