Maskapai Batik Air Pindah Kegiatan Ke Terminal 2E Bandara Soeta

Baca Juga

Ilustrasi Batik Air akan pindah.
(Foto: Istimewa)


NET - Maskapai Batik Air yang kini berkegiatan di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta, mulai 5 Desember 2018 akan berpindah operasionalnya ke Terminal  2E. 

Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang menyebutkan berpindahnya pengoperasian maskapai Batik Air dari terminal 1C ke 2E itu dengan tujuan untuk melakukan revitalisasi dalam meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa penerbangan.

Program revitalisasi tersebut, kata Febri, pada Selasa (27/11/2018), telah dilakukan di Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta sejak tiga tahun yang lalu. Dengan direalisasikan kenaikan  mencapai 24 juta  penumpangkan di Terminal 1. Sedangkan sebelumnya pada 1985 hanya 9 Juta. 

Di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta dapat memiliki kapasitas 17-18 Juta penumpang. Sebelumnya pada 1992 kapasitas Terminal 2 hanya 9 Juta.  Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang utama Indonesia, dijelaskan Febri, harus berkompetisi dengan bandara berkelas dunia lainnya. 

“Karenanya, penyebaran penumpang di setiap terminal harus kami lakukan,” terang Febri. 

Pihaknya berharap para pengguna jasa di Bandara Soekarno-Hatta untuk selalu memperhatikan tiket pesawat yang telah dipesan. Sekaligus memperhatikan petunjuk yang telah disiarkan melalui media-media sosialisasi yang ada di Terminal. 

“Sebelumnya, Batik Air beroperasi di Terminal 1C, pada 5 Desember tahun ini akan berpindah ke Terminal 2E. Untuk informasi lebih lanjut, petugas kami dan petugas dari Batik Air akan membantu memberikan arahan kepada pengguna jasa,” ujar Febri. Seperti diketahui, Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah dinobatkan oleh OAG Megahubs International Index 2018, sebagai bandara Megahub dengan indeks konektivitas internasional terbaik ke-10 dari 50 bandara Internasional terbaik di dunia dengan poin sebesar 249. 

Rilis dari OAG Megahubs International Index 2018 menyebutkan penilaian indeks konektivitas internasional ini dihasilkan dengan membandingkan jumlah koneksi terjadwal dari penerbangan internasional, dengan jumlah destinasi yang dilayani oleh bandara. 

Berikut peringkat 10 besar Bandara Megahub terbaik di dunia. Peringkat pertama diraih oleh Bandara Internasional Heathrow London Inggris , dengan indeks konektivitas sebesar 333 poin.  Disusul peringkat di bawahnya, Bandara Internasional O’Hare Amerika Serikat (306poin), Frankfurt Jerman (302 poin), Amsterdam Belanda (286), Pearson Toronto Kanada (271), BI Los Angeles AS (257), Atlanta AS (256), Changi Singapura (253), Paris-Charles D Gaulle Prancis (250), dan Soekarno Hatta Indonesia (249).   Di bawah Indonesia, terdapat beberapa bandara internasional di dunia di antaranya : Munchen Jerman, Kuala Lumpur Malaysia, dan Hongkong. (man)

Post a Comment

0 Comments