![]() |
| Gubernur Banten Andra Soni ketika meninjau jalan desa yang segera dibangun. (Foto: Istimewa) |
Andra Soni mengatakan rencana pembangunan jalan itu
merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan juga masyarakat.
"Alhamdulillah ini telah direncanakan atas usulan
bupati dan masyarakat. Jalan ini telah direncanakan untuk dilaksanakan pada
Perubahan APBD 2025," ungkap Andra Soni.
Dalam peninjauan itu, Andra Soni menerima sejumlah aspirasi
yang disampaikan oleh masyarakat terkait kondisi jalan poros desa serta irigasi
yang berada di sisi jalan.
"Tadi, kami sudah berdialog dengan masyarakat. Besar
harapan mereka agar ini bisa segera dilaksanakan. Karena sudah berlangsung lama
sekali," katanya.
Andra Soni menuturkan pihaknya telah melakukan koordinasi
dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) untuk
dapat melakukan penanganan terkait irigasi yang berada di sisi jalan poros Desa
Sindang Asih - Badak Anom.
"Karena di sekitar sini terdapat kurang lebih 500
hektare sawah yang masih produktif. Namun, merupakan sawah tadah hujan,
sehingga sangat memerlukan ketersediaan air," imbuhnya.
Andra Soni menyebutkan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera
merupakan langkah kolaborasi yang dilakukan Pemprov Banten dan pemerintah
kabupaten/kota untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah
satunya terkait ketahanan pangan dan membangun dari desa.
"Ini bentuk kolaborasinya. Dan banyak hal lagi, ada
beberapa urusan provinsi yang kita saling berkolaborasi dengan
kabupaten/kota," tuturnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan ruas jalan poros desa Sindang
Asih-Badak Anom yang akan dibangun oleh Pemprov Banten melalui program bangun
jalan desa sejahtera sepanjang 1,5 kilometer.
"Panjangnya kurang lebih sekitar 1,5 kilometer, kita
telah berkoordinasi dengan Bupati Tangerang dan masyarakat bahwa ruas jalan ini
harus lebih prioritas," ujarnya.
Selain itu, Arlan menuturkan rencana pembangunan jalan
tersebut akan menggunakan konstruksi beton dengan lebar 4 meter menyesuaikan
dengan lahan.
"Ini sebenarnya yang rusak itu di tengah, kalau
ujung-ujungnya sudah dilakukan betonisasi oleh kabupaten, cuma memang
tertinggal 1,5 kilometer yang belum ditangani," katanya.
Arlan menyampaikan untuk pembangunan jalan poros desa
tersebut Pemprov Banten menganggarkan sekitar Rp6 miliar.
"Pak Gubernur berharap untuk bersama-sama dengan warga
pada saat pelaksanaan agar bisa sama-sama kita monitor supaya kualitasnya
sesuai dengan spesifikasi dan juga terkait dengan pemberdayaan
masyarakatnya," imbuhnya.
Bukan hanya itu, Arlan berharap kepada masyarakat untuk
dapat bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun nantinya.
"Pak Gubernur selalu mengajak masyarakat untuk menjaga
ketika sudah dibangun. Banyak hal yang bisa dilakukan, diantaranya menjaga
drainasenya, lalulintasnya dan lainnya yang bisa kita kerjakan
bersama-sama," jelasnya.
Sementara, Warga Desa Badak Anom Siti menyampaikan terima
kasih kepada Pemprov Banten yang akan membangun jalan desa. Dirinya berharap
jalan tersebut dapat membantu masyarakat.
"Terima kasih Pak Gubernur, semoga jalannya cepet
dibangun dan cepet bisa di pakai oleh masyarakat untuk membantu keperluan
sehari-hari," ucapnya. (*/pur)




0 Comments