Dapat Dukungan DPRD, PKBM Pede Jadi Pendidikan Alternatif Di Masyarakat

Baca Juga

Ahmad Jazuli Abdillah (baju biru)
bersama pengurus PKBM Kota Tangerang.
(Foto: Istimewa)




NET - Para penyelenggara dan pemangku kepentingan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ke depan harus lebih percaya diri alias pede dalam mengelola kegiatan belajar di tengah masyarakat, terlebih minat siswa yang ingin belajar saat ini meningkat.

Walaupun para pengelola cenderung masih banyak yang belum mendapat perhatian dari pemerintah. Ini adalah jalur resmi pendidikan yang diatur oleh negara, yaitu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Jadi, pihak pemerintah tidak boleh diskriminasi dalam kebijakannya,” ujar Ahmad Jazuli Abdillah di Kota Tangerang, Rabu (9/10/201) .

Anggota DPRD Provinsi Banten Ahmad  Jazuli Abdillah menyebutkan hal sehubungan sehari sebelumnya menghadiri acara pelantikan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK. FKBM) Kota Tangerang di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tangerang.

Jazuli yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kota Tangerang, selama ini memang dikenal sangat peduli terhadap kemajuan pendidikan di Kota Tangerang.

"Sejak dulu, kalau soal pendidikan saya all out. Ini bukan sekadar investasi masa depan tapi juga soal pembentukan karakter, moralitas, dan spiritualitas anak bangsa. Proses ini banyak dihasilkan dari pendidikan informal dan nonformal,” tutur Jazuli.

Konstitusi, kata Jazuli, jelas menegaskan pendidikan kita ada tiga jalur; formal, informal, dan nonformal. Nah, PKBM berada di track nonformal yang harus diakui dan mendapat perhatian keberadaannya dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah. Selain aspek fasilitas atau sarana prasarana belajar, pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan para pengajar atau tutornya.

“Makanya tahun lalu, saya sempat berkirim surat ke beberapa pihak terkait untuk mendorong agar para tutor PKBM mendapatkan hak sertifikasi dan lulusan paket C, mendapat perlakuan sama untuk masuk ke perguruan tinggi manapun di Indonesia, terlebih secara empirik lulusan PKBM tidak kalah kualitasnya dengan lulusan sekolah formal," ujar Jazuli.

Mantan staf ahli Gubernur Banten inipun menegaskan bahwa peran penting PKBM sangat terasa pasca kebijakan sistem zonasi pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ke sekolah negeri. 

"Akibat sistem zonasi, banyak peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri. Bahkan banyak yang akhirnya tidak melanjutkan sekolah karena biaya ke sekolah swasta dinilai mahal. Nah, kehadiran PKBM ini sangat penting bagi masyarakat sebagai alternatif tempat belajar di luar sekolah formal yang negeri. Terlebih undang-undang juga menjamin eksistensinya," ucap Jazuli. 

Pengurus Forum Komunikasi FKBM Kota Tangerang yang baru dilantik dipimpin oleh Ustadz Salman Al Farisyi, S.Pd. sebagai ketua untuk periode 2019-2024. Acara dihadiri oleh Wakil Walikota Tangerang, H. Sachrudin, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kabid Pendidikan Nonformal dan Informal (PFNI) Dindik Kota Tangerang, Pengurus Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), ICMI Orda Kota Tangerang dan undangan lainnya. (*/rls)



Post a Comment

0 Comments