Walikota Tangerang H. Sachrudin menonton
pertandingan perdana Forssekot Kota Tangerang.
(Foto: Istimewa)
Walikota Tangerang H. Sachrudin membuka kegiatan tersebut, menilai tingginya partisipasi menjadi bukti minat masyarakat terhadap sepakbola, khususnya pada kalangan usia dini, terus berkembang.
“Antusiasme ini menjadi sinyal positif bahwa pembinaan sepakbola sejak usia dini harus terus diperkuat. Dari sinilah, kita menyiapkan generasi atlet masa depan yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki karakter dan sportivitas,” ujar Sachrudin.
Liga Forssekot 2026 mempertandingkan tiga kelompok usia, yakni U-8 (18 tim), U-10 (33 tim), dan U-12 (36 tim), dengan total sekitar 1.360 pemain.
Walikota Sachrudin menyebutkan kompetisi seperti ini memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan, mental bertanding, serta kedisiplinan para pemain muda.
“Pembinaan tidak bisa instan. Dibutuhkan proses berjenjang dan berkelanjutan. Kompetisi seperti Forssekot menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan mengasah kemampuan sejak dini,” tuturnya.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antar SSB (Sekolah Sepak Bola) serta memperkuat ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan di Kota Tangerang.
Sachrudin mengapresiasi dukungan orang tua dan pelatih yang selama ini berperan besar dalam membentuk karakter dan semangat para pemain muda.
“Peran orang tua dan pelatih sangat penting. Kolaborasi yang baik akan melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat,” ungkapnya.
Pemkot Tangerang, kata Sachrudin, mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan yang memberikan jaminan asuransi bagi para pemain selama dua bulan.
Usai pembukaan, Walikota Tangerang meninjau Stadion Porci, Cibodas, yang menjadi lokasi Liga Yooscout Regional Tangerang 2026. Kompetisi ini diikuti pemain usia 11, 13, 15, dan 17 tahun dari berbagai tim se-Tangerang sejak 5 April hingga 20 Juni 2026.
Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar akan semakin memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.
“Semakin banyak ruang kompetisi, semakin besar peluang lahirnya talenta unggul dari Kota Tangerang. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga kita,” ucap Sachrudin.
Kegiatan kompetisi tersebut mendapat sambutan dari peserta terutama pemain bola usia dini. “Alhamdulillah, saya bisa ikut dalam pertandingan Liga Foresskot. Ini pengalaman yang berharga dan bekal untuk masa depan,” tutur Iqbal, salah seorang anak SSB. (*/pur)



0 Comments