Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gubernur Banten Rencanakan Normalisasi Kali Cirarab, Sachrudin: Kami Siap Berkolaborasi

Gubernur Banten Andra Soni saat memimpin 
Rakor didampingi Ketua DPRD Banten Fahmi 
Hakim dan Walikota Tangerang Sachrudin. 
(Foto: Istimewa)  




NET - Gubernur Banten Andra Soni memimpin rapat koordinasi sebagai bentuk respons cepat atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Tangerang Raya dalam beberapa hari terakhir.

Walikota Tangerang H. Sachrudin menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir Tangerang Raya yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.  Rakor berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Banten, di Jalan Kencana I No. 20, Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, pada Senin (26/01/2026).

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan Rakor tersebut bertujuan untuk mengevaluasi penyebab banjir sekaligus menyusun langkah strategis penanganan pasca banjir agar permasalahan serupa tidak terus berulang pada masa mendatang.

“Alhamdulillah, kami bersama para kepala daerah di Tangerang Raya, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, melakukan rapat koordinasi terkait evaluasi banjir yang melanda Provinsi Banten, khususnya Tangerang Raya, dalam beberapa hari terakhir. Dalam pembahasan ini, kami mengkoordinasikan berbagai upaya pasca banjir agar ke depan permasalahan banjir dapat kita atasi bersama,” ujar Andra Soni.

Gubernur menjelaskan Pemerintah Provinsi Banten bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane serta pemerintah kabupaten dan kota sepakat untuk melaksanakan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui normalisasi sungai.

Salah satu sungai yang direncanakan akan dinormalisasi adalah Sungai Cirarab, yang melintasi wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

“Dari hasil kunjungan lapangan, kami menemukan beberapa sungai mengalami pendangkalan dan penyempitan. Salah satunya adalah Sungai Cirarab. Kondisi ini terlihat jelas di lapangan,” jelas Andra Soni.

Gubernur menyebutkan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan kepala daerah dan Kantor Wilayah Pertanahan, mengingat banyaknya bangunan yang berdiri tidak semestinya di bantaran sungai.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan bupati, wali kota, kepala balai, serta Kanwil Pertanahan karena ditemukan bangunan di bantaran sungai yang perlu ditinjau dari aspek hukum. Intinya, pertemuan hari ini adalah menjadikan banjir sebagai isu dan permasalahan bersama yang harus diselesaikan melalui kerja sama,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif tersebut demi meningkatkan upaya antisipasi dan mitigasi banjir, khususnya di wilayah Kota Tangerang.

“Alhamdulillah, setelah Pak Gubernur meninjau langsung kondisi genangan di wilayah Periuk yang disebabkan oleh luapan Kali Ledug dan Sungai Cirarab, dalam rakor tadi disepakati bahwa Kali Cirarab akan dinormalisasi. Saat ini telah terjadi penyempitan dan pendangkalan yang luar biasa, dari lebar sekitar 15 meter menjadi hanya 3 hingga 8 meter,” ungkap Sachrudin.

Walikota mengatakan normalisasi Sungai Cirarab diyakini akan memperlancar aliran Kali Ledug sehingga mampu mengurangi genangan dan banjir secara signifikan di wilayah Periuk.

“Jika normalisasi dilakukan, saya optimistis aliran air akan jauh lebih lancar dan dampaknya, genangan maupun banjir di Periuk dapat berkurang secara signifikan,” ucapnya. (*/pur)

 

 


Post a Comment

0 Comments