![]() |
| Gubernur Banten Andra Soni (tengah) bersama pengurus BADKO HMI Jabotabek-Banten. (Foto: Istimewa) |
Andra Soni mendapat banyak masukan dari para aktivis HMI Badko, dari mulai kemacetan, banjir, kemiskinan, pengangguran, kesehatan serta pendidikan.
Berbagai pandangan itu, kata Andra Soni, akan dijadikan
bahan evaluasi bersama, sehingga program yang dilaksanakan pemerintah lebih
baik lagi.
"Maka dari itu, ruang dialog seperti ini selalu saya buka. Saya butuh masukan, saya butuh kritik dari teman - teman. Karena saya sangat sadar membangun Provinsi Banten ini butuh kolaborasi dan kebersamaan," kata Andra Soni.
Saat ini, Pemprov Banten terus meningkatkan koordinasi bersama Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi tingkat kemacetan dengan mengoptimalkan transportasi publik.
"Kemudian dengan Jabar (Jawa Barat-reed) juga kita berkoordinasi agar dilakukan penataan di wilayah hulu, sehingga ketika hujan turun di wilayah hilir tidak terdampak banjir," ujarnya.
Andra Soni menjelaskan sejumlah program yang dilaksanakan, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu diutamakan, seperti Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Jalan Usaha Tani (JUT), akses pendidikan dan kesehatan yang merata.
"Saya minta temen-teman mahasiswa tolong awasi setiap program yang kami lakukan," ujarnya.
Ketua HMI Badko Jabodetabek-Banten Fachri Muhammad
menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Gubernur Banten Andra
Soni, sehingga bisa menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.
Fachri berharap apa yang sudah disampaikan itu bisa
menjadi atensi untuk kemudian ditindaklanjuti sehingga ke depan Banten akan
semakin baik lagi. (*/pur)




0 Comments