Ferry Irwandi dan warga bergembira
dengan Solar Panel dan lampu menyala.
(Foto: Istimewa)
Hari ini, kabar baik itu akhirnya tiba. Rencana yang tadinya hanya berupa coretan spidol di papan tulis, kini telah menjelma menjadi energi yang menghidupkan harapan.
"SOLAR PANEL KITA MENYALA!" Teriakan syukur itu menggema saat panel surya berkapasitas besar yang dibawa dari Medan akhirnya terinstalasi sempurna. Di daerah Aceh seperti Rantau Bintang, Babo, dan pelosok Tamiang, kegelapan bukan lagi masalah utama. Listrik yang dihasilkan kini mampu menghidupkan penerangan darurat dan yang paling krusial mengaktifkan perangkat Starlink.
Dengan Starlink yang sudah "nyolok", isolasi informasi terputus. Koordinasi medis antara dokter di lapangan dengan pusat komando di Medan kini bisa dilakukan secara real-time. Warga tidak lagi merasa sendirian di tengah lumpur; mereka kini terhubung dengan dunia.
Keberhasilan ini adalah buah dari keputusan berani Ferry untuk tidak menyentuh dana donasi publik dalam biaya charter pesawat. Dengan menanggung biaya logistik udara secara pribadi dan kas Malaka, setiap sen dana dari masyarakat benar-benar dikonversi menjadi unit panel surya berkualitas tinggi dan infrastruktur teknologi.
Inilah alasan mengapa progres di lapangan terasa begitu cepat. Tidak ada birokrasi yang berbelit, hanya ada kebutuhan yang segera dijawab dengan kedaulatan energi.
Meskipun listrik sudah menyala, Ferry menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Sesuai dengan rencana awal yang dipetakan di Medan:
Sumber Air: Energi dari solar panel ini akan segera diintegrasikan dengan sistem sumur bor untuk menyediakan air bersih yang layak konsumsi.
Sanitasi: Pengadaan MCK (mandi, cuci, dan kakus) Portable sedang diupayakan untuk mencegah wabah penyakit di pengungsian.
Layanan Medis: Dengan titik-titik posko yang kini sudah terang dan terkoneksi internet, pelayanan kesehatan akan jauh lebih optimal dan manusiawi bagi para penyintas.
Arigatou, Warga Jaga Bumi!
Ekspansi ke daerah terpencil lainnya akan terus dilakukan. Keberhasilan di Rantau Bintang dan Babo hanyalah permulaan. Kolaborasi antara @kitabisa.com, tim Babo Project, dan semangat @wargajagabumi telah membuktikan bahwa teknologi jika dipadukan dengan empati yang tepat, bisa menjadi mukjizat di tengah bencana.
Terima kasih juga Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia 2014-2019)
atas dukungannya, dan terima kasih untuk kalian semua yang terus percaya pada transparansi dan kerja nyata. Kita terus bergerak, karena cahaya di Tamiang tidak boleh padam lagi.
Satu solar panel yang menyala adalah satu pesan kuat: Bahwa di tanah para pejuang, kegelapan tidak akan pernah menang. (***)
Andrian
27 Desember 2025
7 Rajab 1447 H
#PrayForSumatera #FerryIrwandi #BanjirSumatera



0 Comments