![]() |
| Ahmad Khozinudin (Foto: Istimewa) |
MERAYAKAN Maulid Nabi di atas lahan hasil perampasan tanah
rakyat. Ungkapan ini, rasanya pas untuk mendeskripsikan perayaan Maulid Nabi
yang diselenggarakan Agung Sedayu Group (ASG) di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK)-2.
Bahkan, klien penulis bernama Supardi Kendi Budiardjo
menyebut 'Istighotsah di tanah rampasan: Menteri Agama Buta, Tuli dan Pekak
atas ketidak-adilan perampasan tanah kaum nahdiyin'. Betapa tidak, karena
faktanya lahan PIK-2 mayoritas diperoleh dari merampas tanah rakyat Banten,
yang mayoritas Muslim dan berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama.
Banyak syi'ar Maulid dibungkam oleh proyek Aguan karena
tanah warga di Banten dirampas secara zalim. Lalu, ASG mencoba membuat
kamuflase seolah ASG cinta nabi dan memuliakan Syiar Maulid.
Baru-baru ini, Agung Sedayu Group (ASG) diketahui menggelar
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Al Khairiyah, Menara
Syariah, Pantai Indah Kapuk (PIK II), Kabupaten Tangerang (Jum'at, 5/9/2025).
Acara ini juga turut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dalam acara yang diawali dengan Istighosah dilanjutkan
dengan ceramah, Nono Sampono selaku Direktur PT ASG tanpa rasa malu menyatakan
peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen refleksi
untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Ia bahkan terlalu PD menyoroti
nilai-nilai penting seperti kejujuran, kesederhanaan hidup, kepedulian sosial,
serta persatuan, dan kesatuan bangsa.
"Marilah kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad
SAW ini sebagai energi moral untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Kita
doakan agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan, agar para pemimpinnya
diberikan hati yang jujur dan amanah serta rakyat diberikan kekuatan untuk
menghadapi ujian kehidupan," ungkapnya.
Seolah-olah, tanah di lahan PIK-2 diperoleh secara Ma'ruf.
Bukan dengan merampas, yakni mengambil tanah rakyat tanpa keridhoan pemiliknya.
Padahal, Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ مِنَ الأَرْضِ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ
أَرَضِينَ
“Siapa saja yang merampas sejengkal tanah secara zalim,
niscaya ia akan dibebani tujuh lapis bumi.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Tanah di PIK-2 dirampas secara zalim. Diambil paksa, dengan
harga murah tanpa keridloan pemiliknya, bahkan tanpa membayar harga atas tanah,
hingga mengkriminalisasi pemiliknya.
Hal itu, telah dilakukan pada banyak tanah PIK-2 termasuk
tangan milik keluarga Charlie Chandra. Tanah seluas 8,7 ha dirampas, tanpa
membayar harga, bahkan dengan mengkriminalisasi Charlie Chandra.
Nono Sampono, adalah pihak yang mengkriminalisi Charlie
Chandra dengan membuat Laporan Polisi tanpa bukti kepemilikan tanah PIK-2.
Akibat laporan Nono Sampono, Charlie Chandra saat ini divonis 4 tahun penjara.
Nono tak memiliki basis moral untuk mengeluarkan seruan
meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW. Karena proyek Sugianto Kusumah alias Aguan
dan Anthony Salim yang dia kelola, dibebaskan lahannya secara zalim tanpa
meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Setelah melegitimasi perampasan tanah melalui proses di
pengadilan, kini Nono dengan lancangnya, mengambil momentum Maulid Nabi Agung,
untuk melegitimasi proyek zalim milik Sugianto Kusumah alias Aguan. Menag
Nasaruddin Umar juga setali tiga uang dengan sikap Nono.
Tanpa malu, menggungah narasi negeri ini aman tidak seperti
umat Islam di Palestina. Padahal, perampasan tanah di lahan PIK-2, mirip dengan
perampasan tanah di Palestina.
Bedanya, zionis menggunakan kekuatan dan senjata untuk
merampas tanah Palestina. Sementara Aguan, memanfaatkan hukum, aparat dan
pejabat, untuk merampas tanah rakyat, yang dijadikan asas industri property
yang mereka bangun. Proyek PIK-2 juga membangun pagar tinggi yang memisahkan
kawasan elit PIK-2 dengan warga sekitar di Banten. Mirip tembok Israel yang
mengisolir warga Palestina.
Adapun Nono Sampono, Purnawirawan Jenderal TNI ini mengabdi
penuh kepada oligarki, untuk kepentingan Aguan dan Anthony Salim. Tak punya
malu, berkhianat pada bangsa, negara dan kepada rakyat.
Di Cengkareng, Direktur PT Sedayu Sejahtera Abadi (anak
usaha ASG) ini merampas tanah milik SK Budiarjo dan Nurlela sekaligus
memenjarakan pemiliknya. Di PIK-2, Nono bertindak sebagai Direktur PT Mandiri
Bangun Makmur (anak usaha ASG), merampas tanah milik Charlie Chandra dan memenjarakan
pemiliknya.
Apa seperti ini, akhlak Nabi yang diperingati dalam Maulid
di PIK-2? (***)
Penulis adalah Kuasa Hukum Charlie Chandra & SK
Budiardjo




0 Comments