Gubernur Banten Andra Soni pada
peresmian Masjid Al-Istiglaliyyah.
(Foto: Istimewa)
Gubernur mengatakan masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan titik awal dan pilar utama pembangunan peradaban Islam.
"Alhamdulillah, saya dan Pak Maesyal (Bupati Tangerang) selalu mendapatkan bimbingan dari Abah Entoh. Kehadiran masjid ini diharapkan menjadi pusat penguatan keimanan dan persatuan umat," ujar Gubernur Andra Soni.
Gubernur memohon doa restu dan bimbingan dari para ulama agar senantiasa diberikan kekuatan dan amanah dalam memimpin Provinsi Banten. Apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang hadir dan mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menjaga ukhuwah islamiah, persatuan, dan kondusivitas daerah.
Gubernur menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah yang secara konsisten melibatkan pemerintah dalam berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan kasepuhan. Pengasuh Ponpes KH. Totoh Tohari Romli, didoakan agar senantiasa diberikan kesehatan dalam membimbing umat.
Senada dengan Gubernur, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menyebutkan peresmian Masjid Al-Istiqlaliyyah sebagai masjid kasepuhan di Tangerang Raya merupakan momentum strategis. Hal ini menjadi pengingat pentingnya membangun peradaban yang berlandaskan iman dan akhlak mulia.
"Masjid ini bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan rumah suci tempat sujud, pusat persaudaraan, serta mercusuar nilai-nilai keimanan dan peradaban. Dari masjid inilah diharapkan lahir doa-doa yang menguatkan dan langkah-langkah kebaikan bagi masyarakat," tutur Maesyal.
Bupati berharap keberadaan Masjid Al-Istiqlaliyyah dapat memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang. "Mari, kita makmurkan masjid ini bersama-sama. Semoga dari tempat ini tumbuh masyarakat yang berakhlak mulia, rukun, dan Kabupaten Tangerang senantiasa diberkahi Allah Swt.," tuturnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah KH Totoh Tohari Romli atau yang akrab disapa Abah Entoh mengenang pesan mendalam dari Abah Sepuh (almarhum KH Uci Turtusi). Ia mengisahkan bahwa Abah Sepuh pernah memprediksi masjid tersebut akan berkembang layaknya masjid besar bersejarah di Banten dan menjadi tempat berkumpulnya para pemimpin.
"Kelak nanti, masjid ini akan ada menara seperti menara Banten. Dulu, Abah Sepuh mengatakan di masjid inilah akan hadir para raja-raja," ungkap Abah Entoh mengenang visi pendahulu.
Dalam rangkaian acara tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menerima penganugerahan kehormatan dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta persatuan bangsa.
Sebagai tanda kasih, Gubernur menerima cenderamata berupa miniatur masjid dan tasbih hitam asal Mesir dari KH Totoh Tohari Romli.
Acara ini turut dihadiri oleh para raja dan sultan yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang, alim ulama, tokoh masyarakat, santri, serta ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Tangerang Raya. (*/pur)



0 Comments