![]() |
| Gubernur Banten Andra Soni bersama tokoh adat Banten. (Foto: Istimewa) |
Peringatan HIMAS 2025 mengusung tema Memperkuat Hak Untuk
Menentukan Nasib Sendiri: Jalan Menuju Kedaulatan Pangan. Hadir dalam
peringatan itu dari berbagai masyarakat adat asal Provinsi Banten dan provinsi
lainnya serta masyarakat adat dari berbagai negara.
"Alhamdulillah, saya hari ini bisa membersamai
masyarakat adat dan kasepuhan Guradog yang hari ini menjadi tuan rumah dari
peringatan hari masyarakat adat sedunia," ungkapnya.
Andra Soni menyebutkan masyarakat adat memiliki kontribusi
nyata dalam menjaga nilai budaya, kearifan lokal serta ketahanan sosial dan
pangan daerah.
"Masyarakat Adat Nusantara bukan hanya bagian dari
identitas bangsa, tetapi juga penjaga sumber daya alam yang berperan penting
dalam keberlangsungan hidup masyarakat, khususnya dalam sektor pangan,"
katanya.
Andra Soni mengatakan kegiatan itu sebagai wadah untuk
bersilaturahmi dengan sejumlah masyarakat adat, baik yang ada di Indonesia
maupun dunia.
"Tadi juga, kita melihat berbagai penampilan budaya,
seperti kesenian rengkong dan lainnya," imbuhnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat
Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi menyampaikan Masyarakat Adat telah lebih
dahulu mengedepankan kedaulatan pangan melalui cara dan ilmu pengetahuan yang
diberikan oleh para leluhur.
"Dari dahulu, kita Masyarakat Adat berdaulat pangan.
Pangan bukan hanya makanan, tapi lahir ditanam di wilayah kita. Ditanam sesuai
sistem pengetahuan kita. Dikerjakan secara gotong royong dan mengikuti ilmu
pengetahuan titipan leluhur," jelasnya.
Dikatakan, Masyarakat Adat terus menyampaikan rasa syukur
pada saat hasil panen yang melimpah.
"Kita selalu merayakan dan bersyukur, kita berada di
Guradog, karena tempat ini simbol Kasepuhan Banten Kidul yang melimpah
pangannya," pungkas Rukka Sombolinggi. (*/pur)




0 Comments