
Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah
menyalami anggota Dewan Hakim MTQ.
(Foto: Istimewa)
Wagub Dimyati menyebutkan kandungan Al-Qur’an adalah petunjuk hidup. Karena itu, pelaksanaan MTQ harus terus digelorakan. “Even seperti MTQ harus lebih sering dilaksanakan,” ujarnya.
Menurutnya, MTQ merupakan upaya untuk mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. MTQ dapat meningkatkan kualitas masyarakat dalam membaca Al-Qur’an, baik dari segi tartil maupun tajwid. Selain itu, MTQ bermanfaat memperdalam pemahaman masyarakat terhadap kandungan Al-Qur’an.
“Saya meyakini, orang yang senang membaca Al-Qur’an niscaya berusaha untuk memahami maknanya. Melalui MTQ juga bisa menguatkan hafalan-hafalan Al-Qur’an,” ujarnya.
MTQ, kata Dimyati, menjadi sarana untuk meningkatkan iman dan takwa, sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah. “MTQ menguatkan solidaritas sosial dan persaudaraan, bukan sekadar menjadi juara,” tuturnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon Robinsar mengatakan MTQ mengukuhkan identitas Cilegon sebagai kota santri. Meskipun Cilegon dikenal sebagai kota industri berkat banyaknya investasi dan pabrik, identitas santri tetap harus melekat.
“Santri bukan hanya mereka yang belajar di pondok pesantren, tapi juga budaya yang melekat pada masyarakat. Karena itu, saya yakin MTQ akan meningkatkan kesalehan masyarakat Cilegon,” ucap Robinsar.
MTQ XXIV Kota Cilegon Tahun 2025 berlangsung pada 26 sampai dengan 29 September 2025. Sebanyak 420 peserta mengikuti sembilan cabang lomba di antaranya tilawah, fahmil Qur’an, qiroatul kutub, syarhil Qur’an, dan lainnya.
Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wagub Banten Dimyati Natakusumah didampingi Walikota Cilegon Robinsar dan Wakil Walikota Fajar Hadi Prabowo. Hadir Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten Sholeh Hidayat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon. (*/pur)



0 Comments