Gubernur Banten Andra Soni bersalaman
dengan pelajar SMK yang terampil
menjadi mekanik mesih mobil.
(Foto: Istimewa)
“Alhamdulillah, hari ini atas inisiasi Apindo Banten, kami dapat meninjau langsung dan mengunjungi SMK Mitra Industri MM-2100,” ujar Andra Soni.
SMK Mitra Industri MM-2100 yang telah berdiri selama 14 tahun ini dikenal sebagai SMK percontohan yang menerapkan model link and match secara langsung dengan kebutuhan industri. Keunikan sekolah ini terletak pada pendirian dan pengelolaannya yang dilakukan oleh dunia industri di Kawasan Industri MM-2100.
Gubernur Andra Soni meninjau langsung proses pembelajaran, fasilitas, hingga menelusuri sejarah berdirinya sekolah. Terlihat berbagai fasilitas praktik, laboratorium, dan ruang kelas.
Gubernur menyaksikan langsung kompetensi bahasa asing siswa meliputi Bahasa Inggris, Jepang, Korea, Arab, dan Jerman yang menjadi bekal penting sebelum mereka terjun ke dunia kerja.
“Saya memahami bahwa Apindo mengajak saya agar kita dapat melanjutkan diskusi mengenai bagaimana Provinsi Banten bisa memiliki dan mengembangkan sekolah kejuruan yang bermitra erat dengan para pelaku industri,” ungkap Andra Soni.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Mitra Industri MM-2100 Lispiyatmini menjelaskan bahwa sekolah ini berada dibawah naungan Yayasan Mitra Industri Mandiri dan didirikan sejak 16 Februari 2011. Sekolah menempati lahan seluas dua hektar dan dikelola bersama oleh Kawasan Industri MM-2100 dan Forum Komunikasi Kerjasama Sekolah dengan Industri (FKKSM) MM-2100, serta didukung penuh oleh perusahaan di kawasan tersebut.
Lispiyatmini menjelaskan dari awalnya hanya memiliki satu program keahlian (teknik sepeda motor), kini SMK tersebut telah mengembangkan delapan program keahlian teknik elektronika industri, teknik instalasi tenaga listrik, teknik kendaraan ringan, akuntansi, teknik permesinan, perhotelan, teknik sepeda motor, dan teknik kimia industri.
Saat ini, jumlah siswa mencapai 2.169 orang dengan didukung 100 tenaga pengajar. Sekolah menekankan penanaman lima nilai utama sebagai karakter wajib bagi siswa dan guru, yaitu: kejujuran, bertanggung jawab, disiplin, kerjasama, dan peduli.
“Untuk tes masuk siswa baru dilakukan oleh pihak eksternal,” jelas Lispiyatmini.
Pada kunjungan itu, Gubernur Andra Soni menyampaikan harapannya. “Saya berharap teman-teman Apindo Banten dapat memberikan dukungan penuh kepada kita, supaya anak-anak Banten juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan vokasi dengan kualitas seperti yang didapatkan oleh anak-anak di wilayah ini," pungkasnya. (*/pur)



0 Comments