Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Forum Wartawan Kebangsaan Desak Copot, Deputi Dan Kabiro Pers Istana

Raja Parlindungan Pane 
(Foto: Syafril Elain/Dok. TangerangNet.Com) 



NET - Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) mendesak Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi untuk segera mencopot Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden beserta kepala biro terkait. 

Desakan itu muncul menyusul insiden pencabutan kartu identitas peliputan Istana milik wartawan CNN Indonesia berinisial Diana Valencia Gunawan, yang belakangan dibatalkan setelah menuai kritik publik.


Ketua FWK Raja Parlindungan Pane mengatakan meski deputi bersangkutan telah meminta maaf dan mengembalikan akses liputan Diana, langkah tersebut tidak cukup untuk memastikan penghentian praktik yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kebebasan pers.


“Permintaan maaf tidak bisa menghapus fakta adanya tindakan sewenang-wenang terhadap kerja jurnalistik. Kasus ini harus diakhiri dengan tanggung jawab struktural, termasuk pencopotan pejabat terkait,” tutur Ketua FWK dalam pernyataan resminya, pada Senin (29/9/2025).


FWK menilai pencabutan identitas liputan hanya karena wartawan mengajukan pertanyaan terkait program pemerintah merupakan bentuk intimidasi yang tidak dapat ditoleransi. Tindakan itu dinilai mencederai prinsip transparansi serta kebebasan pers yang dijamin dalam konstitusi.


FWK, kata Raja Parlindungan, mengingatkan agar Sekretariat Presiden memperbaiki mekanisme pengelolaan akses media di Istana, sehingga tidak ada lagi intervensi yang membatasi kerja jurnalistik.


“Pemberangusan pers tidak boleh dibiarkan dalam demokrasi. Copot pejabat yang terlibat agar ada efek jera, dan ke depan jurnalis dapat bekerja tanpa tekanan,” ujar Raja Pane.


Sementara Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi pencabutan kartu liputan reporter CNN Indonesia yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan. Dia mengatakan akan mencari jalan keluar terbaik.


"Ya kita cari jalan keluar terbaiklah," kata Prasetyo, kepada wartawan di Jakarta, Ahad (28/9/2025).


Dia mengatakan telah menyampaikan kepada Biro Pers Media Istana (BPMI) agar persoalan tersebut dikomunikasikan. Dia ingin komunikasi bersama dibangun.


"Jadi besok, kami sudah menyampaikan kepada biro pers untuk coba dikomunikasikan agar ada jalan keluar terbaik. Kita bangun komunikasi bersamalah," ungkapnya. (*/rls/pur)


Post a Comment

0 Comments