
Kepala Dinas Kesehatan dokter Dini
Anggraeni dan Walikota Tanterang
Sachrudin bersama dokter dan tim medis.
(Foto: Istimewa)
Hal ini dikatakan Walikota Tangerang H. Sachrudin saat membuka kegiatan Advokasi dan Koordinasi Tim Pembina Posyandu dalam Transformasi Layanan Primer, yang digelar di D’Prima Hotel, Jalan Benteng Betawi No. 88, Kota Tangerang, Senin (15/9/2025).
Walikota menjelaskan Posyandu kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu, anak, dan balita, tetapi juga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri No. 13 Tahun 2024. Enam bidang SPM tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan dan kawasan permukiman, pekerjaan umum, serta ketenteraman dan kesiapsiagaan bencana.
“Posyandu harus menjadi pilar penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Dengan 1.102 Posyandu yang tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan, kita memiliki kekuatan besar untuk menghadirkan layanan dasar yang dekat, ramah, dan bermanfaat bagi warga,” ujar Walikota Sachrudin.
Sachrudin menyoroti berbagai inovasi layanan yang telah berjalan di Posyandu, mulai dari program Jemput Antar Balita dengan Becak (Putarbal), Kunjungan Bayi Balita dan Ibu Hamil Berisiko Tinggi (Jubah Besi), hingga pojok baca dan layanan gizi di sejumlah Posyandu.
“Semua ini menjadi bukti bahwa Posyandu semakin bertransformasi menjadi pusat layanan publik yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutur Walikota Tangerang.
Walikota mengatakan peran tim pembina Posyandu sangat strategis dalam memberikan arahan, pendampingan, pembinaan, serta evaluasi.
“Sinergi antara pemerintah, kader Posyandu, dan masyarakat adalah kunci agar layanan Posyandu semakin efektif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan pentingnya semangat kader Posyandu dalam menjalankan amanah barunya.
“Para kader tidak hanya fokus di bidang kesehatan, tetapi juga harus siap bergerak di lima SPM lainnya. Inilah langkah awal menuju transformasi Posyandu sebagai lembaga masyarakat yang lebih kuat dan terintegrasi,” ujarnya. (*/pur)



0 Comments