Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gubernur Banten Ajukan Perubahan Perda BMD, Optimalisasi Pengelolaan Aset

Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan 
naskah perubahan Perda BMD kepada 
Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim. 
(Foto: Istimewa)  



NET - Perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) diajukan oleh Gubernur Banten Andra Soni ke DPRD Banten. Langkah ini bertujuan menciptakan pengelolaan aset daerah yang lebih tertib, transparan, dan memberikan asas manfaat yang optimal.

​"Optimalisasi pengelolaan aset harus disertai kepastian hukum dan pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, kejelasan kewenangan, kelengkapan dokumen, serta transparansi dalam setiap proses menjadi perhatian kita bersama," ujar Gubernur Andra Soni pada Selasa (20/10/2026).

Usulan tersebut disampaikan Gubernur dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten di Gedung DPRD, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jalan Syech Nawawi Al Bantani, Curug,  Kota Serang, pada Selasa (20/10/2026).

​Andra Soni menyebutkan setiap aset yang digunakan untuk pelayanan publik harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Aset yang belum termanfaatkan, perlu ditata dan dikaji potensinya agar dapat mendukung pembangunan sekaligus berkontribusi pada pendapatan daerah.

​Menurut Gubernur, meski Perda Nomor 1 Tahun 2019 telah menjadi landasan pengelolaan  BMD di Banten, dinamika regulasi dan kebutuhan daerah menuntut adanya penyempurnaan. Penyesuaian ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

​Secara garis besar, Gubernur Andra Soni memaparkan lima pokok penyempurnaan dalam rancangan peraturan tersebut. Pertama, penguatan perencanaan kebutuhan BMD agar proses pengadaan, pemeliharaan, pemanfaatan, hingga penghapusan aset lebih terarah.

​Kedua, penyempurnaan mekanisme pemanfaatan aset melalui sistem sewa, pinjam pakai, dan kerja sama. Kejelasan prosedur dan hak-kewajiban dinilai akan membantu mengoptimalkan aset yang idle (menganggur) dengan tetap menjaga kepentingan daerah.

​Ketiga, penguatan pengamanan aset yang meliputi kelengkapan dokumen bukti kepemilikan untuk mencegah potensi sengketa dan penyalahgunaan. Keempat, penyempurnaan tata cara penilaian dan pemindahtanganan aset—seperti penjualan atau hibah—yang harus mematuhi persetujuan pejabat berwenang dan DPRD.

​"Kelima, penyempurnaan mekanisme penghapusan aset serta penguatan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian. Hal ini diperlukan agar pencatatan aset sesuai dengan kondisi aktual dan dapat dipertanggungjawabkan," paparnya.

​Gubernur Andra Soni menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemprov dan DPRD Banten. Keberhasilan implementasi regulasi ini juga sangat bergantung pada kesiapan seluruh perangkat daerah dalam menata data aset, meningkatkan kapasitas aparatur, dan menyesuaikan tata kerja.

​"Kami mengharapkan dukungan dan masukan konstruktif dari pimpinan serta seluruh anggota dewan agar regulasi ini kelak dapat dilaksanakan dan membawa manfaat bagi masyarakat," tutur Gubernur Andra Soni.

​Gubernur mengingatkan kembali bahwa BMD—seperti tanah, gedung, dan kendaraan—adalah kekayaan daerah yang krusial untuk menunjang penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

​"Oleh karena itu, pengelolaannya mutlak harus tertib, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya. (*/yos/pur)



Post a Comment

0 Comments