Warga Negara Asing Bekerja Di Kabupaten Serang, Diawasi Ketat

Baca Juga

Nanang Supriatna saat memberikan penjelasan. 
(Foto: Istimewa)  


NET - Guna memastikan tidak melanggar aturan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melakukan pengawasan warga Negara asing atau WNA. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan secara dini dari hal yang tidak diinginkan.

"Pengawasan warga negara asing di Kabupaten Serang memang sangat perlu sekali,” ujar Asisten Daerah (Asda) I Bidang Administrasi Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Nanang Supriatna, Sabtu (10/4/2021).

Nanang menjelaskan Pemerintah Kabupaten Serang mengawasi tenaga kerja asing (TKA), satu pihak perlu dijaga, satu pihak tenaga kerja asing perlu kewaspadaan. "Jangan sampai kita lengah. Supaya baik semua, mereka ada kejelasan kerja di wilayah kita, tapi juga dipastikan mereka tidak melanggar aturan,”tutur Nanang.

Upaya yang dilakukan saat ini, sebut mantan Camat Waringin Kurung ini, diawali dengan melakukan pendataan WNA berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ada sebanyak 1.000 WNA.

"Di situ (tim) ada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait seperti Disdukcapil, Disnaker, Dinas Perizinan, dan Imigrasi Serang, Nanti juga minta masukan dari provinsi selaku pengawas orang asing dari Provinsi Banten,” terang Nanang.

Sedangkan terkait laporan pihak perusahaan yang melaporkan jumlah TKA, Nanang memastikan jika perusahaan belum maksimal melakukan update pelaporan TKA. "Nanti kita maksimalkan agar perusahaan proaktif atau di tempat tinggal WNA seperti di hotel, seperti long time satu bulan sampai dua bulan di hotel nanti untuk bisa melaporkan,” katanya.

Kemudian terkait data yang dimiliki Pemkab Serang, kata Nanang, akan dipadukan terlebih dahulu data WNA yang dimilik Disdukcapil, Disnaker, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Imigrasi Serang, dan Polres Serang. “Sehingga tidak ada satu orang WNA yang luput dari kita. Masih dinamis untuk datanya, baru sebatas data dari OPD kalau ke bawah belum,” jelas Nanang.

Dengan begitu, Nanag menyebutkan akan ada sanksi bagi perusahaan yang tidak melaporkan TKA. "TKA akan dideportasi, dan perusahaan akan ada sanksi dari aturan yang ada. Sementrara ini belum ada yang dideportasi,” tuturnya.

Kasubag Kewaspadaan, Deteksi dan Pencegahan Dini pada Badan Kesbangpol Kabupaten Serang, Akhmad Fuad menjelaskan berdasarkan data yang dimiliknya TKA terbanyak berada di Kecamatan Bojonegara dari Korea. Sedangkan data yang diperoleh dari Disdukcapil ada 1.000 lebih WNA.

"Data itu, data yang baru datang, pulang, dan perpanjangan. Dalam waktu dekat kita akan turun ke lokasi dengan melibatkan semua pihak, berikut teman-teman media,” ujarnya.

Dikatakan Nanang, Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemantauan Verifikasi dan Monev Orang Asing di Kabupaten Serang tahun Anggaran 2021 pun sudah dilakukan pada Jum’at, 9 April 2021. Rapat dihadiri Tim Pemantauan Verifikasi dan Monev Orang Asing di Kabupaten Serang di antarannya sebagai leading sektor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, berikut dari Polres Serang, Polres Cilegon, Polres Serang Kota, Badan Intelejen Negara ((BIN), dan Badan Intelejen Strategis (BAIS). (*/pur)

Post a Comment

0 Comments