Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Warga Keluhkan Jalan Utama Kota Tangerang Kumuh, Akibat Galian

Jalan MH Thamrin adalah jalan utama 
Kota Tangerang kondisinya terlihat kumuh. 
(Foto: Suyitno/TangerangNet.Com) 


NET – Sepanjang Jalan MH Thamrin terlihat kumuh akibat galian kabel, proyek dari PLN. Pada sisi kiri dan kanan jalan utama Kota Tangerang tersebut berantakan akibat digali oleh sejumlah pekerja terutama pada bagian trotoar. 

“Ini jalan utama Kota Tangerang kok kotor seperti ini. Berantakan,” tutur Suryadi kepada TangerangNet.Com, Sabtu (13/9/2025).

Suryadi, 34, warga Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang itu mengatakan galian di trotoar setelah pekerja usai melaksanakan pekerjaannya, ditinggal begitu saja. Konblok yang sebelumnya tersusun rapi dengan aneka rupa dan warna jadi rusak.

“Coba saja lihat itu Mas. Di sini, saya hampir setiap hari berjalan kaki. Sekarang konblok berantakan dan tanah berserakan di sana sini,” ucap Suryadi yang menunjuk ke arah trotoar di depan PT Argo Pantas. 

Senada dengan Suryadi, Kurnia Jaya,39, mengaku marah dan kesal dengan kondisi Jalan MH Thamrin seperti sekarang ini. “Saya sebenarnya marah. Tapi mau marah kepada siapa? Kalau saya marahi pekerja galian kabel itu pasti bisa ribut urusannya,” ujar Kurnia Jaya, warga Babakan, Kecamatan Tangerang.

Kurnia Jaya menyarankan kepada Pemerintah Kota Tangerang, setiap kali ada pekerjaan penggalian jalan baik di pinggir jalan atau di atas trotoar harus segera diperbaiki dan dibuat bagus seperti semula oleh perusahaan penggalian.

“Lihat itu, meski yang digali di bagian trotoar tapi lumpur kering atau tanah bekas galian berserakan  di badan jalan. Ini bisa membahayakan pengguna jalan atau pengendara sepeda motor celaka. Kalau pengendara sepeda motor slip  lantas jatuh dan ditabrak turuk, nyawa bisa melayang,” imbuh Kurnia Jaya memberi contoh.

Atas bekas galian yang berserakan dan berantakan tersebut, TangerangNet.Com menanyakan kepada pekerja di sana.

Suparno sebagai mandor pekerja galian PLN mengaku mendapat tugas hanya untuk memasang kabel di bawah tanah dengan cara penggalian. “Saya mengawasi untuk pemasangan kabel di bawah tanah. Soal perapian bekas galian, nanti ada perusahaan lain,” ucap Suparno tanpa menjelasakan secara rinci. (yit/pur)

Post a Comment

0 Comments